Masalah Anak Usia Dini

Masalah anak usia dini merupakan hal yang umum terjadi. Semua orang tua dalam interaksinya dengan anak, merasa ada permasalahan yang dianggap kurang sesuai pada tingkah laku anaknya. Penilaian permasalahan anak usia dini ini seperti kenakalan, susah diatur, susah belajar, susah konsentrasi dan lain-lain.
Ada dua faktor yang menyebabkan masalah pada anak usia dini. Yaitu faktor dari orang tua sendiri dan fakfor dari anak. Kedua faktor ini saling mempengaruhi, bahkan dapat memperparah permasalahan anak jika seorang orang tua tidak dapat menempatkan diri pada tempat yang tepat dalam menangai masalah anak usia dini.
Faktor dari orang tua yang menyebabkan permasalahan anak usia dini antara lain:
  1. Kurangnya pengetahuan tentang perkembangan anak
  2. Kurang sabar dalam mendidik dan melatih anak
  3. Orang tua yang kurang perhatian
  4. Orang tua terlalu over protective (terlalu memperhatikan hal-hal yang kecil)
  5. Bias dalam penilaian
  6. Orang tua kurang memberikan support dan rasa penerimaan yang cukup terhadap anak
  7. Kondisi keluarga yang tidak mendukung perkembangan anak (sering terjadi percekcokan antara ayah dan ibu yang langsung di perhatikan oleh anak).
  8. Keluarga yang broken home (anak dari keluarga bercerai)
Faktor-faktor diatas bahkan bisa menjadi penyebab timbulnya permasaahan pada anak usia dini. Bisa di bayangkan, bagaimana pengaruh orang tua terhadap perilaku anak yang memang sudah mengalami masalah. Hal ini bisa memperparah keadaan anak.
Seorang anak yang pada mulanya di lihat baik-baik saja, tetapi beberapa hari/bulan kemudian memunculkan perilaku yang bermasalah, seorang orang tua harus cepat tanggap terhadap permasalahan tersebut. Masalah perilaku pada anak yang menyimpang biasanya akan mudah di selesaikan/dihilangkan jika orang tua cepat menanganinya.
Apa ciri-ciri perilaku anak bermasalah? Sebenarnya, ciri-ciri perilaku anak yang bermasalah sangat luas, dan secara feeling (perasaan), orang tua sudah mengetahui jika ada sesuatu perilaku yang bermasalah pada anaknya.
Dibawah ini diberikan ciri-ciri umum yang biasa dialami oleh anak. Seorang orang tua harus mendeteksi secepatnya permasalahan tingkah laku anak jika ciri-ciri tersebut timbul sebelum muncul tingkah laku yang menyimpang lainnya yang jauh lebih besar dan susah di selesaikan.
Ciri-ciri anak yang bermasalah (di kutip dari http://www.timothywibowo.com):
Susah diatur dan diajak kerja sama
Hal yang paling sering tampak adalah anak akan membangkang, akan semaunya sendiri, mulai mengatur tidak mau ini dan itu. pada fase ini anak sangat ingin memegang kontrol. Mulai ada “pemberontakan” dari dalam dirinya. Hal yang dapat kita lakukan adalah memahaminya dan kita sebaiknya menanggapinya dengan kondisi emosi yang tenang.
Kurang terbuka pada pada Orang Tua
Saat orang tua bertanya “Gimana sekolahnya?” anak menjawab “biasa saja”, menjawab dengan malas, namun anehnya pada temannya dia begitu terbuka. Aneh bukan? Ini adalah ciri ke 2, nah pada saat ini dapat dikatakan figure orang tua tergantikan dengan pihak lain (teman ataupun ketua gang, pacar, dll). Saat ini terjadi kita sebagai orangtua hendaknya mawas diri dan mulai menganti pendekatan kita.
Menanggapi negatif
Saat anak mulai sering berkomentar “Biarin aja dia memang jelek kok”, tanda harga diri anak yang terluka. Harga diri yang rendah, salah satu cara untuk naik ke tempat yang lebih tinggi adalah mencari pijakan, sama saat harga diri kita rendah maka cara paling mudah untuk menaikkan harga diri kita adalah dengan mencela orang lain. Dan anak pun sudah terlatih melakukan itu, berhati-hatilah terhadap hal ini. Harga diri adalah kunci sukses di masa depan anak.
Menarik diri
Saat anak terbiasa dan sering Menyendiri, asyik dengan dunianya sendiri, dia tidak ingin orang lain tahu tentang dirinya (menarik diri). Pada kondisi ini kita sebagai orangtua sebaiknya segera melakukan upaya pendekatan yang berbeda. Setiap manusia ingin dimengerti, bagaimana cara mengerti kondisi seorang anak? Pada kondisi ini biasanya anak merasa ingin diterima apa adanya, dimengerti – semengertinya dan sedalam-dalamnya.
Menolak kenyataan
Pernah mendengar quote seperti “Aku ini bukan orang pintar, aku ini bodoh”, “Aku ngga bisa, aku ini tolol”. Dan biasanya kasus ini (menolak kenyataan) berasal dari proses disiplin yang salah. Contoh: “masak gitu aja nga bisa sih, kan mama da kasih contoh berulang-ulang”.
Menjadi pelawak
Suatu kejadian disekolah ketika teman-temannya tertawa karena ulahnya dan anak tersebut merasa senang. Jika ini sesekali mungkin tidak masalah, tetapi jika berulang-ulang dia tidak mau kembali ke tempat duduk dan mencari-cari kesempatan untuk mencari pengakuan dan penerimaan dari teman-temannya maka kita sebagai orang tua harap waspada. Karena anak tersebut tidak mendapatkan rasa diterima dirumah,
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar