Layanan dikurangi, Kepesertaan BPJS Kesehatan Seharusnya jangan di wajibkan

Beberapa bulan lalu, iuran BPJS Kesehatan sudah dinaikkan untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBU), atau peserta Mandiri. Kenaikan ini sungguh sangat mengecewakan, di tengah deraan ekonomi masyarakat kelas bawah, dimana TDL naik di awal tahun 2017 menyusul BBM. Dan Kabarnya, Gas subsidi juga berangsur-angsur akan di kurangi.
Beberapa layanan BPJS kesehatan sebelumnya sudah di kurangi seperti, layanan obat untuk penyakit kanker, dan beberapa penyakit lainnnya. Dan info terbaru, Per 25 Juli 2018, BPJS Kesehatan menerapkan implementasi (1) Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Katarak Dalam Program Jaminan Kesehatan, (2) Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Persalinan Dengan Bayi Lahir Sehat, dan (3) Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik.
Artinya bahwa, peserta BPJS Kesehatan tidak bisa menggantungkan 100% jaminan kesehatannya kepada Badan Kesehatan milik pemerintah ini. Masyarakat Harus menyiapkan dana simpanan lain, atau mengikuti asuransi lainnya yang bisa mengkover tindakan medis yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Seharusnya, dalam situasi ini, pemerintah juga harus fair, tidak mewajibkan kepesertaan BPJS Kesehatan. Masyarakat diberikan kebebasan memilih asuransi kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. 

BPJS KESEHATAN, PROGRAM PEMERINTAH PALING KEJAM

Tahukan saudara, bahwa BPJS Kesehatan adalah program pemerintah yang paling kejam untuk rakyatnya.
Berikut informasinya:
SISTEM PEMBAYARAN
Sistem pembayaran BPJS mandiri mulai September 2016. 1 (satu) no virtual account berlaku untuk 1 keluarga (sesuai jumlah anggota keluarga yang tertera pada KK).
  1. Bila ada anggota keluarga menunggak, Maka keluarga akan terkena dampaknya
  2. Peserta diwajibkan membayar BPJS, Karena tagihan BPJS dan denda tetap berjalan mesti kartu BPJS tidak aktif, Jadi jangan kaget kalau cek tagihan bisa sampai jutaan, Digunakan atau tidak BPJS, Tetap wajib bayar.
  3. Jumlah bulan tertunggak maksimal 12 (dua belas) bulan, Besar denda paling tinggi Rp.30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah)
  4. Tagihan BPJS akan berhenti jika meninggal dengan SYARAT melaporkan ke BPJS dan melunasi tunggakan jika ada
Perpres RI Nomor 111 tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, Pasal 6 ayat 1 dinyatakan bahwa
Kepesertaan Jaminan Kesehatan BERSIFAT WAJIB dan mencakup seluruh penduduk Indonesia, Sehingga TIDAK ADA proses penghentian keanggotaan JKN, Peserta HANYA BISA berhenti ketika data kematian atau meninggalnya peserta BPJS dilaporan dan masuk data base BPJS,
Sanksi bagi yang tidak memiliki BPJS
Tidak akan mendapat layanan publik, Lihat Peraturan Presiden no 86 tahun 2013 pasal 9, Layanan publik di maksud meliputi: SIM, STNK, Sertifikat tanah, paspor, IMB (Sanksi akan berlaku 1 JANUARI 2017)
KEKURANGAN BPJS KESEHATAN YANG MENONJOL SAAT INI
  1. Tetap harus membayar iuran, walaupun keanggotaan tidak aktif (keanggotan tidak aktif, berarti kartu BPJS Kesehatan tidak bisa dipakai). Padahal, pemerintah tidak ada jaminan kepada rakyat, akan ketersediaan lapangan kerja. Bagaimana bisa orang membayar iuran, kalau pekerjaan tidak ada?
  2. Tidak bisa keluar menjadi anggota BPJS Kesehatan. Sakali mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan, berarti seumur hidup harus tetap menjadi anggota. Tidak ada rumus mengundurkan diri. Yang bisa memutuskan keanggotaan BPJS kesehatan hanyalah kematian. Berarti, sekali menjadi anggota BPJS Kesehatan, seumur hidup harus membayar hutang iuran BPJS Kesehatan
  3. Ancaman sanksi tidak mendapatkan layanan publik. Lihat Peraturan Presiden no 86 tahun 2013 pasal 9. Ini artinya, warga negara Indonesia diwajibkan menanggung utang iuran BPJS kesehatan seumur hidup. Kalau tidak, tidak akan mendapatkan layanan publik mulai tanggal 1 Januari 2017.
  4. Layanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit dan Klinik-kliniknya, adalah layanan kesehatan terburuk untuk kategori asuransi kesehatan. Banyak Rumah Sakit dan Klinik setengah hati melayanai anggota BPJS Kesehatan.
Terus apa yang bisa diharapkan dari BPJS Kesehatan?
Kita, warga negara Indonesia mengharapkan layanan kesehatan dari pemerintah yang manusiawi.
Kita menagih janji-janji saat kampanye. Kartu Indonesia Sehat, bukan hanya slogan (numpang lewat di BPJS Kesehatan), dan aplikasi NAWA CITA.

Bantulah share postingan ini,

Agar teman dan keluarga kita mengetahui.

HATI-HATI BELANJA DI BLIBLI.COM

Hati-hati belanja di blibli.com. Pesan ini saya sampaikan kepada seluruh orang yang berniat belanja di toko online ini, jangan sampai kasus saya terjadi juga pada anda.
Saya akan ceritakan kronologi kejadian yang menimpa saya, dan semoga tidak menimpa anda:
Tanggal 5 Juli 2016
Saya beli laptop merek Dell di situs BLIBLI.COM, melalui kartu kredit. Transaksi sukses dilaksanakan, dengan nomor transaski: 12001507784
Tanggal 9 Juli 2016
Saya konformasi ke CS blibli.com, mengapa status pengiriman di sistem belum berubah padahal sudah 4 hari? Jawaban dari pihak BLIBLI, pihaknya masih libur sehingga barang belum bisa dikirim. (Mengapa disistem sebelumnya tidak ditulis bahwa penjual di BLIBLI libur? Seandainya saya tahu bahwa penjualnya libur, saya bisa langsung beli di toko offline)
Tanggal  13 Juli 2016
Status pesanan juga belum berubah, barang belum dikirim. Setelah dikonfirmasi ke pihak BLIBLI, jawabannya: merchant lagi sibuk sehingga belum bisa memproses pesanan.
Tanggal 14 Juli 2016
Saya menghubungi CS BLIBLI kembali, jawabannya sama: merchant sementara mengirim pesanan, jadi tunggu aja barang akan sampai paling lambat tanggal 18 Juli 2016. Ok saya tunggu.
Sorenya saya dapat email, bahwa pesanan dicancel secara sepihak oleh pihak BLIBLI dengan alasan, barang yang dipesan belum tersedia.
Saya langsung menghubungi pihak BLIBLI, dan protes atas masalah ini. Mengapa baru sekarang diberitahunya, mengapa bukan dari kemarin, atau kalau memang barangnya tidak tersedia mengapa harus ada disistem? Jangan-jangan ini penipuan? Atau ini permainan dari pihak BLIBLI?
Saya sudah menunggu dari tanggal 5 juli 2016 s/d tanggal 14 juli 2016, seharusnya barang diterima, tapi ternyata barangnya tidak tersedia. Ini namanya “toko online yang sangat profesional”, saluuut buat BLIBLI…
Saya minta dana saya dikembalikan saja. Saya tidak mau panjang-panjang dengan masalah ini. Walaupun saya sudah dirugikan dari segi waktu.
Tanggal 15 Juli 2016
Saya minta dana dikembalikan sudah sampai dimana progresnya. CS blibli menjawab menunggu proses refund 5 hari. Saya protes, mengapa harus 5 hari? Katanya menunggu persetujuan dari finance BLIBLI. Kok, mengapa harus begini, pesanan saya dicancel secara sepihak, sekarang harus menunggu persetujuan dari finance BLIBLI pula untuk mengembalikan dana saya. Ini ada apa permaninannya di blibli.
18 – 20 Juli 2015
Tiap hari mempertanyakan sudah sampai dimana proses pengembalian dananya. CS BLIBLI menjawab,  harus menunggu sampai 5 hari. Padahal kalau dihitung-hitung sejak tanggal 14 juli – 20 Juli itu sudah berapa hari?
21 Juli 2016
Kami menghubungi kembali CS BLIBLI. Tetapi mereka tidak memberikan kepastian kapan dana saya dikembalikan. Dan sampai saat ini, dana saya untuk beli Laptop merek dell di BLIBLI belum dikembalikan sama sekali, dan belum ada kepastian kapan akan dikembalikan.
Apakah toko online www.blibli.com penipu? Selagi dana saya belum dikembalikan, berarti BLIBLI adalah salah satu toko shopping online penipu.
Pihak blibli sudah merugikan saya dalam hal:
  1. BLIBLI Cancel pesanan setelah jalan 2 minggu secara sepihak (seharusnya barang sudah diterima)
  2. BLIBLI menahan dana saya tanpa hak, bahkan terindikasi penipuan.
  3. Saya harus buang-buang waktu dari tanggal 5 juli 2016, sampai sekarang untuk meminta pengembalian dana saya.
Jadi, saran saya kepada teman-teman yang ingin belanja di BLIBLI (www.blibli.com) harus mempertimbangkan kembali, jangan sampai dana saudara ditahan tanpa alasan oleh pihak BLIBLI seperti saya.
Sampai saat ini, tanggal 21 Juli 2016 dana saya belum dikembalikan, dan pihak BLIBLI belum memberikan kepastian kapan dikembalikan….

Update terakhir:

Dana saya SUDAH DIKEMBALIKAN oleh pihak BLIBLI setelah berbagai perjuangan dilakukan.

Kesimpulan:
  1. BLIBLI bukanlah penipu. Pelayanan Custumer Support (CS)nya saya rasa semuanya patut di acungi jempol, karena dedikasi dan kesabaran dalam menjelaskan diskomunikasi dengan pelanggan.
Saran untuk BLIBLI:
  1. Sebaiknya item barang yang tidak tersedia tidak dipublish atau diberikan keterangan, agar pelanggan tidak kecewa.
  2. Agar proses refund/pengembalian dana bisa dipercepat, karena ini menyangkut kepercayaan pelanggan.
Terima kasih, BLIBLI...