Home » » KRITERIA PENENTUAN GANGGUAN MENTAL

KRITERIA PENENTUAN GANGGUAN MENTAL

Gangguan mental dapat dideteksi dengan menggunakan kriteria-kriteria tertentu.  Scott (1961) mengelompokkan terdapat enam macam kriteria untuk menentukan seseorang mengalami gangguan mental, yaitu sebagai berikut:
Gangguan Mental karena Memperoleh Pengobatan Psikiatris
Orang yang terganggu mentalnya adalah orang yang memperoleh pengobatan psikiatris. Pengertian ini lebih menekankan pada pasien-pasien yang memperoleh perawatan di rumah sakit. Orang-orang yang tidak mendapatkan perawatan di rumah sakit tidak dianggap sebagai orang yang mengalami gangguan mental.
Salah Penyesuaian sebagai Gejala Sakit Mental
Penyesuaian seseorang berkaitan dengan kesesuaiannya dengan norma-norma sosial atau kelompok tertentu. Jika perilakunya sesuai dengan norma masyarakatnya berarti dia dapat melakukan penyesuaian sosial, tetapi jika perilakunya bertentangan dengan norma kelompok atau masyarakatanya maka dia tidak dapat melakukan penyesuaian sosial dan dikatakan mengalami gangguan mental.
Penyesuain social terlalu mengandalkan norma kelompok atau masyarakat, tanpa memperhatikan pandangan individu. Padahal setiap masyarakat memiliki norma yang berbeda satu sama lainnya.
Diagnosis sebagai Kriteria Sakit Mental
Diagnosis dilakukan berdasarkan kriteria yang ditetapkan terlebih dahulu oleh pihak yang melakukan diagnosis, tanpa melakukan dikotomis terlebih dahulu, tetapi dibagi berdasarkan tingkatan. Disbanding dengan cara-cara sebelumnya, kriteria diagnosis lebih objektif. Hanya saja jika kriteria yang dilakukan tidak menggunakan prosedur diagnosis yang terstandar, maka akan mempengaruhi validitasnya.
Sakit Mental menurut Pengertian Subjektif
Sehat dan sakit dapat diketahui melalui pehaman atau pengakuan subjektif. Dalam hal ini sakit mental itu sebagai sebagai suatu pengalaman subjektif bagi seseorang.Jika seseorang mengalami gangguan maka sebenarnya dia tidak sehat mentalnya, tetapi jika merasa tidak mengalami gangguan maka dia sehat.Untuk mengetahui apakah seseorang itu mengalami gangguan mental, dilakukan penggalian dengan self-inventory, misalnya metode skala sikap.
Persoalan yang dihadapi dengan menggunakan kriteria ini adalah, bahwa banyak sekali orang yang mengalami gangguan mental yang merasa tidak mengalami gangguan.
Sakit Mental Jika Terdapat Simptom Psikologis secara Objektif
Setiap gangguan mental memiliki gejala psikologis tertentu.Gejala-gejala itu berdasarkan kriteria yang ditetapkan jika terdapat pada seseorang maka dijadikan indikasi adanya gangguan mental padanya. Misalnya gangguan Kepribadian antisosial ditandai oleh gejala-gejala pelanggaran kepada peraturan dan norma sosial.
Untuk mengukur adanya gangguan mental atau tidak, dapat dilakukan dengan instrument-instrumen tertentu yang terstandar. Misalnya MMPI dan Behavior check list dapat digunakan untuk mengukur ada tidaknya gangguan keribadian pada seseorang. Cara ini lebih objektif.
Kegagalan Adaptasi secara Positif
Seseorang yang gagal dalam adaptasi secara positif dikatakan mengalami gangguan mental.Adaptif ini berbeda dengan penyesuaian sosial, karena adaptif lebih aktif dan didasarkan atas kemampuan pribadi sekaligus melihat konteks sosialnya.Dalam hal ini tentu tidak mudah untuk menentukan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur ada tidaknya gangguan mental pada seseorang, karena selain harus mengetahui potensi individunya juga mengetahui konteks sosialnya.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : PSYCHOLOGYMANIA
Copyright © September 2008. PSYCHOLOGYMANIA - All Rights Reserved
Dipersembahkan untuk pembaca dan khalayak ramai