Jenis Ekspresi Emosi

Ada beberapa jenis ekspresi emosi. Plutchik (Riana Mashar, 2011)  mengungkapkan bahwa, “ekspresi emosi dapat diamati dari ekspresi wajah, ekspresi tubuh, dan ekspresi vokal”. Ekspresi Interpretasi terhadap kejadian wajah lebih bersifat universal terutama pada enam emosi dasar yaitu kebahagiaan, kesedihan,  takut,  marah,  jijik  dan  surprise  (keterkejutan). 
Ekspresi  wajah sebenarnya  merupakan  bagian  dari  ekspresi  tubuh  sebagai  aspek  perilaku nonverbal. Perilaku lain yang menunjukkan ekspresi tubuh yang dapat digunakan sebagai  cara  mengkomunikasikan  keadaan  perasaan  adalah  mata,  arah  pandang, gerak,  dan  sikap  tubuh,  jarak  sosial  dan  sentuhan.  Adapun  ekspresi  vokal  pada manusia  disampaikan  dengan  suara  atau  bunyi  vokal,  sebagai  campuran  yang kompleks  pada  pola  linguistik  (kata-kata)  maupun  elemen  nonlinguistik;  yang mengacu pada suara, nada, dan bunyi hidung.
Berdasarkan  uraian  tersebut,  dapat  disimpulkan  bahwa  emosi  dapat diekspresikan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Ekspresi verbal, misalnya menulis,  berbicara  tentang  emosi  yang  dialami  dan  lain  sebagainya.  Untuk ekspresi  nonverbal  contohnya  ekspresi  wajah,  ekspresi  vokal  atau  intonasi, perubahan fisiologis, gerak, dan isyarat tubuh, serta tindakan-tindakan emosional lainnya.
Asadi  Muhammad  (2011)  mengurutkan  beberapa  jenis  ekspresi emosi, yaitu ekspresi wajah, ekspresi vokal, perubahan fisologis, gerak dan isyarat tubuh, serta tindakan-tindakan emosional. Berikut ini akan diuraikan sebagai lebih dalam.
Ekspresi Wajah
Aristoteles (dalam Carol Wade & Carol Tavris, 2007) menulis,  “terdapat  beberapa  ekspresi  wajah  tertentu  yang  mengikuti  rasa marah,  takut,  rangsangan  erotis,  dan  semua  perasaan  kuat  lainnya”.  Emosi bahagia  dan  sedih  dapat  dilihat  dari  raut  wajah.  Melalui  wajah  seseorang, dapat dilihat emosi apa yang sedang ia alami, baik itu marah, sedih, bahagia, takut ataupun terkejut.
Ekspresi Vokal
Nada suara seseorang akan berubah mengiringi emosi yang ia alami. Orang yang sedang marah, nada suaranya akan meninggi. Begitupun pada orang yang sedang berbahagia, pada umumnya nada suara mereka lebih lepas  dan  lancar.  Berbeda  dengan  orang  yang  sedang  bersedih,  ia  akan terbata-bata saat berbicara.
Perubahan Fisiologis
Secara fisiologis, jika sedang mengalami emosi tertentu maka  akan  ada  perubahan  pada  detak  jantung  yang  cenderung  meningkat, kaki  serta  tangan  yang  bergetar  bahkan  sampai  bulu  kuduk  merinding,  otot wajah menegang hingga berkeringat.
Gerak  dan  Isyarat  Tubuh
Emosi  dapat  diekspresikan  melalui  gerak  dan isyarat  tubuh.  Hal  ini  bisa  terlihat  pada  orang  yang  gugup  ataupun  sedang jatuh  cinta.  Orang  yang  sedang  gugup  akan  menjadi  tidak  hati-hati,  banyak melakukan  gerakan  yang  tidak  perlu,  sering  melakukan  kesalahan  dan berkeringat.  Orang  yang  sedang  jatuh  cinta  akan  menatap  yang  dicintainya lebih sering, duduk condong padanya, dan tersenyum lebih lebar.
Tindakan-Tindakan  Emosional
Beberapa  tindakan  emosional  antara  lain, memukul, menangis, diam, meringkuk di bawah meja, melempar barang dan tindakan lain yang menampakkan dengan jelas emosi yang sedang dialami.
Ekspresi emosi mempunyai peranan yang sangat penting bagi perkembangan anak. Bretherton et al., (Desmita, 2006) menyebutkan “ada tiga fungsi utama ekspresi  emosi,  yaitu  adaptasi  dan  kelangsungan  hidup,  regulasi,  dan komunikasi”. Kemampuan mengekspresikan emosi merupakan hal yang penting dalam pergaulan sosial. Hal ini disebabkan karena dengan menggunakan ekspresi emosi yang tepat maka orang-orang di sekitar akan memahami apa yang sedang dirasakan dan diinginkan sehingga respon yang akan diberikan oleh orang-orang tersebut adalah respon  yang sesuai dari apa  yang diminta melalui ekspersi  yang ditunjukkan.  Dengan  demikian,  dapat  dikatakan  bahwa  ekspresi  emosi  memiliki peran  yang  sangat  penting  dalam  menunjukkan  kepada  orang  lain  apa  yang dirasakan seseorang.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar