Pengertian Produktivitas

Pengertian produktivitas mengacu pada jumlah dan kualitas produk yang dihasilkan. Produktivitas sekarang ini banyak dibicarakan oleh orang banyak bias dilhat dari berbagai sudut pandang tergantung pada siapa yang mengemukakanya dan apa tujuanya untuk memberikan gambaran tentang produktivitas berikut ini berberapa penjelasan yang berkaitan dengan produktivitas menurut ahli. Filosofi dan spirit tentang produktivitas sudah ada sejak awal peradaban manusia karena makna produktivitas adalah keinginan (the will) dan upaya (effort) manusia untuk selalu meningkatkan kualitas kehidupan dan penghidupan di segala bidang.
Menurut Muchdarsyah Sinungan (2000) mengemukakan bahwa Produktivitas adalah suatu konsep yang bersifat universal yang bertujuan untuk menyediakan lebih banyak barang dan jasa yang akan digunakan oleh banyak manusia, dengan menggunakan sumber-sumber riil yang semakin sedikit.
Selanjutnya menurut Muchdarsyah Sinungan (2003) mengatakan bahwa “Produktivitas mengandung pengertian suatu sikap mental patriotik yang memandang hari depan secara optimis dengan berakar pada keyakinan diri bahwa kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini”.
Pada dasarnya pengertian produktivitas adalah suatu konsep universal yang bertujuan menciptakan lebih banyak barang dan jasa bagi banyak manusia dengan menggunakan sumber daya yang semakin terbatas.
Menurut Matthias Aroef (2005) mengemukakan sebagai berikut: “Pengertian produktivitas pada skala mikro atau ditingkat perusahaan bisa dibaca sebagai perbandingan antara keluaran dengan masukan perusahaan tersebut”.
Disini keluaran adalah semua masukan yang digunakan untuk menghasilkan, dengan demikian masukan yang dipergunakan harus dihitung dengan cermat agar tidak terjadi kekeliruan untuk produktivitas yang diperoleh.
Dari pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa produktivitas adalah perbandingan antara keluaran dengan masukan perusahaan yang dihitung dengan cermat dan dipergunakan, dan yakin pada diri bahwa kehidupan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.
Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas
Kunci terhadap peningkatan produktivitas bukanlah pada input tetapi pada apa yang terjadi di tempat kerja. Banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas, baik yang berhubungan dengan lingkungan usaha dan kebijakan pemerintah secara keseluruhan.
Menurut balai pengembangan produktivitas daerah, enam faktor utama yang menentukan produktivitas adalah sebagai berikut:
  1. Sikap kerja.
  2. Tingkat keterampilan.
  3. Hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan organisasi.
  4. Manajemen produktivitas.
  5. Efisien.
  6. Kewirausahaan, yang tercermin dalam pengambilan risiko, kreativitas dalam berusaha, dan berada pada jalur yang benar dalam berwirausaha.
Pengukuran Produktivitas
Suatu perusahaan pasti mempunyai berbagai tujuan yang ingin dicapai, satu-satunya yaitu meningkan produktivitas. maka untuk lebih menjelaskan mengenai produktivitas, alat analisis yang dikemukakan oleh Machdarsyah Sinungan (2000) adalah sebagai berikut:
  1. Jumlah dan waktu.
  2. Mutu.
  3. Efisiensi dan efektivitas.
Produktivitas dapat dipandang sebagai suatu ukuran atas penggunaan sumber daya dalam suatu organisasi yang biasanya dinyatakan sebagai rasio dari keluaran yang dicapai dengan sumber daya yang digunakan.
Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa pengertian produktivitas memiliki dua dimensi, yakni efektivitas dan efisiensi. Dimensi pertama berkaitan dengan pencapaian hasil yang maksimal, dalam arti pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas dan waktu. Sedangkan dimensi kedua berkaitan dengan realisasi penggunaannya atau bagaimana produk tersebut dilaksanakan.
Dewasa ini, produktivitas mendapat perhatian cukup besar. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa sebenarnya produktivitas manapun bersumber dari individu yang melakukan kegiatan. Namun individu yang dimaksudkan adalah individu sebagai pengusaha yang memiliki kualitas kerja yang memadai.
Efisiensi merupakan suatu ukuran dalam membandingkan penggunaan masukan yang sebenarnya terlaksana. Apabila masukan yang digunakan semakin besar penghematannya, maka tingkat efisiensi semakin tinggi, tetapi semakin kecil masukan yang dapat di hemat, semakin rendah tingkat efisiensi. Pengertian efisiensi disini lebih berorientasi kepada masukan sedangkan masalah keluaran (output) kurang menjadi perhatian utama.
Efektivitas merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat tercapai. Pengertian produktivitas ini lebih berorientasi kepada keluaran sedangkan masalah penggunaan masukan kurang menjadi perhatian utama. Apabila efisiensi dikaitkan dengan efektivitas maka walaupun terjadi peningkatan efektivitas belum tentu efektivitas meningkat.
Kualitas merupakan suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh telah dipenuhi berbagai persyaratan, spesifikasi dan harapan. Disamping itu kualitas juga berkaitan dengan proses produksi yang akan berpengaruh pada kualitas hasil yang dicapai secara keseluruhan.
Produktivitas = Efektivitas menghasilkan keluaran /Efisiensi penggunaan masukan
Produktivitas merupakan perbandingan dari efektivitas keluaran (pencapaian produk yang maksimal) dengan efisiensi salah satu masukan (pengusaha) yang mencakup kuantitas, kualitas dalam satuan waktu tertentu. Pengukuran produktivitas merupakan bagian penting dari kebijakan hasil produktivitas.
Pengukuran produktivitas memperlihatkan adanya perubahan baik tingkat produksi maupun bahan yang terjadi dalam hubungan dengan perubahan waktu. Dengan adanya pengukuran produktivitas ditingkat perusahaan, pihak manajemen mengetahui bahwa usahanya sedang berkembang.
Dalam pengukuran produktivitas ada dua cara yaitu:
Pengukuran secara kuantitatif
Pada pengukuran ini, mengukur produktivitas berdasarkan pada kuantitas dan proses yang ketat di dalam perusahaan, pengukuran secara kuantitas ada dua macam yaitu:
  • Produktivitas total adalah rasio dari output dengan jumlah dari seluruh input. Produktivitas total = Output total /Input total
  • Produktivitas parsial adalah rasio dari output dengan sejenis input. Produktivitas parsial = Output parsial/Input parsial
Pengukuran secara kualitatif
Pada pengukuran ini kita dapat meningkatkan produktivitas berdasarkan sejauhmana karyawan melaksanakan tugas atau mengenal kebiasaan kerja dalam hal absensi, sikap dalam menghadapi atasan dan teman kerja, tanggungjawab dalam melaksanakan tugas serta hal yang menyangkut semangat kerja.
Pengukuran produktivitas, bertujuan antara lain untuk membandingkan hasil:
  1. Pertambahan dari waktu ke waktu.
  2. Pertambahan pendapatan dari waktu ke waktu.
  3. Pertambahan kesempatan kerja dari waktu ke waktu.
  4. Jumlah hasil sendiri dengan hasil orang lain.
  5. Komponen prestasi utama sendiri dengan kemampuan utama lain.
Hasil yang penting di dalam pengukuran produktivitas adalah aspek input yang digunakan maupun output yang dihasilkan oleh suatu usaha.
Ukuran output dinyatakan dalam bentuk:
  1. Jumlah sasaran produk.
  2. Nilai rupiah produk.
  3. Jumlah laba kotor.
  4. Nilai tambah.
Menurut Rusli Syarif (1997:49) ukuran input dapat dinyatakan dalam bentuk:
  1. Jumlah tenaga kerja.
  2. Jumlah jam kereja.
  3. Jumlah biaya tenaga kerja.
  4. Jumlah jam mesin.
  5. Jumlah material.
  6. Jumlah biaya keseluruhan.
Pentingnya Peningkatan Produktivitas
Pentingnya peningkatan produktivitas dapat menunjang lajunya pertumbuhan ekonomi. Apabila perekonomian tumbuh dan berkembang maka dapat menciptakan pemerataan kesempatan kerja, perluasan kesempatan baru akan menambah tingkat pendapatan masyarakat, jika pendapatan masyarakat bertambah dapat meningkatkan daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
Peningkatan produktivitas dapat berarti peningkatan hasil yang akan dicapai dengan penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar