Pengertian Blower

Pengertian Blower adalah mesin atau alat yang digunakan untuk menaikkan atau memperbesar tekanan udara atau gas yang akan dialirkan dalam suatu ruangan tertentu juga sebagai pengisapan atau pemvakuman udara atau gas tertentu. Bila untuk keperluan khusus, blower kadang-kadang diberi nama lain misalnya untuk keperluan gas dari dalam oven kokas disebut dengan nama exhouter. Di industri–industri kimia alat ini biasanya digunakan untuk mensirkulasikan gas–gas tertentu didalam tahap proses–proses secara kimiawi dikenal dengan nama booster atau circulator.
Kompresor juga sebagai alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan fluida mampu mampat, yaitu gas atau udara. Adapun pengertian kompressor adalah mesin untuk memampatkan udara atau gas. Secara umum biasanya menghisap udara dari atmosfer, yang secara fisika merupakan campuran beberapa gas dengan susunan Nitrogen, Oksigen, dan campuran argon, Karbon dioksida, Uap air, minyak dan lainnya.
Kompresor juga banyak digunakan di industri bangunan mesin,terutama untuk menggerakkan pesawat–pesawat pneumatic, antara lain boor, hammer, pesawat angkat, pembersih pasir, alat control, penyemprotan dan pompa. Tekana kerja untuk alat pneumatic berkisar 1 – 15 psig, mesin pneumatic 70 : 90 psig, untuk udara 40 : 100 psig (udara berekvansi) dan untuk pencairan gas tekanan kerjanya 200 : 3500 psig.
Kompresor dapat diklasifikasikan berdasarkan tekanan kerjanya.bila untuk tekanan kerja rendah (lebih kecil dari 15 in kolom air) digunakan ventilasi udara dan kipas angin. Seddangkan bila lebih besar dari 15 in digunakan istilah blower dan kompresor dengan klasifikasi:
Kompresor kerja positif (positive displacement compressor):
  1. Kompresor kerja bolak–balik (reciprocating compressor) 
  2. Blower bertekanan 
  3. Blower non – compression
Kompresor kerja dynamic (non-positive displacement compressor) 
  1. Radial flow centrifugal blower 
  2. Axial flow compressor 
  3. Mixed flow compressor
Secara lebih khusus berdasarkan tekanan, kompresor sentrifugal ini dibedakan atas:
Ventilator 
  1. Tinggi tekanan 100: 400 mm.ka, kadang sampai dengan 2000 mm.ka 
  2. Nama lain: penukar udara, pembuang udara, penghembus udara. 
  3. Kegunaan: sistem ventilasi, AC, pemberi udara bersih ke ruangan, transportasi debu, penyemprot cat, peralatan pengering udara.
Blower 
  1. Tinggi tekanan: lebih tinggi daripada ventilator 
  2. Kegunaan: penghembus udara tanur tinggi atau prose.
Kompresor 
  1. Tingi tekanan: lebih besar daripada blower 
  2. Kegunaan: peralatan pneumatic, industri kimia (pemampat gas N2, asam dan nitrat), industri petrokimia (pemampat dan sirkulasi gas), industri soda (kompresor gas sintesa amoniak dan methanol) kompresor CO2
Namun ada juga kompresor yang menghisap gas atau udara dengan tekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfer dan biasa disebut penguat (booster). Sebaliknya ada pula kompresor yang menghisap udara atau gas bertekanan lebih rendah dari tekanan atmosfer dan biasanya disebut pompa vakum. pada pupuk urea, pemadat gas.
Dalam kehidupan modern seperti sekarang ini kompresor mempunyai kegunaan yang sangat luas dihampir segala bidang baik dibidang industri, pertanian, rumah tangga, dan sebagainya. Jenis dan ukurannya pun beraneka ragam sesuai dengan pemakainya.
Klasifikasi kompresor dapat digolong - golongkan atas beberapa, yaitu:
Kompresor yang digolongkan atas dasar tekanannya.
Kompresor jenis ini dibagi menjadi tiga, yaitu:
  1. Kompresor (pemampat) dipakai untuk jenis bertekanan tinggi 
  2. Blower (peniup) dipakai untuk jenis bertekanan rendah 
  3. Fan (kipas) dipakai untuk jenis bertekanan sangat rendah. Universitas Sumatera Utara
Atas dasar pemampatannya
Atas dasar pemampatannya kompresor dapat dibagi atas dua, yaitu:
  1. Jenis turbo. Jenis turbo menaikkan tekanan dan kecepatan gas – gas dengan kecepatan gaya sentrifugal yang ditimbulkan oleh impeller atau dengan gaya angkat (lift) yang ditimbulkan oleh sudu. 
  2. Jenis perpindahan. Jenis perpindahan menaikkan tekanan dan kecepatan gas – gas dengan memperkecil dan memanfaatkan volume gas yang dihisap kedalam silinder atau stator oleh torak atau sudu.
Kompresor yang dibagi atas dasar konstruksinya: 
  1. Berdasarkan jumlah tingkat kompresi, yaitu: satu tingkat, dua tingkat, dan banyak tingkat 
  2. Berdasarkan langkah kerja, yaitu: kerja tunggal (single acting), kerja ganda (double acting) 
  3. Berdasarkan susunan silinder, yaitu: mendatar, tegak, bentuk L, bentuk V, bentuk W, bentuk bintang, lawan berimbang (balanced opposed) 
  4. Berdasarkan cara pendingin, yaitu: pendingin air, pendingin udara 
  5. Berdasarkan transmisi penggerak, yait : lansung, sabuk V, roda gigi 
  6. Berdasarkan penempatannya, yaitu: permanen, dapat dipindahkan 
  7. Berdasarkan pelumasannya, yaitu: pelumas minyak, tanpa minyak.
Blower ini tidak didinginkan dengan air karena penambahan biaya yang dibutuhkan untuk system pendinginan. Untuk keperluan gas, blower dipakai untuk mengeluarkan gas dari oven kokas, ini disebut dengan exhauster. Bila tekanan pada sisi hisap adalah diatas tekanan atmosfer (seperti yang kadang–kadang dipakai industri kimia dimana tinggi tekan yang cukup besar harus tersedia untuk dapat mensirkulasikan gas–gas melalui berbagai proses) blower ini dikenal dengan nama booster atau circulator.
Untuk blower–blower yang tidak diinginkan tinggi tekan ini didasarkan pada pemanfaatan adibatis, sedangkan bila dilakukan pendinginan sering digunakan pemanfaatan dengan proses isoterma.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar