Metode Penelitian Psikologi Belajar

Banyak metode yang di gunakan dalam penelitian psikologi belajar. Seperti metode-metode yang di gunakan pada disiplin ilmu lain, metode yang digunakan dalam peneltian psikologi belajar berorientasi pada hasil yang ilmiah.
Secara umum, metode sering dipahami sebagai cara atau jalan yang ditempuh seseorang dalam melakukan suatu kegiatan berkaitan dengan pikologi belajar, metode tertentu dipakai untuk mengumpulkan berbagai data dan informasi penting yag bersifat psikologis dan berkaita dengan proses pembelajaran.
Dalam penellitian psikologi yang berkenaan dengan psikologi belajar, metode penelitian yang sering digunakan adalah metode eksperimen, metode kuesioner, studi kasus, penyelidikan klinis dan observasi naturalistic.
Metode Eksperimen
Pada porinsipnya, metode eksperimen merupakan serangkaian percobaan yang di lakukan eksperimenter di dalam laboratorium atau ruangan tertentu. Teknik pelakasanaannya dengan menyesuaikan data yang akan diangkat, seperti, data pendengaran siswa, pengelihatan siswa dan gerak mata siswa ketika sedang membaca. Selain itu, eksperimen dapat pula digunakan untuk mengukur kecepatan bereaksi peserta didik terhadap stimulus tertentu dalam proses belajar. Metode eksperimen lebih utama digunakan dalam risetnya, hal ini karena, data dan informasi yng dihimpun lebih bersifat definitive (pasti) dan llebih ilmiah.
Yang perlu diperhatikan oleh eksperimenter adalah sikap subjektivitas dari subjek yang diteliti. Untuk mengantisipasi munculnya sikap subjektivitas dari subjek yang diteliti, rancangan eksperimen biasanya dibuat sedemikian rupa, sehingga seluruh unsur penelitian termasuk penggunaan laboratorium dan subjek yng akan benar – benar diteliti benar – benar memenuhi syarat penelitian eksperimental.
Dalam metode eksperimen, objek yang akan diteliti di bagi kedalam dua kelompok, yaitu (1) kelompok percobaan (eksperimental group), dan (2) kelompok pembanding (control group). Kelompok percobaan terdiri atas sejumlah orang yang tingakah lakunya diteliti dengan mendapat perlakuan khusus sesuai dengan data yang akan dihimpun. Kelompok pembanding, juga terdri atas objek dan jumlah katagorinya sama dengan kelompok percobaan, tetapi perilakunya tidak diteliti. Setelah itu data yang berasal dari kelompok percobaan dengan kelompok pembanding. Langkah selanjutnya, adalah melakukan analisis, enafsiran, dan menyimpulkan dengan dibantu dengan statistic tertentu.
Metode Kuesioner
Metode ini, lebih banyak menggunakan sample yang bias dijangkau disamping unit cost setiap responden lebih murah. Contoh data yang yang dapat dikumpulkan atau dihimpun dengan metode ini adalah: (1) karkteristik pribadi siswa seperti jenis kelamin, usia dan lain sebagainya, (2) latar belakang siswa, (3) perhatian, minat, da bakat siswa pada mata pelajaran tertenru, (4) factor factor pendorong dan penghambat siswa dalam mengikuti mata pelajaran tertentu, (5) aplikasi mata pelajaran tertentu dalam kehidupan sehari–hari, (6) pengaruh aplikasi mata pelajaran tertentu dalam kehidupan sehari–hari.
Metode kuesioner, sering disebbut metode surat- menyurat (mail survey), karena dalam pelaksanan peyebaran dan perngembaliannya sering dikirim ke dan dari responden melalui jasa pos atau email.
Metode Studi Kasus (Case Study)
Metode Studi Kasus atau Case Study merupakan metode penelitin yang digunakan untuk memperoleh sebuah gambaran terperinci mengenai aspek–aspek psikologis seorang siswa atau sekelompok siswa tertentu.
Fenomena–fenomena dan berbagai peristiwa yang diselidiki dengan metode ini lazimnya terus menerus diikuti perkembangannya selama kurun waktu tertentu. Studi kasus akan memerlukan waktu lebih lama apabila digunakan untukmenyelidiki fenomene genetika yang dihubungkan dengan prilaku belajar (perkembangan belajar).
Penyelidikan Klinis (Clinical Method)
Metode klinis hanya digunakan oleh para ahli psikologi klinis atau psikiater. Dalam metode ini, terdapat prosedur diagnosis dan penggolongan penyakit kelainan jiwa serta cara–cara memberi perlakuan pemulihan terhadap kelainan jiwa tersebut.
Dalam pelaksanaan penggunaan metode klinis, peneliti menyediakan alat-alat dan pertanyaan tertentu yang boleh diselesaikan oleh anak secara bebas menurut persepsi dan kehendaknya. Selanjutnya, peneliti mengajukan lagi pertanyaan atau tugas tambahan untuk mendukung data yang dihimpun sebelumnya.
Metode klinis pada umumnya hanya diberlakukan untuk meyelidiki anak atau siswa yang mengalami penyimpangan perilaku pikologis .
Sasaran yang kan dicapai oleh peneliti untuk memastikan sebab- sebab timbulnya ketidak normalan prilaku siswa atau kelompok kecil siswa. Selanjutnya peneliti berupaya memilih dan menentukan cara – cara mengatasi prilaku penyimpagan tersebut.
Observasi Naturalisik
Metode Observasi Naturalisik merupakan jenis observasi yang dilakukan secara ilmiah. Dalam hal ini peneliti berada di luar objek yang diteliti atau ia tidak menampakkan diri sebagai orang yng melakukan penelitian.
Seorang peneliti atau guru yang menjadi asistennya dapat mengaplikasikan metode ini lewat kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Selam proses belajar mengajar, jenis perilaku siswa diteliti, dicatt dalm lembar format observasi yang dirancang khusus sesuai data dan informasi yang dihimpun.

Daftar Pustaka
Syah, Muhibbin. 1999. Psikologi Belajar. Jakarta : Logos Wahana Ilmu
Tohirin. 2005. Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta : PT. Raja Grafindo
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar