GERABAH MAMBANG–JOMBANG: TRADISI PRASEJARAH YANG MASIH BERLANGSUNG SAMPAI SEKARANG SEBAGAI WUJUD ENKULTURASI

Abstrak: tujuan  dari  penilitian  ini  antara  lain  adalah;  mengetahui  teknik pembuatan  gerabah  tradisional  Mambang-Jombang,  mengetahui  faktor-faktor  yang  menyebabkan  gerabah  tradisional  Mambang-Jombang  masih dapat bertahan sampai sekarang, dan menjelaskan proses enkulturasi pada pembuatan  gerabah  tradisional  Mambang-Jombang.  Teknik  pembuatan gerabah  di  Mambang  menggunakan  metode  roda  putar.  Alat-alat  yang digunakan,  yaitu perbot, tetep, watu, kerik, dan dalim. Faktor-faktor  yang mempengaruhi gerabah Mambang masih dapat bertahan sampai sekarang, yaitu; perubahan fungsi gerabah, tidak boleh kerja jauh, tingkat pendidikan rendah  dan  tidak  ada  pekerjaan  lain,  satu-satunya  keahlian  yang  dimiliki, petani dan buruh tani yang memiliki banyak waktu luang, dan respon pasar yang  baik.  Sedangkan  proses  enkulturasi  terlihat  ketika  anak  dikenalkan bahan-bahan,  alat  pembuatan  dan  pewarnaan,  proses  penjemuran,  dan proses pembakaran.
Kata Kunci: gerabah Mambang, tradisi prasejarah, enkulturasi
Penulis: Andik Suharyanto
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd120053
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<< ... 

Komunitas Tionghoa di Desa Gudo 1967-2004 (Kajian Sejarah Sosial Etnis Tionghoa di Klenteng Hong San Kiong dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Sejarah Lokal)

Abstrak: Kehidupan etnis Tionghoa dan klenteng tidak bisa lepas dari masyarakat sekitar. Kehidupan ketiga komponen (etnis Tionghoa, klenteng, dan masyarakat) tersebut tanpa sengaja akan mengarah pada sebuah pembauran yang nantinya akan menjadi suatu kekuatan etnis Tionghoa untuk tetap mempertahankan keberadaan klenteng. Pada tahun 1967 hingga 1998, selain dihadapkan pada peraturan-peraturan pemerintah, Komunitas Tionghoa juga dihadapkan pada lingkungan sekitar mereka yang memiliki adat istiadat, kepercayaan dan tradisi yang berbeda.  Pada kurun waktu tersebut menghasilkan berbagai bentuk pembauran sebagai salah satu upaya etnis Tionghoa mempertahankan keberadaan klenteng. Pada masa era reformasi dimulai tahun 1999 mulai ada keterbukaan pemerintah terhadap keberadaan klenteng dan komunitasnya. Hal ini ditandai dengan dikeluarkannya Keppres no.6 tahun 2000 yang berisi pencabutan Inpres no.14 Tahun 1967 dan diakuinya Konghucu sebagai salah satu agama resmi di Indonesia. Kajian mengenai Komunitas etnis Tionghoa di Desa Gudo ini juga dapat menjadi pembelajaran sejarah lokal dalam pengajaran sejarah.
Kata Kunci: Sejarah Sosial, Komunitas, etnis Tionghoa, Klenteng Hong San Kiong, Pembelajaran Sejarah Lokal
Penulis: Kartika Cahya Pertiwi
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd120052
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<< ... 

PERJUANGAN POLRI DI TLOGOWARU-MALANG 1945-1947

Abstrak: Tujuan  penelitian  ini  adalah  mendeskripsikan  peristiwa yang  melatarbelakangi  berdirinya  Monumen  Perjuangan Polri Tlogowaru.  Metode  yang  dipakai  dalam  penelitian  ini  adalah metode  sejarah.  Ada  lima  tahap  yaitu  pemilihan  topik,  heuristik, kritik  sumber,  interpretasi  dan  historiografi  menghasilkan Pengendalian  Mobile  Brigade  Besar  sebagai  angkatan  bersenjata bentukan  kepolisian  ditunjukkan  melalui  perjuangan  mereka mempertahankan  dan  merebut  kembali  Kota  Malang  dari  Sekutu. Lain  halnya dengan kepolisian  masa  sekarang  yang bertindak atau berperilaku  tidak  semestinya  diluar  tugas  utama  polisi  sebagai pelindung  dan  pengayom  masyarakat.  Atas  dasar  permasalahan tersebut  menjadi  latar  belakang  penelitian  ini  yang  mengingatkan kembali  masa-masa  perjuangan  Kepolisian  Republik  Indonesia khususnya di Kota Malang.
Kata Kunci: Kota Malang, Perjuangan Polri
Penulis: Afifah Sholihana
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd120051
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<< ...