5 Alasan Kenapa Pacaran Sama Anak Psikologi Gak Enak

Di dunia perkuliahan ada beberapa fakultas yang memang isinya kebanyakan ceweknya. Kayak misalnya kedokteran, ilmu keperawatan atau psikologi. Dari banyaknya fakultas itu, menurut MBDC yang paling susah sih pacaran sama anak psikologi. Beneran deh. Kalo gak percaya nih MBDC kasih alasannya. Pertimbangkan baik baik pilihanmu!
Kepekaannya Tinggi
Anak Psikologi setiap harinya belajar tentang perilaku dan dan fungsi mental manusia. Jadi, kalo kamu mulai aneh-aneh dikit, ya siap siap aja deh dicurigain. Anak psikologi bisa mendeteksi tingkah aneh kamu dan memprediksi apa yang bakal kamu lakukan terhadapnya. So pasti gak nyaman dong kalo diginiin tiap hari.
"They do know"
Suka Pake Jargon
Selain itu, anak psikologi gak bisa sembarangan ngelabelin orang. Misalnya nih, kamu bilangin seseorang gila, nah anak psikologi akan membantah kamu dan lalu mengeluarkan teori tentang orang yang sakit kejiwaan dan kemudian bersabda "Dia bukan gila, tapi schizofrenia"
Interogasinya Dalem Banget
Kamu sedang punya masalah. Kamu butuh dihibur. Kamu ngadu ke pacar kamu yang anak psikologi. Bukannya dibikin ketawa, kamu malah ditanya macem-macem. Udah kayak lagi ditanya sama polisi.
Ya emang wajar aja begitu, soalnya psikolog kan emang tugasnya begitu, mencari akar masalah dari sifat orang yang gak normal. Jadi kalo anaknya males ditanyain ini itu, mendingan lupain keinginan pacaran sama anak psikologi.
Capek Kalo Diminta Bantuin Nugas
Kuliah psikologi itu berat. Bukunya juga berat-berat. Bahasa Inggris semua lagi. Kalo kamu pengen jadi cowok yang disayang ama dia, kamu harus bisa bantuin dia nerjemahin Text Booknya yang ribet itu. Selain itu, kamu juga harus mau nenteng buku-buku berat dia.
Subjek Gratisan Kalo Beli Alat Tes Baru
Anak psikologi selalu dibekali dengan alat tes. Bukan gak mungkin kamu jadi kelinci percobaannya.
Kalo dia yang jadi kelinci, gak apa sih
Kalo dia yang jadi kelinci, gak apa sih
Pikirin lagi deh baik-baik. Jangan sampe kamu nyesel. Semua belum terlambat. Ya kalo kamu bisa tolerir poin-poin di atas gak apa juga sih. Setidaknya MBDC udah ngasih tahu ya.

Sumber : www.malasbanget.com 

CARA MENGHITUNG FREKUENSI PERNAPASAN

Cara Menghitung Frekuensi Pernapasan ada beberapa cara. Menurut Hidayat (2003) cara menghitung frekuensi pernapasan pada bayi dilakukan dengan menghitung rata-rata pernapasan dalam satu menit. Pemeriksaan ini dikatakan normal pada bayi baru lahir apabila frekuensinya antara 30-60 kali permenit, tanpa adanya retraksi dada dan suara merintih saat ekspirasi. Pada bayi lahir kurang dari 2500 gram atau usia kehamilan kurang 37 minggu kemungkinan terdapat adanya retraksi dinding dada ringan. Jika pernapasan berhenti beberapa detik secara periodik, maka masih dikatakan dalam batas normal.
Menurut Kusmiyati (2008) cara menghitung frekuensi pernapasan pada bayi antara 30-60 kali/menit dilakukan selama 1 menit penuh. Untuk mengetahui sistem fungsi pernapasan yang terdiri mempertahankan pertukaran oksigen dan karbondioksida dalam paru dan pengaturan keseimbangan asam basa.Menurut Wong (2004) cara menghitung frekuensi pernapasan dengan cara seperti pada pasien orang dewasa. Walaupun demikian, pada bayi observasi pergerakan abdomen karena pernapasan bayi terutama adalah pernapasan diafragmatik karena pergerakan tersebut tidak teratur. Hitung jumlahnya selama 1 menit penuh agar akurat.Inspeksi kontur abdomen dengan anak pada posisi tegak dan terlentang.Normalnya, abdomen bayi dan anak yang masih kecil cukup silindris dan dalam posisi tegak, agar menonjol karena lordosis fisiologis spinal.Pada posisi terlentang, abdomen tampak datar.Tonjolan pada garis tengah dari xifoid ke umbilikus atau simfisis pubis biasanya adalah diastasis rekti, atau kegagalan muskulus rektus abdominis untuk bersatu dalam uterus.Pada anak yang sehat, tonjolan pada garis tengah biasanya merupakan varian dari perkembangan otot yang normal.
Sedangkan menurut Engel (2008) nilai rata-rata dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel Frekuensi pernapasan
usia
Frekuensi
Bayi prematur
30-80
Neonatus
30-60
1 tahun
20-40
2 tahun
20-30
3 tahun
20-30
5 tahun
20-25
10 tahun
17-22
15 tahun
15-20
20 tahun
15-20

KOMPLIKASI PADA BAYI PREMATUR

Komplikasi pada Bayi Prematur dapat terjadi. Komplikasi persalinan prematur menurut Nurcahyo (2008) yaitu sindrom gawat janin, ketidak matangan sistem saraf, rentang terjadinya perdarahan otak atau serangan apneu, retinopati dan gangguan penglihatan atau kebutaan (fibroplasias retrolental), dysplasia brokopulmoner.
Komplikasi dari persalinan prematur lainnya adalah penyakit jantung, jaundice, infeksi atau septisemia, anemia, hipoglikemia, perkembangan serta pertumbuhan yang terhambat, keterbelakangan mental dan motorik.
Menurut Syaifuddin (2002) komplikasi persalinan bayi prematur merupakan terjadinya perdarahan plasenta dengan pembentukan prostaglandin dan mungkin induksi stress, janin mati dan kelainan kongenital.
Persalinan prematur merupakan penyebab morbiditas tinggi diantaranya asfiksia Respiratory Distress Syndrome (RDS), tumbuh kembang bayi tidak sempurna serta mortalitas atau kematian dengan kondisi yang diantarnya asfiksia berat Acut Respiratory Distress Syndrome (ARDS), peerdarahan intrvaskuler dan trauma persalinan infeksi organ vital (Manuaba, 2003).