Jenis Sumber Daya Alam

Terdapat beberapa jenis sumber daya alam. Sumberdaya alam ialah suatu sumberdaya yang terbentuk secara alamiah, misalkan tanah, air, udara, ruang, mineral, energi matahari serta angin. Moh Soerjani (1987) mengemukakan sumber daya alam sebagai berikut:
“Untuk kepentingan pembangunan ekonomi, sumberdaya alam digolongkan berdasarkan potensi penggunaannya, misalnya (1) sumberdaya alam penghasil energi, seperti air, gas bumi, sinar matahari, minyak bumi, batubara dan angin, (2) sumber daya alam penghasil bahan baku yang terdiri atas bahan bahan galian tambang, biotis, tanah dan perairan, (3) sumberdaya alam lingkungan hidup seperti udara, landscape, dan sebagainya”.
Menurut Nursid Sumaatmadja (1981) mengelompokan sumberdaya alam menjadi tiga golongan yaitu:
Sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui yaitu berarti sumberdaya yang tidak dapat dipulihkan kembali setelah digunakan, atau jika dipulihkan kembali tidak menguntungkan karena biaya pemulihan lebih besar daripada hasil pemulihannya. Yang termasuk sumber daya yang tidak dapat dipulihkan kembali , yaitu mineral bahan bakar atau bahan bakar fosil (fosil fuel) dan logam. Mineral bahan bakar yaitu minyak dan gas bumi.
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui atau sumber daya alam yang dapat pulih, yaitu sumber daya alam yang dapat pulih kembali secara alamiah ataupun secara budaya setelah dimanfaatkan. Ke dalam sumberdaya ini termasuk sumberdaya nabati dan hewani, dan energy yang dihasilkan oleh proses tenaga alam (air, angin, pasang surut, sinar panas matahari). Sumberdaya ini dalam jangka waktu tertentu dapat pulih kembali.
Sumberdaya alam yang tidak akan habis
Sumberdaya yang tidak akan berakhir yaitu keindahan panorama yang berharga bagi kepariwisataan, dan faedah–faedah yang diperoleh dari iklim.
Sumberdaya dan pemanfaatannya baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak, harus dilakukan secara bijaksana agar jangan sampai merugikan lingkungan dan manusia itu sendiri.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar