Home » » PROSEDUR ADMINISTRASI TES BINET

PROSEDUR ADMINISTRASI TES BINET

Dalam melakukan dan memberikan tes Binet (Tes Stanford-Binet), ada beberapa prosedur dan administrasi yang harus dilakukan. Prosedur dan Administrasi ini harus di perhatikan dengan seksama bagi seorang tester, agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan. Apalagi, prosedur dan pengadministrasian tes Binet sangat mempengaruhi validitas hasil tes. Sedikit saja hal-hal yang menyimpang dari prosedur baku yang telah ditetapkan, akan mempengaruhi hasil yang signifikan.
Berikut prosedur urutan administrasi tes Binet:
PROLOG:
  1. Ucapkan Terima Kasih (Pembukaan)
  2. Menjelaskan tujuan pemeriksaan psikologis
  3. Menjelaskan prosedur pemeriksaan
  4. Penjelasan tentang alat yang akan digunakan
  5. Prosedur ijin kebelakang
  6. Menanyakan kesiapan testee
  7. Etika hasil
  8. Mengecek alat-alat yang akan digunakan
  9. Melaksanakan tes binet
  10. Melakukan scoring tes binet
  11. Membuat laporan

Prosedur Testing Individual
  • Seorang tester dituntut mahir, terampil dalam menggunakan alat tes dalam penyajian dan penyekoran (karena rumit) maka seorang tester harus pengalaman dengan alat tes. Apabila ragu-ragu akan mempengaruhi hasil tes terutama rapport (hubungan baik antara tester & testee), sehingga testee mau berusaha semaksimal mungkin dalam mengerjakan tes.
  • Harus disesuaikan dengan buku petunjuk atau manual alat tes, yg biasa di sebut buku pegangan. Sedikit perubahan akan mempengaruhi hasil tes.

Tugas Tester
  • Mengevaluasi apa yang dilakukan subjek tertentu pada kondisi yang telah ditentukan.
  • Penyekoran tes Stanford-Binet harus diskor selama penyajian, sedangkan konsultasi dengan kunci penyekoran setelah selesai penyekoran.
Mempertahankan validitas dalam penyajian tes ini ada 3 hal penting yang harus diperhatikan:
  1. Prosedur baku harus diikuti
  2. Tercipta dan terpeliharanya hubungan baik (rapport) agar testee mengusahakan semaksimal mungkin
  3. Penyekoran respon yang tepat. Agar mampu bekerja efisien dan spontan harus banyak latihan. Apabila salah satu tipe soal terjadi penolakan dilewati, setelah selesai diulangi.
Prinsip umum dalam pelaksanaan tes, yaitu:
  1. Seorang tester boleh mengulangi pertanyaan lebih dari satu kali, tapi sedapat mungkin pertanyaan tersebut jangan diulangi.
  2. Apabila testee tidak mengerti pertanyaan yang diajukan, maka tester bisa menjelaskan bagian terpenting dari pertanyaan tersebut.
  3. Untuk tes ingatan tidak perlu diulang.
  4. Suatu perkecualian apabila jawaban subjek salah mengerti yang disebabkan oleh ucapan testee kurang jelas atau pendengaran subjek kurang baik, maka pertanyaan bisa diulang.
  5. Apabila jawaban yang diberikan meragukan dalam penyajian tes, maka perlu dilakukan inquiry atau meminta penjelasan lebih lanjut dari jawaban yang diberikan oleh testee.
  6. Skor (+) hanya apabila subjek tahu arti standard atau baku, walaupun jawaban lain mugkin betul.

CARA MEMELIHARA RAPPORT
  1. Seorang tester diharapkan mencurahkan sebagaian besar perhatian pada testee, agar tstee merasa enak. Tanpa kerjasama dari testee sulit mendapatkan hasil yang valid
  2. Untuk mendapatkan rappor yang baik tergantung pada anak. Tegur-sapa yang baik, tidak canggung melihat orang yang 1 kali dikenal.
Ada beberapa cara yang halus dan baik untuk memelihara rapport ini seperti:
  • Dengan senyum dan pengertian
  • Ucapan penghargaan setelah testing selesai
  • Seorang tester tidak boleh menunjukan rasa ketidak-puasan terhadap testee
  • Jangan dibiasakan seorang tester mendapat jawaban yang mendorong-dorong.

Referensi:
Anne Anastasi, Susana Urbina. (2007). Tes Psikologi edisi ketujuh. Jakarta : PT Indeks
Roid, Gale H. & Barram, R. Andrew. (2004). Essentials of Stanford-Binet Intelligence Scale (SB5) Assessment. John Wiley & Sons, Inc.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : PSYCHOLOGYMANIA
Copyright © September 2008. PSYCHOLOGYMANIA - All Rights Reserved
Dipersembahkan untuk pembaca dan khalayak ramai