Konsep Manusia Sehat dalam Ilmu Kesehatan Mental

Secara sederhana gangguan kesehatan mental dapat didefenisikan sebagai suatu “gangguan” atau penyakit yang menghalangi individu hidup sehat seperti yang diinginkan oleh individu tersebut dan orang lain.
Pengetian normal menurut Offer dan Sabsiro
1.    Tidak ada gangguan atau kesakitan.
2.    Keadaan ideal atau gangguan mental yang positif
3.    Normal sebagai rata-rata pengetahuan statistic
4.    Diterima secara social
5.    Proses berlangsungnya sangat wajar
Manusia yang sehat mental adalah manusia yang mampu menguasai segala factor dalam hidupnya sehingga ia dapat menguasai kekalutan mental sebagai akibat daritekanan-tekanan perasaan.
·        Manusia yang sehat adalah yang memiliki harapan hidup optimis.
·         Manusia yang sehat mental adalah manusia yang mampu memamfaatkan segala potensi, kapasitas, kreativitas, energy dan dorongan dalam diri.
·         Efesiensi mental: Menggunakan kapasitas-kapasitas untuk mencapai tujuan hidup sebaik mungkin.
·         Manusia sehat mental adalah manusia yang memamfaatkan kapasitas-kapasitas secara efektif.
Defenisi sehat beberapa Tokoh Psikologi: 
  • Kepribadian sehat adalah yang memiliki orientasi produktif (Fromm) 
  • Manusia sehat adalah manusia yang mencapai kematangan (Allport)
  • Manusia sehat adalah manusia yang mampu mengaktualisasikan dirinya dan mencapai kebahagiaan (Maslow) 
  • Manusia sehat adalah yang mampu mengalahkan kecemasan dan kebutuhan neurotiknya (Horney)
Pribadi normal dengan mental yang sehat akan bertingkah laku adekuat dan dapat diterima oleh masyarakat luas.
·         Sikap hidup individu yang sehat dan normal adalah sikap yang sesuai dengan norma dan pola hidup kelompok masyarakat, sehingga ada relasi interpersonal dan intersosial yang memuaskan.
·         Pribadi yang norma dengan mental sehat = integritas jasmani-rohani
Princples of Abnormal Psychology (Maslow - Mattelmen) 
  1. Memiliki rasa aman 
  2. Memiliki penilaian diri 
  3. Memiliki sense of emotional spontaneity 
  4. Realistic 
  5. Memiliki dorongan jamani yang positif 
  6. Mempunyai pengetahuan diri 
  7. Mempunyai tujuan hidup
  8. Mampu belajar dari pengalaman 
  9. Konform dengan social (lingkungan) 
  10. Memiliki rasa kebersamaan/emansipasi namun tetap memiliki originalitas yang khas
  11. Memiliki integritas sehat antara fisik dan psikis.
            Pribadi normal dengan mental yang sehat selalu memperlihatkan reaksi-reaksi personal yang tepat terhadap stimulasi eksternal (manusia makhluk sosial)
·         Normalitas dan kesehatan mental ditandai:
  • Integrasi kejiwaan
  • Kesesuaian antara tingkah laku sndiri dengan tingkah laku social. 
  • Adanya kesanggupan melaksanakan tugas-tugas hidup dan tanggungjawab social. 
  • Efesiensi dalammenanggapi realitas hidup
·         Biasanya penderita yang tidak sehat mentalnya individu yang tidak mampu atau sengaja tidak mau memikul tanggungjawab kedewasaan.
·         Kehidupan masyarakat modern yang mengutamakan “Individualism, materialism, hedonism, comersialism, dan competitive yang menyebabkan individu mengalami ketegangan dan stress”.
·         Semakin pesatnyaarus urbanisasi, pembangunan, industialisasi sehingga menyebabkan masayarakat menjadi kompleks. Rawan frustasi dan konflik.
·         Krisi kebudayaan dan krisis ideology menyebakan perilaku mausia banyak mengalami penyimpangan.
·         Ketegangan batin akan mengakibatkan rasa permusuhan, agresivitas meningkat dan temperamental, rasa rendah diri, ketakutan dan kecemasan kronik = gangguan emosional dan sakit mental.
·         Perubahan social dan masa transisi yang penuh gejolak karena krisis moral saat ini terjadi di Indonesia, sehingga perlu tindakan preventif untuk mencegah timblnya gangguan mental pada masyarakat.

Sumber :
Schultz, D. (1991). Psikologi Pertumbuhan : Model-model Kepribadian Sehat. Alih bahasa : Yustinus. Yogya : Kanisius
Hall, S. (1993). Teori-teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta : Kanisius
Schultz, Duane. 1991. Psikologi Pertumbuhan. Yokyakarta : KANISUS
all S. Calvin, dan Gardner Lindzey. 1993. Teori-Teori Sifat dan Behavioristik. Yogyakarta: Kanisius.
Share on :


Related post:


1 komentar:

Anonim mengatakan...

Thanks a lot ... sangat bermanfaat

Poskan Komentar