Sumber Perubahan Sosial

Sumber perubahan sosial berasal dari beberapa faktor yang dapat menyebabkan perubahan sosial, baik drastis (revolusi) maupun berlangsung secara perlahan-lahan (evolusi). Sumber perubahan sosial dapat berasal dari perubahan teknologi, gagasan atau ideologi, ekonomi dan politik, ivonasi kebudayaan, kompetisi dan konflik, event dan penduduk, serta perubahan lingkungan fisik.
Teknologi
Perkembangan IPTEK membawa dampak yang luar biasa terhadap perkembangan masyarakat. Ada kalanya IPTEK menjadi satu tolok ukur bagi kemajuan suatu masyarakat. Pengaruh teknologi dapat membawa perubahan dalam pola pikir manusia.
Ada empat perubahan kecenderungan berpikir yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi, yaitu (Soelaiman, 1998):
  1. Tumbuhnya reifikasi, yaitu anggapan bahwa yang semakin luas dalam kenyataan harus diwujudkan dalam bentuk-bentuk lahiriah dan diukur secara kuantitatif. 
  2. Manipulasi, yaitu kemampuan manipulasi yang tinggi bagi kerangka berpikir manusia yang disebabkan kemampuan teknologi dalam merubah dan mengolah benda-benda alamiah menjadi sesuatu yang bersifat artificial demi memenuhi kepentingan manusia. 
  3. Fragmentasi, yaitu adanya spesialisasi dalam pembagian kerja yang akhirnya menuntut profesionalisme dalam dunia kerja. 
  4. Individualisasi, yang dicirikan dengan semakin renggangnya ikatan seseorang dengan masyarakatnya dan semakin besarnya peranan individu dalam tingkah laku kehidupan sehari-hari.
Ginting (dalam Ruswanto, 2003) mengungkapkan beberapa pengaruh teknologi terhadap perkembangan suatu masyarakat:
  1. Suatu penemuan baru di bidang teknologi dapat menghancurkan basis ekonomi masyarakat melalui penggantian beberapa tenaga kerja manusia dengan tenaga mesin (melalui mekanisasi). 
  2. Teknologi mampu menghasilkan suatu produk dalam kategori massal, sehingga sebuah produk dapat menjadi lebih mudah diperoleh dengan harga murah.
Gagasan atau Ideologi
Ideologi pada dasarnya merupakan sistem ide atau gagasan yang dimiliki sekelompok orang yang dijadikan landasan bagi tindakannya. Mannheim (dalam Lauer, 2001) mendefinisikan ideologi sebagai sistem ide yang menghasilkan perilaku dalam mempertahankan tatanan yang ada.
Ideologi sebagai sebuah sumber perubahan sangat nampak pada analisis Weber mengenai etika Protestan dan semangat kapitalisme. Menurut Weber, perkembangan industri kapitalis tidak dapat dimengerti hanya melalui peran faktor material saja seperti teknologi. Pada masyarakat India dan Cina, Weber melihat teknologi sebagai syarat industri telah ada di sana, namun tidak menghasilkan perkembangan industri yang besar. Di lain pihak, dalam masyarakat barat mengalami perkembangan yang sangat pesat yang disebabkan oleh sistem nilai masyarakat yang kemudian dikenal dengan istilah “etik protestan”. Etika inilah yang mampu mengubah kegiatan ekonomi masyarakat barat.
Weber berpendapat bahwa perkembangan kapitalisme dipermudah oleh lahirnya pemikiran protestan. Pemikiran tersebut membentuk kepribadian pengusaha yang aktifitasnya berpengaruh terhadap perkembangan kapitalisme. “Semangat kapitalisme” yang dimaksudkan Weber adalah sikap mencari keuntungan secara rasional dan sistematis (Ruswanto, 2003).
Ekonomi dan Politik
Perkembangan ekonomi yang sangat cepat, sangat memengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Peningkatan kondisi ekonomi keluarga akan memberikan peluang kepada masyarakat untuk segera memenuhi kebutuhannya. Apabila aktifitas ini tidak dikontrol atau dibatasi, sangat dimungkinkan masyarakat akan menuju pada pola hidup konsumtif. Masyarakat mulai mengkonsumsi berbagai kebutuhan yang sebenarnya bagi mereka tidak penting, atau hanya sekedar memenuhi gengsi atau prestise.
Perkembangan kondisi ekonomi yang terpusat pada satu titik atau wilayah, berdampak pada munculnya ketimpangan sosial atau gap antara masyarakat yang satu dengan yang lain. Dalam hal ini adalah ketimpangan antara masyarakat kota dengan masyarakat desa. Masyarakat desa mengalami kesulitan dalam mengakses informasi atau fasilitas umum lainnya. Akibatnya adalah terjadinya urbanisasi. Urbanisasi yang banyak dilakukan masyarakat dari pedesaan, cukup membawa masalah baru di perkotaan.
Gabraith (dalam Ruswanto, 2003) menyatakan bahwa permasalahan ekonomi kontemporer adalah bersifat bimodal, atau terdapat dua sektor besar, yaitu sektor pasar (market sector) dan sektor perencana (planning sector). Sektor pasar merupakan sektor subordinat yang terdiri atas ribuan perusahaan kecil yang merupakan setengah dari aset ekonomi nasional. Perusahaan di sektor ini, bersifat padat karya dan cenderung mempekerjakan tenaga kerja dengan upah rendah. Secara organisatoris, perusahaan ini bersifat tidak stabil dan fluktuasi keuntungan dari tahun ke tahun cukup tinggi karena tergantung pada kondisi pasar.
Sektor perencana, terdiri atas perusahaan yang terorganisasi dengan baik, birokratis dan berskala besar. Perusahaan ini cenderung berbasis teknologi daripada tenaga kerja. Tenaga kerja di sektor ini memperoleh imbalan yang sangat tinggi. Selain itu, perusahaan di sektor ini mendapat perhatian dari pemerintah, berupa subsidi atau berbagai kemudahan yang lain. Kondisi politik pada suatu negara merupakan faktor penting dalam memicu perubahan sosial. Kebijakan-kebijakan politik yang melekat pada kekuasaan merupakan sumber perubahan sosial. Perbedaan sistem politik yang duanut oleh suatu negara, mempunyai berbagai konsekuensi bagi penyelenggaraan pemerintahan.
Inovasi Kebudayaan
Seperti telah dijelaskan di atas, bahwa teknologi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan sosial. Suatu penemuan baru atau inovasi dapat diterima dan digunakan manusia dalam kehidupan sehariharinya bilamana inovasi tersebut mempunyai kegunaan atau fungsi tertentu bagi masyarakat. Sebuah inovasi juga akan sulit diterima bilamana inovasi tersebut bertentangan dengan nilai yang dianut masyarakat.
Barnet (dalam Ruswanto, 2003) mengilustrasikan adanya tiga tahap dalam proses inovasi:
  1. Identifikasi, menyangkut pencarian mengenai wilayah-wilayah yang mempunyai kesamaan dan perbedaan-perbedaan. 
  2. Tindakan penggantian dalam mana elemen-elemen baru ditempatkan dalam konfigurasi (kebudayaan). 
  3. Diskriminasi dalam mana produk-produk baru dievaluasi dan dibandingkan dengan produk lama.
Selanjutnya, Barnet (dalam Ruswanto, 2003) mengemukakan pendekatan dalam proses inovasi:
  1. Persepsi, yaitu persepsi tentang suatu masalah yang ditunjukkan dengan tidak terpenuhinya kebutuhan dan keinginan. 
  2. Setting the stage, yaitu penghimpunan semua elemen (data atau materi) untuk menyelesaikan suatu masalah. 
  3. Tindakan mencermati persoalan lebih dalam, sehingga memunculkan konfigurasi makna baru.
Pada praktiknya, inovasi tidak selalu muncul karena suatu kebutuhan. Karena pada beberapa kasus, dengan berkembangnya suatu teknologi, justru dapat memicu munculnya kebutuhan-kebutuhan baru.
Kompetisi dan Konflik
Suatu perubahan dapat muncul karena suatu konflik atau kompetisi di antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Kerja sama lebih alamiah daripada kompetisi, karena kompetisi sering kali dapat mempermudah produktifitas dan mengurangi arti kepuasan akan keterlibatannya dalam kelompok.
Semakin masyarakat mampu mengembangkan mekanisme kompetisi yang benar bagi para warganya dengan memberikan reward, maka akan muncul suatu kreativitas dan inovasi di antara anggota masyarakat. Dari hal tersebut nantinya akan memunculkan penemuan-penemuan baru di berbagai bidang.
Event dan Penduduk
Event atau peristiwa merupakan suatu kejadian dalam masyarakat yang mampu menyebabkan terjadinya perubahan. Peristiwa tersebut dapat merupakan peristiwa yang kecil maupun besar. Aspek demografis atau kependudukan meliputi kelahiran, kematian maupun perpindahan penduduk. Selain itu, perubahan komposisi penduduk juga menjadi faktor yang menyebabkan perubahan sosial.
Lingkungan Fisik
Pembangunan sarana fisik sangat mempengaruhi perubahan aktifitas masyarakat. Salah satunya adalah terbukanya kesempatan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terisolir untuk “membuka diri” dan menikmati berbagai fasilitas yang berada di luar daerahnya. Dari hal tersebut, nantinya akan memicu difusi kebudayaan.
loading...
Share on :


Related post:


2 komentar:

umroh plus turki 2013 mengatakan...

hmm bener banget ya

umroh plus cairo 2013 mengatakan...

setujuu!

Poskan Komentar