Perkembangan Kontrol Diri

Perkembangan kontrol diri merupakan sebuah proses. Menurut Calhoun dan Acocella (1990), perkembangan kontrol diri (self kontrol) adalah penting untuk dapat bergaul dengan orang lain dan untuk mencapai tujuan pribadi. Kontrol diri kadang-kadang dianggap sebagai lawan dari kontrol eksternal. Pada mulanya, individu menetapkan standartnya sendiri, sedangkan terakhir, standar ditetapkan untuk dia.  
Proses belajar merupakan pusat bagi perkembangan kontrol diri. Melalui pengkondisian responden, kita mempelajari asosiasi dengan stimulus yang menyenangkan dan menyakitkan, jadi melatih diri sendiri untuk menunda pemuasan. Melalui pengkondisian operan, kita belajar mengontrol diri sendiri untuk mencapai konsekuensi yang memuaskan. Perilaku kita mungkin diperkuat dengan penguatan positif (stimulus menyenangkan) atau penguatan negatif (pemusnahan stimulus yang tidak menyenangkan). Perilaku dapat dilemahkan melalui hukuman atau pemusnahan.  
Ketika apa yang dipelajari seseorang dalam satu situasi atau tentang respon seseorang yang dipindahkan kesituasi atau respon lain, terjadilah generalisasi. Apabila perbedaan dibuat antara situasi atau respon, proses itu dinamakan diskriminasi. Respon-respon yang kompleks dapat dipelajari melalui pembentukan, proses mempelajari suatu respon melalui penguatan dari pendekatan yang berturut-turut mengenai respon itu, atau melalui peneladanan, belajar tentang suatu respon dengan mengamati orang lain.
Kontrol Diri diartikan sebagai kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa ke arah konsekuensi positif. 
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar