Jenis-jenis Protein

Terdapat beberapa jenis-jenis protein. Klasifikasi protein dapat dilakukan dengan berbagai cara:
Jenis-jenis protein berdasarkan bentuknya:
Protein fibriler (skleroprotein)
Adalah protein yang berbentuk serabut. Protein ini tidak larut dalam pelarut-pelarut encer, baik larutan garam, asam basa ataupun alkohol. Contohnya kolagen yang terdapat pada tulang rawan, miosin pada otot, keratin pada rambut, dan fibrin pada gumpalan darah.
Protein globuler atau steroprotein
Adalah protein yang berbentuk bola. Protein ini larut dalam larutan garam dan asam encer, juga lebih mudah berubah dibawah pengaruh suhu, konsentrasi garam, pelarut asam dan basa dibandingkan protein fibriler. Protein ini mudah terdenaturasi, yaitu susunan molekulnya berubah diikuti dengan perubahan sifat fisik dan fisiologiknya seperti yang dialami oleh enzim dan hormon.
Berdasarkan kelarutannya, protein globuler dapat dibagi dalam beberapa grupyaitu:
  1. Albumin yaitu, larut dalam air dan terkoagulasi oleh panas. Contohnya albumin telur, albumin serum, dan laktalbumin dalam susu. 
  2. Globulin yaitu, tidak larut dalam air, terkoagulasi oleh panas, larut dalam larutan garam encer, mengendap dalam larutan garam konsentrasi tinggi. Contohnya adalah legumin dalam kacang-kacangan. 
  3. Glutelin yaitu tidak larut dalam pelarut netral tetapi larut dalam asam atau basa encer. Contohnya glutelin gandum. 
  4. Prolamin atau gliadin Yaitu larut dalam alkohol 70-80% dan tak larut. dalam air maupun alkohol absolut. Contohnya prolamin dalam gandum. 
  5. Histon Yaitu larut dalam air dan tidak larut dalam amoniak encer. Contohnya adalah histon dalam hemoglobin. 
  6. Protamin Yaitu protein paling sederhana dibandingkan protein-protein lainnya, tetapi lebih kompleks dari pada protein dan peptida, larut dalam air dan tidak terkoagulasi oleh panas.Contohnya salmin dalam ikan salmon (Budianto. 2009).
Berdasarkan hasil hidrolisa total suatu protein dikelompokkan sebagai berikut:
  1. Asam amino esensial Yaitu asam amino yang tidak dapat disintesa oleh tubuh dan harus tersedia dalam makanan yang dikonsumsi. Pada orang dewasa terdapat delapan jenis asam amino esensial : 1. Lisin 5. Threonin 2. Leusin 6. Phenylalanin 3. Isoleusin 7. Methionin 4. Valin 8. Tryptophan Sedangkan untuk anak-anak yang sedang tumbuh , ditambahkan dua jenis lagi ialah Histidin dan Arginin. 
  2. Asam amino non esensial Yaitu asam amino yang dapat disintesa oleh tubuh.Ialah : 1. Alanin 6. Tirosin 2. Asparagin 7. Sistein 3. Asam aspartat 8. Glisin 4. Asam glutamat 9. Serin 5. Glutamin 10. Prolin (Sediaoetama, 1985).
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar