Kesempatan Pengembangan Karir

Kesempatan pengembangan karir merupakan salah satu faktor utama seseorang bertahan dalam sebuah manajemen. Kondisi persaingan akibat tuntutan akan fungsi pelayanan prima semakin ketat dengan komunikasi yang semakin cepat, mengakibatkan organisasi harus dapat mengadakan perubahan yang lebih cepat dan fleksibel. Pada kondisi seperti itu pegawai dituntut untuk lebih bertanggung jawab melakukan pengembangan dalam bidang kerjanya atau karirnya. Dengan kata lain pegawai dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif terhadap pengembangan karirnya, pada sisi lain organisasi juga dituntut harus mampu menyediakan formasi bagi pengembangan karir karyawannya. 
Menurut Moekijat (1995), bahwa  organisasi harus mampu membantu pegawai dalam menilai kebutuhan karir internnya sendiri. Organisasi harus mengembangkan dan mengumumkan memberitahukan kesempatan-kesempatan karir dalam organisasi, serta menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan pegawai dengan kesempatan-kesempatan karir yang ada . Adanya kesempatan untuk pengembangan karir akan menimbulkan persepsi berbeda pada karyawan. Persepsi yang timbul tersebut berpengaruh kepada motivasi karyawan dalam bekerja.
Menurut Flippo (1995), bahwa  kesempatan pengembangan karir akan menciptakan persepsi positif dalam diri karyawan. Di mana karyawan yang mempunyai persepsi positif terhadap pengembangan karirnya dalam organisasi/perusahaan, cenderung mempunyai kepuasan dan motivasi kerja yang tinggi yang ditunjukkan dengan kinerja sehingga dapat mendukung pencapaian tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan penyelidikan di dunia Barat, ternyata gaji hanya menduduki urutan ketiga sebagai faktor yang merangsang orang untuk bekerja. Sedangkan faktor yang paling utama di dalam memotivasi orang untuk bekerja adalah rasa aman dan kesempatan dalam pengembangan karir dalam pekerjaannya  (Anoraga, 2001).
Sedangkan menurut Robin (2003), bahwa  dimensi baru yang menentukan kinerja seseorang yaitu kesempatan. Menurutnya, meskipun seseorang bersedia dan mampu, mungkin ada rintangan yang menjadi kendala kinerja seseorang yaitu kesempatan yang ada . Dimensi lain yang harus diperhatikan dalam kesempatan pengembangan karir dalam organisasi adalah terpenuhinya rasa keadilan bagi setiap pegawai yang ada.
Di mana apabila ada beberapa karyawan yang secara bersama-sama berambisi untuk menduduki jabatan karir maka persaingan untuk mendapatkan hal tersebut akan menimbulkan motivasi tersendiri.  Sementara itu Mangkuprawira (2002), menyatakan bahwa  faktor-faktor yang terkait dengan karir adalah keadilan dalam karir, para karyawan menghendaki dalam sistem promosi dengan kesempatan sama untuk peningkatan karir. Para karyawan menginginkan penyelia mereka memainkan perannya secara aktif dalam pengembangan karir dan menyediakan umpan balik dengan teratur tentang kinerja .
Menurut Flippo (1995), dan Hidayat (2002),  keputusan promosi dan rotasi yang dibuat oleh manajemen merupakan imbalan dari program pengembangan karir. Program-program pengembangan seperti pelatihan dan pendidikan serta evaluasi dan bimbingan tidak akan ada artinya kalau karyawan merasa karirnya tidak meningkat . 
Berdasarkan uraian di atas, menjelaskan betapa pentingnya pengembangan karir bagi pegawai. Di sisi lain pegawai juga mempunyai harapan mendapatkan peluang dan kesempatan yang sama dalam hal pengembangan karir. Karena kesempatan pengembangan karir akan memberi kesempatan bagi pegawai untuk ikut berperan serta dalam organisasi.
Menurut Nawawi (2001), bahwa  kesempatan pengembangan karir diartikan sebagai kesempatan memperbaiki dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan pekerjaan oleh para pekerja agar semakin mampu memberikan konstribusi terbaik dalam mewujudkan tujuan organisasi/perusahaan. Dengan demikian pelaksanaan pekerjaan yang semakin baik dan meningkat berpengaruh langsung pada peluang bagi seorang pekerja untuk memperoleh posisi/jabatan yang diharapkan.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar