Perkembangan Model Citra Tubuh

Perkembangan model citra tubuh berbeda untuk setiap situasi dan zaman. Pemikiran bahwa tubuh yang kurus sebagai tubuh ideal banyak dipengaruhi oleh nilai dari kebudayaan Amerika. Nilai kebudayaan Amerika mengajarkan individualitas, kerja keras, kontrol diri, dan kesuksesan. Individu mendapat pesan bahwa dengan melakukan diet dan olahraga yang cukup, segala sesuatu bisa diatasi. Perempuan terkhususnya mendapat pesan bahwa dengan tubuh yang sempurna, pekerjaan dan kehidupan pribadinya akan sukses (Barnard, 1992).
Standard kecantikan tubuh terus menerus berubah. Setiap zaman memiliki model citra tubuh tersendiri. Seiring dengan berubahnya gambaran tentang kecantikan, tubuh wanita juga diharapkan berubah sesuai dengan gambaran tubuh yang ideal pada zaman tersebut.
Cohen (2001) memberikan gambaran tentang perubahan model citra tubuh yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan politik di Amerika, yaitu;
  1. Pada abad ke-18, tubuh ideal wanita yaitu tubuh yang berotot, besar, kuat, dan sangat subur. 
  2. Pada abad ke-19, tubuh ideal wanita, yaitu tubuh yang lemah, lesu, dan pucat. 
  3. Pada abad ke-20, tubuh ideal wanita mengalami perubahan beberapa kali, yaitu mulai dari langsing, kuat dan berotot, keibuan, subur, serta sangat kurus dengan payudara yang besar. 
  4. Pada abad ke-21, gambaran tubuh ideal wanita adalah tubuh yang kurus, seperti  seorang model. Tubuh yang kurus menjadi standard ideal. Tidak jarang wanita melakukan sedot lemak untuk membuat bagian pinggul dan bokong terlihat lebih kurus.      
Hernita (2006) mengemukakan bahwa perkembangan standard ideal tubuh yang terus menerus dipaparkan oleh media berdampak bagi para wanita di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Tubuh ideal yang ditunjukkan oleh media di Indonesia saaat ini, yaitu tubuh yang langsing dan berkulit putih bersih.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar