Pengertian Pendidikan Akhlak

Ada beberapa pengertian pendidikan pendidikan akhlak. Akhlak dalam pengertian etimologis berasal dari bahasa Arab, kalau diderivasikan berasal dari akar kata “khalaqa, “yakhluqu”, “khuluqan”. Bentuk jamak dari kata yang ketiga adalah akhlaq, yang berarti tabiat, kebiasaan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata akhlak diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. Kata akhlak walaupun terambil dari bahasa Arab (yang biasa diartikan tabiat, perangai, kebiasaan, bahkan agama), namun kata seperti itu tidak ditemukan dalam al-Qur’an. Yang ditemukan hanyalah bentuk tunggalnya yaitu khuluq yang tercantum dalam surat al-Qalam ayat 4. Ayat tersebut dianggap sebagai pengangkatan Nabi Muhammad saw. sebagai rasul.
Secara bersamaan sering dijumpai penggunaan istilah moral, ahklak, dan etika. Ketiganya memiliki makna etimologis sama, yakni adat kebiasaan, perangai, dan watak. Hanya saja, ketiganya berasal dari bahasa yang berbeda, masing-masing Latin, Arab, dan Yunani. Akar ketiganya adalah mos (jamaknya: moses), khuluq (jamaknya: akhlaq), dan ethos (jamaknya: ta etha). Namun demikian, tidak mudah menterjemahkan secara persis sama untuk ketiga istilah ini. Paling tidak, seperti yang dikatakan oleh Sheila Mc. Donough, bahwa tidak mudah untuk menentukan istilah-istilah dan konsep-konsep etika dari kebudayaan yang berbeda. Istilah moral dan etika berasal dari linguistik Eropa asli, masing-masing dari Latin dan Yunani (Greece). Bahasa nonEropa memiliki istilah yang berbeda-beda mengenai moral dan etika, seperti dharma dalam bahasa India dan li dalam bahasa China. Adapun akhlak sendiri merupakan istilah yang tepat dalam bahasa Arab untuk arti moral dan etika. Jadi, bahasa moral, the language of moral, sangat bervariasi antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain, bahkan secara personal. Sekilas tampak ada kesamaan antara ketiga istilah tersebut, namun untuk lebih jelasnya akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan berikutnya.
Dengan demikian, dapat diambil suatu temuan ternyata akhlak merupakan bentuk kata jamak, plural, dari kata tunggalnya khuluq, selanjutnya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, perlu diuraikan pengertian akhlak secara terminologis. Banyak sekali para ahli di bidang akhlak yang memaparkan akhlak secara definitif. Diantaranya Ibn Miskawaih, menurutnya karakter (akhlak) merupakan suatu keadaan jiwa yang menyebabkan jiwa bertindak tanpa berpikir atau dipertimbangkan secara mendalam.
Pendapat ini diamini oleh al-Ghazali (1059-1111 M.), menurutnya: al-khuluq (jamak akhlaq) adalah ibarat (sifat atau keadaan) dari perilaku yang konstan (tetap) dan meresap dalam jiwa, daripadanya tumbuh perbuatan-perbuatan dengan mudah dan wajar tanpa memikirkan pikiran dan pertimbangan.
Pendapat ini senada dengan apa yang dikatakan oleh Zaidan: Akhlak adalah nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa yang dengan sumber dan ukurannya seseorang dapat menilai perbuatannya baik dan buruk untuk kemudian memilih melakukan atau meninggalkannya.
Merunut ketiga definisi di atas, ada kesepakatan akhlak merupakan keadaan sifat yang tertanam dalam jiwa memanifestasikan perbuatan-perbuatan sepintas tanpa berpikir dan pertimbangan. Dengan demikian, perbuatan yang didasari suatu motif tertentu bukanlah hasil dari akhlak. Seperti seseorang menyumbangkan harta, belum tentu itu karena akhlaknya, akan tetapi mungkin karena memiliki motif ingin dilihat atau dipandang baik oleh orang lain.
Al-Gazali mempertegas akhlak bukanlah perbuatan karena beberapa banyak orang yang akhlaknya pemurah tetapi memberi dan sebaliknya ada orang yang akhlaknya kikir, tetapi ia memberi karena ada pengaruh ria. Akhlak bukan pula suatu ma’rifat (mengetahui dengan mendalam), karena ma’rifat itu berhubungan dengan yang baik dan buruk dengan suatu cara. Tetapi akhlak pada dasarnya adalah keadaan jiwa dan bersifat batiniyah yang mendorong terhadap tingkah laku. Dari sini secara mutlak akhlak bukanlah perbuatan baik atau buruk dan bukan pula kekuasaan atas keduanya, tetapi akhlak adalah keadaan yang dengannya jiwa mempersiapkan untuk memunculkan tingkah laku.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar