Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) atau permulaan menyusu dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Sebenarnya bayi manusia sama seperti juga bayi mamalia lain mempunyai kemampuan untuk menyusu sendiri sehingga terjadi kontak kulit antara ibu dan bayi, si bayi dibiarkan diatas dada ibu serta diselimuti dengan kain. Hal ini dilaksanakan satu jam pertama bayi lahir, dalam waktu tiga puluh menit bayi akan mencari payudara ibu dan dalam usia lima puluh menit bayi telah menyusu dengan baik. Hisapan bayi merangsang hormon oksitosin untuk memproduksi ASI dan juga hormon ini dapat merangsang rahim untuk berkontraksi sehingga mengurangi pendarahan pada ibu pasca persalinan (Roesli, 2008).
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah perilaku bayi untuk mencari puting susu ibunya dan melakukan kontak kulit bayi dengan kulit ibunya ketika satu jam pertama setelah bayi dilahirkan (Baskoro, 2008). Hasil penelitian menyebutkan bahwa Inisiasi Menyusu Dini dapat mencegah 22% kematian neonatal dan meningkatkan 2-8 kali lebih besar keberhasilan pemberian ASI eksklusif (Roesli, 2007).
Hasil penelitian Sose dll CBA Foundation (1978) yang dikutip Utami Rusli (2008) menunjukan bahwa hubungan antara saat kontak kulit ibu – bayi dengan meletakkan bayi kontak kulit setidaknya satu jam, hasilnya dua kali lebih lama disusui. Pada usia enam bulan dan setahun, bayi yang diberi kesempatan untuk menyusu dini hasilnya 59% dan 38% yang masih disusui. Bayi yang tidak diberi kesempatan menyusu dini tinggal 29% dan 8% yang masih disusui diusia yang sama.
Alasan Pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Menurut Anik (2009) alasan pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD)  yaitu:
  1. Suhu dada ibu dapat menyesuaikan suhu ideal yang diperlukan bayi, yaitu dapat turun 10 derajat dan naik sampai 20 derajat celsius, sehingga dapat menurunkan resiko hipotermia dan menurunkan kematian bayi akibat kedinginan 
  2. Kehangatan dada ibu pada saat bayi diletakkan didada ibu, akan membuat bayi merasakan getaran cinta yaitu merasakan ketenangan, merasa dilindungi dan kuat secara psikis. Bayi akan lebih tenang karena pernapasan, detak jantung dari kulit ibu menenangkan bayi, menurunkan stress akibat proses kelahiran dan meningkatkan kekebalan tubuh bayi 
  3. Bayi yang dibiarkan merayap diperut ibu dan menemukan payudara ibunya sendiri, akan tercemar lebih dahulu bakteri yang tidak berbahaya atau ada antinya ASI ibu, sehingga bakteri baik ini membuat koloni disusu dan kulit bayi. Hal ini berarti mencegah kolonisasi bakteri yang lebih ganas dari lingkungan 
  4. Pada saat bayi dapat menyusu segera setelah lahir, maka kolostrum makin cepat keluar dan bayi akan cepat mendapatkan kolostrum ini, yaitu cairan emas atau cairan pertama yang kaya akan antibody dan sangat penting untuk pertumbuhan usus dan ketahanan terhadap infeksi yang dibutuhkan bayi demi kelangsungan hidupnya. 
  5. Bayi akan belajar menyusu dengan nalurinya sendiri 
  6. Sentuhan, kuluman / emutan dan jilatan pada putting ibu akan merangsang oksitosin pada ibu yang penting menyebabkan rahim ibu berkontraksi sehingga membantu pengeluaran plasenta dan mengurangi perdarahan, merangsang hormon lain, yang membuat ibu merasa lebih tenang, rileks dan merangsang pengaliran ASI dari payudara.
Persiapan dan Langkah-langkah Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Berikut ini persiapan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) (Roesli, 2008):
  1. Pertemuan pimpinan Rumah Sakit, dokter kebidanan, dokter anak, dokter anastesi, bidan, tenaga kesehatan yang bertugas di kamar bersalin, kamar operasi, kamar perawatan ibu melahirkan untuk menyosialisasikan Rumah Sakit Sayang Bayi. 
  2. Melatih tenaga kesehatan terkait yang menolong, mendukung ibu menyusui, termasuk menolong inisiasi menyusu dini yang benar. 
  3. Setidaknya antenatal (ibu hamil), tenaga kesehatan bersama orang tua, membahas keuntungan ASI dan menyusui, tatalaksana menyusui yang benar, inisiasi menyusu dini, pertemuan bersama-sama beberapa keluarga membicarakan secara umum, dan pertemuan dengan satu keluarga membicarakan secara khusus.
Menurut Roesli, (2008), langkah – langkah yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan inisiasi menyusui dini, yaitu:
  1. Dianjurkan kepada suami atau keluarga untuk mendampingi saat persalinan. 
  2. Disarankan untuk tidak atau mengurangi penggunaan obat kimiawi saat persalinan dan mengganti dengan cara non kimiawi, misalnya pijat, aroma terapi dan gerakkan. 
  3. Beri kebebasan pada ibu untuk menentukan cara melahirkan yang diinginkan, misalnya melahirkan normal, didalam air atau dengan jongkok 
  4. Keringkan secepatnya seluruh badan dan kepala bayi kecuali kedua tangannya karena adanya lemak (verniks) yang dapat menyamankan kulit bayi 
  5. Bayi ditengkurapkan didada atau perut ibu. Biarkan kulit bayi melekat dengan kulit ibu. Posisi kontak kulit dengan kulit ini dapat dipertahankan minimal satu jam atau setelah menyusu awal selesai. Keduanya diselimuti jika perlu gunakan topi. 
  6. Bayi dibiarkan mencari puting susu ibu. Ibu dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut, tetapi tidak memaksakan bayi keputing ibu. 
  7. Mendukung ayah agar membantu ibu untuk mengenali tanda - tanda perilaku bayi sebelum menyusu dan dapat berlangsung beberapa menit atau satu jam, bahkan lebih. Dukungan ayah akan meningkatkan rasa percaya diri ibu. Biarkan bayi dalam posisi sentuhan kulit dengan kulit ibunya setidaknya selama satu jam, walaupun ia telah berhasil menyusu pertama sebelum satu jam. Jika belum menemukan puting payudara ibunya dalam satu jam, biarkan kulit bayi tetap bersentuhan dengan kulit bayinya sampai berhasil menyusu pertama. 
  8. Berikan kesempatan kontak kulit dengan kulit pada ibu yang melahirkan dengan tindakan, misalnya operasi caesar. 
  9. Bayi dipisahkan dari ibu untuk ditimbang dan diukur setelah satu jam atau menyusui awal selesai 
  10. Rawat gabung, ibu dan bayi dirawat dalam satu kamar selama 24 jam dan tidak dipisahkan tetap selalu dalam jangkauan ibu.
Manfaat Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Menurut Roesli, (2007), manfaat inisiasi menyusu dini adalah sebagai berikut:
  1. Anak yang dapat menyusu dini dapat mudah sekali menyusu kemudian, sehingga kegagalan menyusui akan jauh sekali berkurang. Selain mendapat kolostrum yang bermanfaat untuk bayi, pemberian ASI Eksklusif akan menurunkan kematian. 
  2. ASI adalah cairan kehidupan, yang selain mengandung makanan juga mengandung penyerap. Susu formula tidak diberi enzim sehinga penyerapannya tergantung enzim diusus anak. Sehingga ASI tidak merebut enzim anak. 
  3. Yang sering dikeluhkan ibu – ibu adalah suplai ASI yang kurang, padahal ASI diproduksi berdasarkan permintaan. Jika diambil banyak akan diberikan banyak, sedangkan bayi yang diberikan susu formula perlu waktu satu minggu untuk mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkannya.
Penghambat Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Berikut ini beberapa kepercayaan berupa anggapan yang menghambat pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) diantaranya yaitu (Roesli, 2008):
  1. Bayi dianggap kedinginan --- Berdasarkan Penelitian dr Niels Bergman (2005) ditemukan bahwa suhu dada ibu yang melahirkan menjadi 1°C lebih panas daripada suhu dada ibu yang tidak melahirkan. Jika bayi yang diletakkan di dada ibu ini kepanasan, suhu dada ibu akan turun 1°C. Jika bayi kedinginan suhu dada ibu akan meningkat 2°C untuk menghangatkan bayi. 
  2. Setelah melahirkan, ibu merasa terlalu lelah untuk segera menyusui bayinya --- Seorang ibu jarang terlalu lelah untuk memeluk bayinya segera setelah lahir. Keluarnya oksitosin saat kontak kulit ke kulit serta saat bayi menyusu dini membantu menenangkan ibu. 
  3. Petugas kesehatan dirasa kurang tersedia --- Saat bayi di dada ibu, penolong persalinan dapat menjalankan tugas. Bayi dapat menemukan sendiri payudara ibu. Lihat ayah atau keluarganya terdekat untuk menjaga bayi sambil memberikan dukungan pada Ibu. 
  4. Kamar bersalin atau kamar operasi sibuk --- Dengan bayi diatas ibu, ibu dapat dipindahkan ke ruang pulih atau kamar perawatan. Beri kesempatan pada bayi untuk meneruskan usahanya mencapai payudara dan menyusu dini. 
  5. Ibu harus dijahit --- Kegiatan merangkak mencari payudara terjadi di area payudara dan yang dijahit adalah bagian bawah tubuh ibu. 
  6. Suntikan vitamin K dan tetes mata untuk mencegah penyakit gonore (gonorrhea) harus segera diberikan setelah lahir --- Menurut American College of Obstetric and Gynekology dan Academy Breastfeeding Medicine (2007), tindakan pencegahan ini dapat ditunda setidaknya selama satu jam sampai bayi menyusu sendiri tanpa membahayakan bayi.  
  7. Bayi harus segera dibersihkan, dimandikan, ditimbang, dan diukur --- Menunda memandikan bayi berarti menghindarkan hilangnya panas badan bayi. Selain itu, kesempatan vernix (zat lemak putih yang melekat pada bayi) meresap, melunakkan dan melindungi kulit bayi lebih besar. Bayi dapat dikeringkan segera setelah lahir. Penimbangan dan pengukuran dapat ditunda sampai menyusu dini selesai.
  8. Bayi kurang siaga --- Pada 1 -2 jam pertama kelahirannya, bayi sangat siaga (alert). Setelah itu, bayi tidur dalam waktu yang lama. Jika bayi mengantuk akibat obat yang diasup ibu, kontak kulit akan lebih penting lagi karena bayi memerlukan bantuan lebih untuk bonding (ikatan kasih sayang). 
  9. Kolostrum tidak keluar atau jumlah kolostrum tidak memadai sehingga diperlukan cairan lain (cairan prelaktal) 
  10. Kolostrum tidak baik bahkan berbahaya untuk bayi.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar