Aspek-aspek Prasangka Sosial

Prasangka sosial terdiri dari beberapa aspek. Berdasarkan teori-teori, sebab-sebab terbentuknya dan faktor-faktor yang mempengaruhi prasangka sosial, dapat dilihat munculnya beberapa aspek yang berpengaruh terhadap prasangka sosial meliputi:
  1. Aspek kepribadian yaitu seseorang dengan kepribadian otoriter dan dogmatis dengan ciri-cirinya antara lain berprasangka, bersikap kaku, konvensional dan tidak mempunyai toleransi (dogmatisme), loyalitas tinggi terhadap kelompoknya dan mendukung figur otoritas serta melakukan tindakan agresif (Samovar dan Porter, 1981). 
  2. Aspek frustrasi dan scape goating yaitu prasangka yang muncul akibat rasa frustrasi seseorang, sehingga membutuhkan pelampiasan sebagai objek atas ketidakmampuannya menghadapi kegagalan. Objek yang dipilih adalah objek yang lemah dan tidak mampu memberikan perlawanan (Brigham, 1991). 
  3. Aspek konflik yaitu karena adanya kompetisi, yang menunjukkan adanya persaingan antara masing-masing individu maupun kelompok sebagai suatu pemuas kebutuhan. Persaingan yang tidak sehat dan teijadi terus menerus akan menyebabkan timbulnya sentimen negatif. Keadaan ini menyebabkan ketegangan di kedua belah pihak sehingga timbul prasangka sosial yang bisa berakibat perlakuan agresif (Baron dan Byrne, 1991). 
  4. Aspek kecemburuan sosial yang ditimbulkan oleh adanya anggapan bahwa salah satu kelompok memiliki status sosial lebih tinggi dibanding kelompok lain, sehingga timbul perlakuan diskriminatif Kecemburuan sosial yang muncul adalah akibat perbedaan tingkat sosial ekonomi di dalam kehidupan masyarakat (Ahmadi, 1990). 
  5. Aspek norma/cultural yaitu prasangka yang timbul karena norma atau budaya kelompok yang mengajarkan individu untuk berprasangka kepada orang atau kelompok lain. Di dalam nilai-nilai tersebut ditransfer pada stereotipe dan prasangka terhadap etnis lain yang oleh individu dimiliki dan dipelihara sebagai bentuk konformitas terhadap kelompoknya (Watson dan Trigerthan, 1984). 
  6. Aspek penilaian yang terlalu ekstrim dan terlalu menggeneralisasi yaitu prasangka yang teijadi akibat penilaian individu yang terlalu ekstrim dengan menggeneralisasikan suatu pengalaman yang menyakitkan atau kesan yang tidak menyenangkan terhadap seseorang dari etnis tertentu kepada seluruh anggota dari etnis tersebut (Brigham, 1991).
Gerungan (1988) berpendapat prasangka sosial pada mulanya merupakan cerminan sikap perasaan yang negatif. Perasaan negatif yang berkesinambungan akan mempunyai kecenderungan memunculkan polemik dalam diri. Implementasi dari prasangka yang timbul, memunculkan tindakan -tindakan yang diskriminatif tanpa alasan yang objektif. Tindakan diskriminatif dapat diartikan sebagai tindakan yang dapat menghambat, merugikan dan mengancam kehidupan pribadi orang lain atau kelompok tertentu. Sikap seperti ini dapat menghambat perkembangan seseorang yang berprasangka maupun yang dikenai prasangka tersebut.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek prasangka sosial terdiri dari enam buah, yaitu aspek kepribadian, aspek fmstasi/scapegoating. aspek konflik, aspek kecemburuan sosial, aspek etaosentris, aspek norma/kultural, dan aspek penilaian yang terlalu ekstrim.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar