Komponen Kebugaran Jasmani

Ada beberapa komponen kebugaran jasmani. Kebugaran jasmani seseorang dapat ditingkatkan melalui latihan, seperti yang dikatakan Cooper (1983) “Pengaruh latihan fisik yang tepat akan meningkatkan konsumsi oksigen maksimal. Ini dicapai dengan cara meningkatkan efesiensi kerja semua sarang penyediaan dan penyalur oksigen. Dalam proses peningkatan ini, kondisi tubuh makin meningkat secara menyeluruh terutama pada bagian-bagian tubuh yang terpenting seperti: paru-paru, jantung, pembuluh darah dan seluruh jaringan tubuh”.
Dengan demikian maka terbentuklah benteng pertahanan yang kuat bertahan dari berbagai macam penyakit sehingga dapat belajar, mengembangkan pengenalan diri, dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup sehari-hari dengan lebih baik lagi. Komponen dasar kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan adalah :
Kekuatan (Strength)
Kekuatan adalah kemampuan dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. Kekuatan otot dapat diraih dari latihan dengan beban berat dan frekuensi sedikit. Kita dapat melatih kekuatan otot lengan dengan latihan angkat beban, jika beban tersebut hanya dapat diangkat 8-12 kali saja.
Contoh latihannya adalah sebagai berikut:
  1. Squat jump, melatih kekuatan otot tungkai dan otot perut.
  2. Push up, melatih kekuatan otot lengan.
  3. Sit up, melatih kekuatan otot perut.
  4. Angkat beban, melatih kekuatan otot lengan.
  5. Back up, melatih kekuatan otot perut (Nurhasan, 2004).
Daya tahan (Endurance)
Daya tahan adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, paru-paru, dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus. Dengan kata lain berhubungan dengan sistem aerobik dalam proses pemenuhan energinya. Latihan untuk melatih daya tahan adalah kebalikan dari latihan kekuatan. Daya tahan dapat dilatih dengan beban rendah atau kecil, namun dengan frekuensi yang banyak dan dalam durasi waktu yang lama.
Contoh latihan untuk daya tahan:
  1. Lari 2,4 km.
  2. Lari 12 menit.
  3. Lari multistage.
  4. Angkat beban dengan berat yang ringan namun dengan repetisi dan set yang banyak.
  5. Lari naik turun bukit (Nurhasan, 2004).
Daya Otot (Muscular Power)
Daya otot adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu sepemdek-pendeknya. Dengan kata lain berhubungan dengan sistem anaerobik dalam proses pemenuhan energinya. Daya otot dapat disebut juga daya ledak otot (explosive power). Latihan yang dapat melatih daya ledak otot adalah latihan yang bersifat cepat atau berlangsung secepat mungkin.
Contohnya:
  1. Front jump (meloncat ke depan), melatih daya ledak otot tungkai.
  2. Vertical jump (meloncat ke atas), melatih daya ledak otot tungkai.
  3. Dide jump (meloncat ke samping), melatih daya ledak otot tungkai (Nurhasan, 2004).
Kecepatan (Speed)
Kecepatan merupakan kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dengan waktu sesingkat-singkatnya. Kecepatan sangat dibutuhkan dalam olahraga yang sangat mengandalkan kecepatan, seperti lari pendek 100 m dan lari pendek 200 m. Kecepatan dalam hal ini lebih mengarah pada kecepatan otot tungkai dalam bekerja.
Contoh latihannya adalah:
  1. Lari cepat 50 m
  2. Lari cepat 100 m
  3. Lari cepat 200 m (Parahita, 2009).
Daya lentur (Flexibility)
Daya lentur adalah efektifitas seseorang dalam menyesuaikan diri untuk segala aktifitas dengan penguluran tubuh yang luas, Contoh latihannya adalah upperr Body Flexibility Exercises (Nurhasan, 2004).
Kelincahan (Agility)
Kelincahan adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu, dari depan ke belakang, dari kiri ke kanan atau dari samping ke depan. Olahraga yang sangat mengandalkan kelincahan misalnya bulu tangkis. Kelincahan dapat dilatih dengan lari cepat dengan jarak sangat dekat, kemudian berganti arah.
Contoh latihannya adalah:
  1. Lari zig-zag
  2. Lari bolak-balik 5 m
  3. Lari bolak-balik 10 m
  4. Lari angka 8
  5. Kombinasi lari bolak-balik dengan lari zig-zag (Parahita, 2009).
Koordinasi (Coordination)
Koordinasi adalah kemampuan seseorang mengintegrasikan berbagai gerakan yang berbeda ke dalam pola gerakan tunggal secara efektif.
Contoh latihannya:
  1. Memantulkan bola tenis ke tembok dengan tangan kanan kemudian menangkapnya lagi dengan tangan kiri.
  2. Memantulkan bola tenis ke tembok dengan tangan kiri kemudian menangkapnya lagi dengan tangan kanan.
  3. Melempar ke atas bola tenis dengan tangan kanan, kemudian menangkap kembali dengan tangan kiri
  4. Melempar ke atas bola tenis dengan tangan kiri, kemudian menangkap kembali dengan tangan kanan (Parahita, 2009).
Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan merupakan kemampuan seseorang mengendalikan organ-organ syaraf otot sehingga dapat mengendalikan gerakan-gerakan dengan baik dan benar. Senam merupakan salah satu cabang olahraga yang sangan mengandalkan kesimbangan.
Contoh latihannya adalah:
  1. Berjalan di atas balok kayu selebar 10 cm, sepanjang 10 m
  2. Berdiri dengan satu kaki jinjit
  3. Tubuh membentuk kapal-kapalan
  4. Sikap lilin
  5. Berdiri dengan tangan sebagai sandaran tubuh (Parahita, 2009).
Ketepatan (Accuracy)
Ketepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. Sepak bola dan bola basket merupakan olahraga yang membutuhkan ketepatan yang baik untuk memasukkan bola ke gawang dengan kaki dan memasukkan bola kek keranjang dengan tangan.
Contoh latihannya:
  1. Melempar bola tenis ke tembok, sebelumnya tembok telah diberi sasaran
  2. Untuk lebih spesifik pada cabang bola basket adalah dengan latihan memasukkan bola ke keranjang tepat di bawah ring
  3. Untuk sepak bola dengan latihan menendang bola ke gawang yang dijaga oleh seorang penjaga gawang (Parahita, 2009).
Reaksi (Reaction)
Reaksi adalah kemampuan seseorang untuk segera bertindak secepatnya dalam menanggapi rangsangan yang ditimbulkan lewat indera. Contoh latihannya adalah menangkap bola tenis yang dilempar ke kanan dan ke kiri oleh orang lain (Parahita, 2009).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال