Proses Penilaian Kinerja

Proses penilaian kinerja terdiri dari beberapa tahap. Bilamana penilaian kinerja harus dikaitkan dengan usaha pencapaian kinerja yang diharapkan, maka sebelumnya harus ditentukan tujuan-tujuan setiap pekerjaan, kemudian penentuan standar atau dimensi-dimensi kinerja serta ukurannya, diikuti dengan penentuan metode penilaian, pelaksanaan, dan evaluasi (Hariandja, 2002).
Proses penilaian kinerja antara lain adalah sebagai berikut:
Penentuan sasaran
Penentuan sasaran sebagaimana telah disebutkan harus spesifik, terukur, menantang dan didasarkan pada waktu tertentu. Di samping itu perlu pula diperhatikan proses penentuan sasaran tersebut, yaitu diharapkan sasaran tugas individu dirumuskan bersama-sama antara atasan dan bawahan.
Penentuan standar kinerja
Pentingnya penilaian kinerja menghendaki penilaian tersebut harus benar-benar objektif, yaitu mengukur kinerja karyawan sesungguhnya yang disebut dengan job related. Sistem penilaian kinerja harus mempunyai standar, memiliki ukuran yang dapat dipercaya dan mudah digunakan.
Penentuan metode dan pelaksanaan penilaian
Metode yang dimaksud adalah pendekatan atau cara serta perlengkapan yang digunakan seperti formulir dan pelaksanaannya. Metode-metode itu seperti metode perbandingan, tes, dan lain-lain.
Evaluasi penilaian
Evaluasi penilaian merupakan pemberian umpan balik kapada pegawai mengenai aspek-aspek kinerja yang harus diubah dan dipertahankan serta berbagai tindakan yang harus diambil, baik oleh organisasi maupun pegawai dalam upaya perbaikan kinerja pada masa yang akan datang.
Sedangkan menurut Mulyadi ( 2001, Hal) penilaian kinerja dilaksanakan dalam dua tahap utama yaitu tahap persiapan dan tahap penilaian.  
Tahap Persiapan
Tahap persiapan, terdiri dari tiga tahap yang lebih rinci yaitu:
  1. Penentuan daerah pertanggung jawaban dan manajer yang bertanggung jawab 
  2. Penetapan kriteria yang dipakai untuk mengukur kinerja 
  3. Pengukuran kinerja sesungguhnya
Tahap Penilaian
Tahap Penilaian, terdiri dari tiga tahap yang lebih rinci yaitu:
  1. Perbandingan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang ditetapkan sebelumnya 
  2. Penentuan penyebab timbulnya penyimpangan kinerja sesungguhnya dari yang ditetapkan dalam standar 
  3. Penegakan perilaku yang diinginkan dan tindakan yang digunakan untuk mencegah perilaku yang tidak diinginkan.
Jadi dari kutipan diatas dapat dibuat langkah- langkah atau skema penilaian kinerja yang memiliki ciri- ciri sebagai berikut:
  1. Ketentuan skema penilaian kinerja ditetapkan oleh departemen personalia dan penerapannya dilakukan oleh manajer lini. 
  2. Skema penilaian kinerja berfokus pada hubungan manajer dengan anak buahnya, yang didalamnya mencakup pula kegiatan penerapan sasaran yang akan dinilai. 
  3. Kegiatan utama dalam skema penilaian kinerja adalah pertemuan penilaian kinerja. Dalam pertemuan tersebut, manajer menilai kinerja anak buahnya. kinerja biasa dinilai sebagai suatu kesatuan menyeluruh atau dari segi atau aspek tertentu dengan membandingkannya dengan skala tertentu. 
  4. Hasil dari pertemuan tersebut didokumentasikan dalam formulir penilaian. Dalam pendokumentasian ini, sering dikolaborasi untuk menjaga keadilan. 
  5. Formulir penilaian tersebut disimpan di departemen personalia. Sangat sering dokumen tersebut tidak dibuka- buka lagi kecuali jika diperlukan, misalnya sebagai bukti dalam kasus PHK yang tidak adil.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar