Pengaruh Lingkungan Terhadap Intelegensi Anak

Lingkungan adalah pendukung utama keberlangsungan hidup individu. Lingkungan pula yang menentukan bagaimana arah perkembangan individu. Lingkungan yang sehat akan mendukung pekembangan kearah yang sehat, demikian pula sebaliknya.

Ada beberapa faktor dari lingkungan yang bisa membuat terhambatnya perkembangan anak yang dapat menghambat perkembangan fisik, psikologis, maupun intelektualnya. Berikut ini disajikan beberapa pengaruh yang berhubungan dengan menurunnya kemampuan mental karena pengaruh yang didapat dari lingkungan.

Kurangnya Perawatan dalam Kandungan

Jika seorang wanita yang sedang mengandung kekurangan gizi, terserang infeksi, mengkonsumsi oba-obatan tertentu, merokok, sering minum alcohol, atau sering terpapar oleh polusi, maka anaknya mengalami resiko ketidakmampuan belajar dan ber-IQ rendah ataupun mengalami cacat lahir.

Kurang Gizi

Kesenjangan rata-rata antara anak-anak yang kurang memperoleh gizi dengan yang cukup gizi dapat mencapai 20 poin skor IQ (Stock dkk 1975). Ini kemungkinan diakibatkan karena asupan gizi mempengaruh perkembangan fisik otak secara langsung.

Kontak dengan Bahan Beracun

Secara khusus, timah dapat membahayakan system syaraf, menyebabkan masalah atensi (perhatian), menurunnya skor IQ, dan menurunnya prestasi sekolah (Needleman dkk, 1996). Timah bisa bercampur di udara dalam bentuk polusi dari cat-cat yang mengandung timah, seperti pipa-pipa, cat dan kendaraan bermotor. Polusi udara yang tidak bisa dikendalikan secara langsung, juga tampak sebagai faktor resiko yang serius. Pada sebuah penelitian longitudinal pada wanita yang bukan perokok yang tinggal ditengah kota (polusi), menemukan hubungan antara tertundanya perkembangan kognitif anak mereka dengan tingkat polusi dari bahan bakar kendaraan yang dihirup sang ibu ketika mengandung bayinya. Yang bertanggungjawab tampaknya kandungan kimiawi yang terdapat pada asap kendaraan dan dari pembangkit tenaga listrik. Bahkan setelah menghilangkan pengaruh faktor lain, seperti terpapar kandungan logam, peneliti menemukan bahwa pada usia 3 tahun, anak dari ibu yang sangat terkena dampak polusi dua kali lebih mungkin mengalami hambatan perkembangan dibandingkan dengan anak-anak yang lain (Perera dkk, 2006).

Lingkungan Keluarga yang Memancing Timbulnya Stress

Faktor-faktor yang dapat meramalkan berkurangnya kompetensi intelektual antara lain: ayah yang tidak tinggal serumah dengan keluarganya, ibu yang memiliki sejarah gangguan mental, orang tua yang memiliki keterampilan kerja rendah, keluarga dengan sejarah pemicu stress seperti kekerasan dalam keluarga (Sameroff dkk, 1987). Secara umum, setiap faktor resiko menurunkan skor IQ sebesar 4 poin. Anak-anak yang memiliki tujuh faktor resiko, IQ-nya biasanya lebih rendah 30 poin daripada anak-anak tanpa faktor resiko.

Referensi:

Carol Wide & Carol Tavris. 2007.Psikologi. Jakarta: Erlangga

Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar