Adaptasi Fisiologi Kehamilan

Adaptasi fisiologi kehamilan  sangat  besar. Banyak dari perubahan-perubahan tersebut segera terjadi setelah fertilisasi  dan  berlanjut  sepanjang  kehamilan.  Perubahan  anatomi  dan  fisiologi  pada  perempuan hamil  sebagian besar sudah terjadi segera setelah fertilisasi dan terus  berlanjut selama kehamilan. Perubahan-perubahan ini merupakan respon terhadap  janin. Satu hal yang menakjubkan adalah bahwa hampir semua perubahan ini akan  kembali seperti keadaan sebelum hamil setelah proses persalinan dan menyusui  selesai (Cunningham, 2005). 
Perawat memerlukan dasar yang adekuat tentang fisiologi maternal normal  untuk mencapai hal-hal berikut:
  1. Mengidentifikasi penyimpangan yang aktual dan potensial terhadap adaptasi  normal supaya pengobatan dapat dimulai  
  2. Membantu ibu memahami perubahan anatomi dan fisiologis selama hamil 
  3. Menghilangkan  kecemasan  ibu  (dan  keluarga),  yang  mungkin  disebabkan  pengetahuan yang kurang  
  4. Memberi penyuluhan kepada ibu dan keluarga tentang tanda dan gejala yang  harus dilaporkan kepada pemberi perawatan kesehatan. 
Menurut Cunningham (2005), Selain dengan penyesuaian yang diharapkan  terjadi  selama  masa  hamil,  beberapa  penyakit  juga  menimbulkan  perubahan.  Beberapa contoh adalah   kadar hemoglobin yang rendah, laju endap darah yang  tinggi, dispnea saat istirahat, dan perubahan fungsi jantung serta keseimbangan  endokrin. Perubahan-perubahan ini menunjukkan usaha tubuh untuk melindungi  ibu dan janin. Pemahaman tentang perubahan-perubahan ini penting untuk setiap  orang yang berpartisipasi dalam perawatan ibu dan janin (Prawirohardjo, 2008)
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar