Pengertian Evaluasi

Banyak ahli yang memberikan pengertian evaluasi pelatihan. Evaluasi merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengukur keberhasilan diklat (pendidikan dan latihan) dalam pengertian, mengukur perbedaan antara keadaan peserta sebelum masuk diklat dengan keadaan peserta sesudah menyelesaikan diklat.
Stufflebeam dan Shinkfield (1985) memberikan pengertian evaluasi sebagai: Evaluation is the process of delineating, obtaining, and providing descriptive and judgmental information about the worth and merit of some object’s goals, design, implementation, and impact in order to guide decision making, serve needs for accountability, and promote understanding of the involved phenomena.
Evaluasi merupakan suatu proses menyediakan informasi yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk menentukan harga dan jasa (the worth and merit) dari tujuan yang dicapai, desain, implementasi dan dampak untuk membantu membuat keputusan, membantu pertanggung jawaban dan meningkatkan pemahaman terhadap fenomena. Menurut rumusan tersebut, inti dari evaluasi adalah penyediaan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.
Senada dengan pernyataan di atas, RM. Wolf dalam Wallberg, H, J. and Haertal, G.D (1990). Menyatakan “evaluasi dalam pelatihan adalah kumpulan dan penafsiran sistematis dari bukti-bukti yang, sebagai bagian dari proses, mengarah pada suatu penilaian atas nilai-nilai dengan tujuan untuk mengambil suatu tindakan”. Dari pengertian di atas, bahwa evaluasi dalam suatu proses pelatihan merupakan suatu penghubung tahap pemberian diklat, tahap perancangan diklat, dan tahap analisa diklat.
Definisi di atas mengandung proses-proses kompleks yang diperlukan untuk evaluasi. Istilah sistematis mengandung arti bahwa informasi yang diperlukan harus ditentukan dan pemeriksaan atas informasi perlu diadakan dengan baik. Elemen kedua dan ketiga dari definisi tersebut, yaitu penafsiran bukti dan penilaian atas nilai-nilai, menunjukkan adanya suatu pertimbangan yang mendalam, dan elemen terakhirnya yaitu dengan tujuan untuk mengambil suatu tindakan, menggaris bawahi bahwa evaluasi dimaksudkan untuk memberi rekomendasi bagi perubahan dan peningkatan mutu pelatihan.
Lembaga Administrasi negara (LAN) dalam Soebagio Atmodiwirio (2005) mendefinisikan evaluasi sebagai “proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan dan pelatihan dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan, dan usaha untuk memperoleh informasi (umpan balik) bagi penyempurnaan program pendidikan dan pelatihan”.
Apabila lembaga diklat diumpamakan sebagai tempat mengolah sesuatu dan peserta diumpamakan bahan mentah maka lulusan dari sekolah itu dapat disamakan dengan hasil olahan yang sudah siap digunakan. Dalam istilah inovasi yang menggunakan teknologi maka tempat pengolah ini disebut transformasi.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar