Tes Kemampuan Umum

Tes kemampuan umum biasanya  disebut  dengan  tes  inteligensi  yakni  suatu  tes  yang  mengukur  kemampuan  seseorang  secara  umum.  Misalnya  Tes  Kecerdasan  yang dirancang  oleh  JC  Raven  (Progressive  Matricks)  dengan  segala modifikasinya.  Tes  ini  biasa  disebut  juga  sebagai  General  Mental  Ability yang  disusun  sedemikian  rupa  sehingga  pengaruh  kemampuan  verbal, kondisi  budaya  dan  tingkat  pendidikan  terhadap  hasil  tes  diperkecil (Raven, 1960). Tes ini disusun berdasarkan pengukuran Spearman atas faktor umum ”Spearman’s g factor” (Anastasi, 1990).
Tes Matriks Progresif terstandar dapat diberikan secara individu maupun kelompok, terdiri atas kelompok A, B, C, D, E yang masing-masing kelompok terdiri dari 12 (dua belas) butir. Setiap butir tes disusun atas urut-urutan kesukaran dari yang paling mudah sampai yang paling sukar. Semua butir tes (36 butir) hanya berwujud  gambar  tanpa  ada  tulisan,  hanya  dua  warna  hitam  dan  putih.
Lembar  jawaban disediakan secara terpisah. Menurut Raven (1960), tes Matriks  Progresif  berlaku  untuk  semua  bangsa-bangsa  di  dunia,  hal  ini dimungkinkan karena tes ini hanya berwujud gambar-gambar sederhana, tidak memerlukan bahasa tulisan maupun lisan. Tes ini mendekati ” culture free test” (Masrun 1975).
Tes  Matriks  Progresif  sangat  memuaskan  untuk  mengukur  kecerdasan dan  mempunyai validitas  yang  meyakinkan (Sugiyanto, dkk, 1984). Oleh karena  itu  tujuan  penggunaan  tes  ini  ialah  untuk  mengukur  dan menggolongkan  tingkat  kecerdasan  umum  dari  subyek.  Tes  Matriks Progresif  selama  Perang  Dunia  II  digunakan  di  Inggris  untuk penggolongan dalam kemiliteran (Cronbach, 1984).
Waktu penggunaan Tes Matriks Progresif tidak terbatas, hanya disediakan waktu  sekitar  30  menit  ditambah  dengan  waktu  untuk  pemberian penjelasan bagaimana mengerjakan tes tersebut (Sugiyanto, dkk, 1984).
Penggolongan  tingkat  inteligensi  subyek  (Raven,  1960)  didasarkan  atas nilai persentil pada kelompok subyek sebagai berikut:
  1. Intellectually superior pada persentil ke-95 ke atas 
  2. Definitely  above  the  average  in  intellectual  capacity,  pada  persentil antara persentil 75 sampai dengan persentil 95 
  3. Intellectually average, pada persentil antara 25 sampai persentil 75 
  4. Definitely  below  average  in  intellectual  capacity,  antara  persentil  5 sampai dengan persentil 25 
  5. Intellectually defective, terletak pada persentil dibawah 5
Salah  satu  cara  menginterpretasikan  skor  Matriks  Progresif  yakni menggunakan  ”Manual  Standard  Progressive  Matrics”  yang  dikeluarkan oleh  Australian  Council  for  Education  Research  (ACER),  skor  yang diperoleh langsung dikonversikan dengan IQ.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar