Mempengaruhi atau di Pengaruhi

Dunia ini adalah ruang kehidupan yang memiliki dua arah (kutub) yang saling berlawanan. Bumi memiliki kutub utara dan kutub selatan. Manusia memiliki tangan kiri dan tangan kanan, kaki kiri dan kaki kanan, jenis manusia “hanya dua”, yaitu laki-laki dan perempuan dan seterusnya.

Demikian pula dengan pengaruh psikologis manusia. Hanya dua kutub yang paling dominan mempengaruhi kepribadian, yaitu menjadi pribadi yang mempengaruhi orang lain, atau menjadi pribadi yang dipengaruhi orang lain.

Memang, jika melihat sisi usia perkembangan manusia, ada usia-usia tertentu yang dominan dipengaruhi oleh orang lain dan lingkungan. Usia itu adalah usia masa bayi dan kanak-kanak. Usia bayi dan masa anak-anak, pengaruhi orang lain dalam mempengaruhi kepribadian terlihat lebih dominan, dan ini adalah hal yang normal. Karena usia ini, individu tersebut banyak belajar dari orang lain dan lingkungan.

Berbeda dengan usia dewasa, seseorang yang masih banyak dipengaruhi oleh orang lain dan lingkungan, biasanya akan menjadi pribadi yang “kurang sehat”, karena akan memunculkan kepribadian yang bimbang, susah mengambil keputusan, menjadikan dirinya sebagai objek orang lain, menganggap dirinya bukan sentral dalam kehidupan, menjadi pelaku pasif yang dikendalikan oleh orang lain dan lingkungan.

Pribadi yang matang adalah pribadi yang produktif, menjadi sentral perhaian baik bagi referensi egonya sendiri maupun orang lain. Kedua kutub magnet diatas (mempengaruhi atau dipengaruhi) adalah hal yang biasa dan normal, tetapi pribadi yang dewasa dan matang, biasanya akan lebih banyak mempengaruhi orang lain daripada orang lain mempengaruhi kepribadiannya.

Share on :


Related post:


2 komentar:

Lay Cao Lay mengatakan...

Kepemimpinan dinilai dari seberapa besar kemampuan yang dimiliki untuk mempengaruhi orang lain

Anonim mengatakan...

ah... besar atau kecil, entah dewasa atau tidak, seseorang pasti terpengaruh oleh lingkungan sekitar

Poskan Komentar