Pengertian Konformitas

Pengertian konformitas yang dikemukakan oleh Chaplin (2006) dalam kamus besar psikologi adalah suatu kecenderungan untuk memperbolehkan satu tingkah laku seseorang dikuasai oleh sikap dan pendapat yang sudah berlaku. Konformitas merupakan perubahan tingkah laku yang banyak dibahas didalam berbagai literatur psikologi sosial.
Para ahli psikologi mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian konformitas ini. Adapun definisi mengenai konformitas ini adalah sebagai berikut:
“Conformity is a change in behavior or belief as a result of real or imagined group of pressure“ (Kiesler & Kiesler dalam Myers, 2003: 244; Solomon 2004). Mereka mengemukakan bahwa konformitas merupakan perubahan tingkah laku ataupun kepercayaan sebagai hasil dari tekanan kelompok, baik yang nyata ataupun tidak.
Sementara itu, beberapa tokoh psikologi juga menyumbangkan pemikirannya mengenai konformitas sebagai berikut :
Conformity is compliance with the standards with group when no direct request has been made” (Watson, DeBortali-Tregerthan, & Frank, 1984 : 229). Konformitas diartikan sebagai pemenuhan standar kelompok walaupun tidak ada permintaan langsung dari kelompok. Definisi ini hampir mirip dengan definisi yang dikemukakan oleh beberapa tokoh lain nya dalam sumber yang berbeda.
Mereka mengemukakan definisi konformitas sebagai berikut:
“Yielding to perceive group pressure when no direct request to comply with the group has been made” (Deaux, Dane, & Wrightman, 1993 : 229).
Selain itu, Baron & Byrne (1994: 194) juga mengajukan definisi yangsedikit berbeda dari tokoh-tokoh yang lainnya yaitu:
“Conformity toward going along with society’s expectations about how we should have behave in various situation” (Baron & Byrne, 1994 : 194). Mereka mengemukakan bahwa konformitas terjadi saat seseorang mengikuti harapan masyarakat mengenai bagaimana seharusnya seseorang berperilaku dalam berbagai situasi.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar