Gizi pada Balita

Gizi pada balita sangat menentukan pada masa-masa perkembangan. Gizi pada balita pada lima tahun pertama dalam kehidupan anak adalah periode pertumbuhan yang sangat penting dan akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Proses Pertumbuhan dan perkembangan pada balita sangat dipengaruhi oleh asupan gizi yang diperoleh. Asupan gizi pada balita yang diberikan sesuai dengan kebutuhan anak maka akan dapat mendukung untuk meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak, untuk itu perlu diberikan nutrisi yang tepat (Novaria, 2008).
Gizi pada balita di perlukan dalam pertumbuhan fisik dan otaknya. Gizi (nutrisi) adalah ikatan kimia yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya. Gizi berfungsi untuk menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses kehidupan, untuk itu di butuhkan nutrisi atau gizi yang seimbang (Almatsier, 2002). Gizi adalah makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ serta menghasilkan energi (Santoso, 2009).
Gizi merupakan makanan yang dapat memenuhi kesehatan. Zat gizi adalah unsur yang terdapat dalam makanan dan dapat mempengaruhi kesehatan, yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan. Zat-zat gizi yang berasal dari makanan diperlukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan. Kebutuhan zat gizi seseorang berbeda-beda tergantung dari ukuran tubuh dan usianya termasuk balita yang memiliki ukuran sendiri.
Kebutuhan Gizi pada Balita
Kebutuhan gizi pada balita merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Apabila kebutuhan gizi pada balita terpenuhi, diharapkan anak dapat tumbuh dengan tepat sesuai dengan usianya. Pemenuhan kebutuhan gizi pada balita harus seimbang dan mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh tubuh yang mengandung nilai gizi (Hidayat, 2005).
Gizi yang diperoleh seorang anak melalui konsumsi makanan setiap hari berperan besar untuk kehidupan anak tersebut. Makanan merupakan kebutuhan mendasar bagi kehidupan manusia khususnya anak balita. Karena di dalam makanan tersebut mengandung zat gizi (Santoso, 2009). Zat gizi diartikan sebagai zat kimia yang terdapat dalam makanan yang diperlukan manusia untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, sehingga membutuhkan gizi yang harus dipenuhi (Supariasa, 2004). Kebutuhan gizi yang harus diperoleh pada masa balita diperlukan untuk menghasilkan energi. Energi dalam tubuh diperoleh terutama dari karbohidrat, lemak dan protein. Zat tersebut bisa diperoleh dari mengkonsumsi makanan padat, karena pada balita sudah bisa mengkonsumsi makanan padat selain ASI (Waryana, 2010).
Asupan utama yang berbentuk padat sangat dibutuhkan pada usia prasekolah. Usia prasekolah merupakan periode keemasan (golden age) dalam proses perkembangan. Periode keemasan dapat diartikan bahwa pada aspek tersebut aspek kognitif, fisik, motorik, dan psikososial seorang anak berkembang secara cepat, untuk memenuhi dan mencapai kebutuhan dari masing-masing aspek itu dibutuhkan stimulasi dan asupan gizi yang baik (Zaivera, 2008).
Tujuan pemenuhan gizi pada balita adalah untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang cukup dalam kelangsungan hidupnya, untuk beraktifitas, dan untuk proses pertumbuhan dan perkembanganya (Santoso, 2009). Anak-anak berusia enam bulan sampai satu tahun biasanya membutuhkan 700-900 kalori setiap hari, dari makanan dan susu ibu. Anak- anak berusia dua tahun seharusnya mengkonsumsi 1.300–1.400 kalori, bertambah 100 kalori setiap tahun. Kebutuhan anak sangat bervariasi sesuai dengan ukuran tubuh dan aktivitasnya (Downsen, 2002).
Zat Makanan
Zat makanan sebagai asupan gizi yang baik akan didapatkan dari makanan yang bergizi (Santoso, 2009). Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat gizi dan unsur-unsur kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi, yang berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh (Waryana, 2010). Tubuh memerlukan makanan yang baik. Makanan yang baik adalah makanan yang memiliki nilai gizi.
Gizi adalah zat kimia (makanan) dan zat-zat yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan yang berhubungan dengan pemeliharaan & peningkatkan kesehatan. Zat makanan atau zat gizi merupakan bahan dasar penyusun bahan makanan (Sediaotema, 2000).
Zat gizi terdiri atas:
  1. Karbohidrat --- Karbohidrat terutama terdapat dalam bahan makanan yang berasal dari tumbuh–tumbuhan dan hanya sedikit yang termasuk bahan makanan hewani. Umumnya karbohidrat nabati yang dimakan manusia adalah berasal dari biji, batang, dan akar tumbuhan dimana karbohidrat ini tertimbun. Jenis buah–buahan seperti pisang, nangka, sawo mengandung banyak karbohidrat. Karbohidrat berbentuk zat tepung seperti beras, gandum, maupun umbi disebut amilum. Fungsi karbohidrat terutama adalah sebagai sumber utama energi yang murah. Karbohidrat yang tidak dapat dicerna masih memiliki fungsi yaitu memberikan volume kepada lambung dan usus sehingga menimbulkan rasa kenyang, memberikan rangsangan mekanik dan melancarkan aliran bubur makanan serta memudahkan pembuangan tinja. Karbohidrat yang berlebih dalam konsumsi akan disimpan sebagai glikogen dalam otot dan hati, yang dapat digunakan tubuh bila diperlukan.
  2. Protein --- Protein merupakan struktur nutrien kompleks yang terdiri dari asam-asam amino. Protein akan dihidrolisis oleh enzim-enzim proteolitik. Asam-asam amino akan dilepaskan kemudian akan diserap oleh usus. Beberapa fungsi protein diantaranya adalah menggantikan protein yang hilang selama proses metabolisme yang normal dan protein menghasilkan jaringan baru. Protein diperlukan dalam pembuatan protein-protein yang baru dengan zat khusus dalam tubuh yaitu enzim, hormon dan haemoglobin.
  3. Lemak --- Selain mensuplai energi, lemak berfungsi sebagai cadangan energi tubuh, pelindung organ tubuh dan menyediakan asam lemak esensial yang berfungsi sebagai anti peradangan, bagi kelancaran aliran darah dan fungsi sendi. Beberapa fungsi lemak yang lainnya adalah pertama sebagai sumber utama energi yaitu cadangan dalam jaringan tubuh dan bantalan bagi organ tertentu dari tubuh. Kedua sebagai sumber asam lemak, yaitu zat gizi yang esensial bagi kesehatan kulit dan rambut. Ketiga berfungsi sebagai pelarut vitamin–vitamin (A, D, E dan K ) yang larut dalam lemak.
  4. Vitamin --- Vitamin merupakan zat organik yang umumnya tidak dapat dibentuk dalam tubuh. Vitamin berperan sebagai katalisator organik, mengatur proses metabolisme dan fungsi normal tubuh. Ditubuh vitamin mempunyai peran utama sebagai zat pengatur dan pembangun bersama zat lain melalui pembentukan enzim, antibiotik dan hormon. Masing- masing vitamin mempunyai peranan khusus yang tidak dapat digantikan oleh vitamin atau zat gizi lain. Ada 2 jenis vitamin diantaranya adalah vitamin larut lemak yaitu vitamin A, D, E, K, dan vitamin larut air yaitu vitamin B dan C, vitamin ini tidak disimpan dalam tubuh jadi harus ada didalam diet setiap harinya.
  5. Mineral --- Mineral merupakan unsur esensial bagi fungsi normal sebagian enzim, dan sangat penting dalam pengendalian sistem cairan tubuh. Mineral merupakan komponen esensial pada jaringan lunak, cairan dan rangka. Rangka mengandung sebagian besar mineral. Tubuh tidak dapat mensintesis sehingga harus disediakan lewat makanan. Tiga fungsi mineral yaitu konstituen tulang dan gigi (contoh: kalsium, magnesium, fosfor), pembentukan garam-garam yang larut dan mengendalikan komposisi cairan tubuh (contoh Na, Cl, K, Mg, P), bahan dasar enzim dan protein.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar