Pengertian Minat Baca

Pengertian minat baca adalah keinginan pada seseorang untuk membaca. Kedudukan minat dalam membaca menduduki tingkat teratas, karena tanpa minat seseorang akan sukar melakukan kegiatan membaca (Rahim, 2005).
Pengertian minat baca menurut Rahim (2005) adalah keinginan yang kuat disertai usaha-usaha seseorang untuk membaca. Orang yang mempunyai minat membaca yang kuat akan diwujudkannya dalam kesediaannya untuk mendapat bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadarannya sendiri. Rahim juga mengemukakan bawa minat membaca seorang anak perlu sekali dikembangkan. Menumbuhkan minat baca seorang anak lebih baik dilakukan pada saat dini, yaitu pada saat anak baru belajar membaca permulaan, atau bahkan pada saat anak baru mengenal sesuatu.  
Kemudian Sumadi (dalam Sudiana, 2004) mengungkapkan bahwa minat baca adalah kecenderungan jiwa yang mendorong seseorang berbuat sesuatu terhadap membaca. Minat baca ini ditunjukkan oleh adanya keinginan yang kuat untuk melakukan kegiatan membaca. 
Berdasarkan pengertian minat dan minat baca dapat disimpulkan bahwa minat baca adalah keinginan yang kuat disertai usaha-usaha seseorang untuk membaca mengandung aspek kognitif dan afektif.
Di mana dalam minat baca, aspek afektif mempunyai peran yang lebih penting dari aspek kognitif. Hal ini disebabkan:
  1. Aspek afektif lebih besar peranannya dalam memotivasi tindakan daripada aspek kognitif. 
  2. Aspek afektif yang sudah terbentuk cenderung lebih tahan terhadap perubahan dibandingkan aspek kognitif. 
Share on :


Related post:


1 komentar:

- mengatakan...

Minat adalah suatu keinginan atau kecondongan hati pada sesuatu.
Jika seseorang berMINAT pada sesuatu maka ia akan fokus dan perhatian pada sesuatu yang ia minati, sehingga keinginan itu timbul dari dalam diri, tanpa adanya paksaan.
Dunia anak adalah dunia bermain. Metode yang digunakan tentulah harus : menyenangkan, bertahap dan secara individu, karena setiap anak tercipta unik.
Untuk menumbuhkan MINAT BACA dan Belajar pada anak usia dini dapat dimulai dari apa yang ia suka.
Dari KESUKAAN akan timbul KEMAUAN yang berdampak menjadi KEMAMPUAN yang akan menjadikan dirinya bermanfaat untuk banyak orang dan itu adalah sumber KEBAHAGIAAN.
Ini merupakan pondasi bagi anak usia golden age, agar bisa menjadi generasi pembelajar sepanjang hayat.
(www.bimba-aiueo.com)

Poskan Komentar