Bentuk-bentuk Layanan Bimbingan Belajar

Bentuk layanan bimbingan belajar yang diberikan kepada siswa adalah layanan bimbingan yang disesuaikan dengan masalah belajar yang dihadapi oleh siswa. Dengan melihat spesifikasi masalah yang dihadapi oleh siswa, maka guru pembimbing dapat merumuskan pogram layanan bimbingan belajar kepada siswa.
Menurut Tohirin (2007) beberapa bentuk layanan bimbingan belajar yang dapat diberikan kepada siswa adalah sebagai berikut:
  1. Orientasi kepada siswa, khususnya siswa baru tentang tujuan sekolah, isi kurikulum pembelajaran, struktur organisasi sekolah, cara-cara belajar yang tepat, dan penyesuaian diri dengan corak pendidikan di sekolah. 
  2. Penyadaran kembali secara berkala tentang cara belajar yang tepat selama mengikuti pembelajaran di sekolah maupun di rumah baik secara individual maupun kelompok. 
  3. Bantuan dalam memilih jurusan atau program studi yang sesuai, memilih kegiatan-kegiatan non-akademik yang menunjang usaha belajar dan memilih program studi lanjutan untuk tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Bantuan ini juga mencakup layanan informasi tentang program studi yang tersedia pada jenjang pendidikan tertentu. 
  4. Layanan pengumpulan data yang berkenaan dengan kemampuan intelektual, bakat khusus, arah minat, cita-cita hidup terhadap program studi atau jurusan tertentu, dan sebagainya. 
  5. Bantuan dalam mengatasi kesulitan-kesulitan belajar seperti kurang mampu menyusun dan mentaati jadwal belajar di rumah, kurang siap dalam menghadapi ujian, kurang dapat berkonsentrasi, kurang dapat menguasai cara belajar yang tepat diberbagai mata pelajaran, menghadapi keadaan di rumah yang mempersulit cara belajar secara rutin, dan lain sebagainya. 
  6. Bantuan dalam hal membentuk kelompok-kelompok belajar dan mengatur kegiatan-kegiatan belajar kelompok supaya berjalan secara efektif dan efisian.
Pendapat di atas mengandung artian bahwa bentuk layanan bimbingan belajar yang akan diberikan kepada siswa adalah dalam bentuk pengenalan tentang sekolah dan kurikulum belajarnya, cara belajar yang baik sehingga dapat memilih jurusan yang sesuai dengan bakat, minat dan kempuannya, sehingga siswa dapat mengatasi permasalahan belajarnya.
Menurut Winkel (1981) bentuk layanan bimbingan belajar dapat dilakukan dengan program bimbingan belajar yang terencana dan terorganisir dengan baik, meliputi: 
  1. Pemberian informasi kepada siswa baru di sekolah mengenai tujuan sekolah, isi kurikulum, penyesuaian diri di sekolah, cara-cara belajar dan struktur organisasi sekolah. Semua ini diusahakan dalam orientasi belajar siswa. 
  2. Memberikan informasi kepada siswa dan tuntunan dalam hal belajar di rumah dan membentuk kelompok-kelompok belajar. 
  3. Memberikan informasi tentang kemungkinan dan kesempatan untuk melanjutkan studi dan tuntutan-tuntutan apa yang harus dipenuhi supaya berhasil. 
  4. Mengumpulkan data mengenai bakat-bakat dan hasil belajar masing- masing siswa, agar siswa dapat ditolong untuk mengenal dirinya sendiri. Tanpa tersedianya data semacam ini, program bimbingan belajar tidak dapat terlaksana dengan baik.  
  5. Melakukan wawancara dengan siswa untuk membicarakan kesukaran- kesukaran dalam belajar, untuk membicarakan pilihan sekolah lanjutan, dan untuk membicarakan kegagalan yang disebabkan karena salah memilih jurusan. 
Jadi, bentuk layanan bimbingan belajar yang diberikan kepada siswa adalah segala informasi yang menunjang kegiatannya dalam hal belajar mulai dari pengenalan tentang sekolah, pengenalan bakat dan kemampuan diri dalam hal belajar sampai kepada kesulitan belajar yang akan dihadapinya nanti.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat kita simpulkan bentuk-bentuk layanan bimbingan belajar bagi siswa adalah sebagai berikut:
  1. Memberikan orientasi kepada siswa baru yang berisi informasi mengenai tujuan sekolah, kurikulum, penyesuaian diri, cara belajar, dan struktur organisasi sekolah. 
  2. Memberikan informasi tentang cara belajar yang tepat bagi siswa selama mengikuti pelajaran di sekolah maupun secara mandiri di rumah, baik berkelompok maupun individu. 
  3. Memberikan informasi tentang jurusan maupun program studi yang sesuai bagi siswa untuk melanjutkan pendidikannya pada tingkat yang lebih tinggi. 
  4. Melakukan pengumpulan data yang berhubungan dengan siswa agar bimbingan belajar dapat terlaksana dengan baik. Seperti bakat, minat, cita-cita, hasil belajar masing-masing siswa dan lain sebagainya. 
  5. Membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar, membentuk kelompok belajar, dan mengatur kegiatan kelompok dengan cara melakukan wawancara dengan siswa untuk membicarakan kesulitan belajarnya agar dapat ditemukan penyebab dan bagaimana cara mengatasinya.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar