Teori Mentalisme

Teori mentalisme atau teori nativisme adalah lawan dari teori behaviorisme. Chomsky (1959) menyerang dengan sangat tajam teori behaviorisme yang ditokohi oleh Skinner. Menurut  Chomsky, tingkah laku manusia jauh lebih rumit daripada tingkah laku binatang, tikus. Dengan kerumitannya itulah sehingga mustahil pemberian stimuli eksternal dan respons mampu menentukan tingkah laku bahasa. Bagi chomsky,k yang mampu memikul tanggung jawab tingkah laku bahasa hanyalah kemampuaan bawaan. Spekulasi Skinner itu bersifat prematur dalam arti berlaku pada tahap paling awal sebelum seseorang atau anak memperoleh pengertian yang lebih baik dari sistem linguistik yang dipelajarinya (Hamid, 1987).
Pada tahun 1960-an sebelum chomsky muncul ke permukaan terjadi kejutan besar yaitu lahirnya pendekatan yang mencurahkan perhatiannya pada faktor linguistik eksternal. Setelah tahun tahun 1960-an perhatian beralih pada kejutan baru yang dipelopori oleh Chomsky dengan topik baru Tata bahasa Transformasi Generatif (TG). Di dalam teori ini Chomsky mengunggulkan language acquisition device (LAD) yang berfungsi  sangat menentukan. Alat pemerolehan bahasa ini menyebabkan anak memiliki kemampuan untuk membuat hipotesis tentang struktur bahasa umum, dan tentang struktur bahasa yang sedang dipelajari secara khusus. Era baru yang diperkenalkan Chomsky pada tahun 1960-an itu dicatat sebagai masa paradigmatik dalam dunia linguistik (Tolla, 1990).
Indikator utama dari masa paradigmatik linguistik Chomsky adalah kompetensi dan performansi (competence and performance). Pada awal munculnya kompetensi dan performansi itu orang segera mengontraskannya dengan language dan parole dari de Saussure. Secara fundamental kompetensi berbeda dengan performansi. Kompetensi mengenai pengetahuan pembicara-pendengar terhadap bahasanya, dan performansi ialah penggunaan bahasa yang sebenarnya dalam situasi yang konkret (Chomsky,1965).
Salah seorang penganut teori mentalisme adalah Lennenberg (1967). Ia berpendapat bahwa bahasa merupakan species-specific dengan cara tertentu dalam perilaku bahasa yang ditentukan secara biologis. Bahasa adalah mekanisme yang bersifat bawaan (innate) yang disebut alat pemerolehan bahasa (LAD) dan yang memugkinkan seorang anak memformulasikan sistem bahasa yang bersifat abstrak. Mekanisme bahasa yang ersifat bawaan bekerja sesuai dengan urutan dan aturan berikut ini:
Apabila anak disuruh menggunakan bahasa, mekanisme ini berpacu dan memformulasikan hiptesis struktur bahasa yang memungkinkan terjadinya kontak. Hipotesis secara tetap diperiksa kembali oleh mekanisme tersebut melalui penggunaan bahasa (Said,1987).
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar