Kandungan Minuman Isotonik

Ada beberapa zat kandungan minuman isotonik. Ada tiga bahan penting yang terkandung dalam minuman isotonik yaitu Natrium, Kalium dan vitamin C. Selain tiga bahan itu juga terdapat bahan pendukung lain yang jumlahnya sangat sedikit/kecil. Kandungan minuman isotonik dapat dijelaskan sebagai berikut:
Natrium
Garam dapur adalah jenis garam yang paling terkenal zat natrium, sebenarnya terdapat cukup banyak bahan pangan. Natrium punya peran penting dalam cairan darah kita.Garam dapur dilambangkan dengan NaCl. Adapun proses terjadinya larutan garam secara sederhana yaitu pada awalnya atom Na mengoksidasikan satu elektron yang berada di lapisan luar atau klorida yang kekurangan satu elektron pada lapisan luarnya sehingga menghasilkan ion Na dan ion Cl. Dalam kristal NaCl, kedua ion tersebut saling terikat dengan daya tarik elektrostik. Molekul-molekul air dapat mengurangi daya tarik-menarik antara Na+  dan Cl sedemikian rupa sehingga tinggal 1% saja dari daya tarik yang terdapat dalam kristal NaCl. Ion-ion tersebut kemudian berfungsi sebagai molekul-molekul air, demikian seterusnya sehingga terjadilah larutan garam.
Natrium sebagai kation utama dalam cairan ekstraseluler dan paling berperan untuk mengatur keseimbangan cairan. Kadar natrium plasma adalah 135-145mEq/liter. Kadar natrium dalam plasma diatur lewat beberapa mekanisme: 
  • Left atrial stretch reseptor
  • Central baroreseptor
  • Renal afferent baroreseptor
  • Aldosterone (reabsorpsi di ginjal)
  • Atrial natriuretic factor
  • Sistem renin angiotensin
  • Sekresi ADH 
  • Perubahan yang terjadi pada air tubuh total (TBW=Total Body Water).
Kadar natrium dalam tubuh 58,5mEq/kg berat badan dimana + 70% atau 40,5mEq/kg berat badan dapat berubah-ubah. Ekresi natrium dalam urine 100- 180mEq/liter, faeces 35mEq/liter dan keringat 58mEq/liter. Kebutuhan setiap hari = 100mEq (6-15 gram NaCl).
Natrium dapat bergerak cepat antara ruang intravaskuler dan interstitial maupun ke dalam dan keluar sel. Apabila tubuh banyak mengeluarkan natrium (muntah,diare) sedangkan pemasukkan terbatas maka akan terjadi keadaan dehidrasi disertai kekurangan natrium. Kekurangan air dan natrium dalam plasma akan diganti dengan air dan natrium dari cairan interstitial (cairan intersitial adalah cairan yang terletak antar sel).
Apabila kehilangan cairan terus berlangsung, air akan ditarik dari dalam sel dan apabila volume plasma tetap tidak dapat dipertahankan terjadilah kegagalan sirkulasi. Natrium klorida biasanya berhubungan erat dengan bahan makanan maupun fungsinya dalam tuduh Sebagian besar natrium didapat dalam plasma darah dan dalam cairan di sel luar (ekstraseluler), beberapa diantaranya juga terdapat dalam tulang. Jumlah natrium dalam badan manusia diperkirakan sekitar 100 sampai 110 g. Kandungan Na dalam plasma yaitu sekitar 300-355 mg/100 ml, dikarenakan Na merupakan kation utama dari cairan ekstraseluler, pengendalian osmolaritas dan volume cairan tubuh adalah sangat tergantung pada ion Na dan rasio Na terhadap ion lainnya. Sedangkan ion Cl merupakan anion utama dalam cairan ekstraseluler, dijumpai dalam bentuk gabungan / perpaduan dengan Na di berbagai bagian, walaupun dalam jumlahnya sedikit, terkait pada protein dan zat lainnya.
Sedangkan 95% natrium yang dicerna akan diserap oleh tubuh. Sebagian besar pengeluaran natrium terjadi melalui ginjal. Disamping itu natrium dikeluarkan juga melalui keringat. Setiap liter keringat mengandung 0,5 sampai 3,0 gram natrium.
 Remaja membutuhkan antara 900 dan 2700 mg natrium setiap harinya. Orang dewasa mempertahankan keseimbangan natrium kurang dari 500 mg per hari.
Sedangkan defisiensi unsur Na dan Cl di dalam tubuh dapat menimbulkan:
  1. Turunnya nilai osmotic cairan ekstraseluler
  2. Suhu tubuh dapat meningkat sehubungan dengan terganggunya sistem regulasi
  3. Terjadinya kehilangan Cl, yaitu muntah - muntah, diare, berkeringat merupakan  kehilangan Na yang berlebihan.
Kalium
Selain natrium tubuh orang dewasa mengandung kalium (250g) dua kali lebih banyak dari natrium dari (110 g). Walaupun demikian biasanya konsumsi kalium lebih sedikit daripada natrium.
 Tubuh manusia mengandung sekitar 2,6 mg K per kg berat badan tanpa / bebas lemak, terutama bagian yang banyak mengandung unsur K-nya yaitu sel-sel syaraf dan otot, dan jumlahnya ada dalam ekstraseluler. Beberapa natrium, kalium biasanya lebih banyak berada dalam sel daripada di luar sel, karena itu lebih mudah menyimpan dan menjaganya. Komposisi kalium biasanya tetap, sehingga digunakan sebagai indeks untuk lean body mars (bagian badan tanpa lemak).
Kalium merupakan kation utama (99%) di dalam cairan ekstraseluler berperan penting di dalam terapi gangguan keseimbangan air dan elektrolit. Jumlah kalium dalam tubuh sekitar 53 mEq/kg BB dimana 99% dapat berubah - ubah sedangkan yang tidak dapat berpindah adalah kalium yang terikat dengan protein didalam sel.  Kadar kalium plasma 3,5-5,0 mEq/liter, kebutuhan setiap hari 1-3 mEq/kg BB. Keseimbangan kalium sangat berhubungan dengan konsentrasi H+ ekstraseluler. Ekskresi kalium lewat urine 60-90 mEq/liter, faeces 72 mEq/liter dan keringat 10mEq/liter.
Akibat kekurangan kalium otot-otot menjadi lemah, kalau tidak diatasi bisa menimbulkan kelumpuhan. Tubuh manusia sanagat efektif mengeluarkan kalium tetapi mempunyai sedikit mekanisme untuk penghematan ginjal. Kekurangan kalium terjadi dalam 2 sampai 3 hari bila tidak ada masukkan.
Peranan kalium mirip dengan natrium yaitu kalium bersama-sama dengan klorida membantu menjaga tekanan osmotik dan keseimbangan asam basa.  Bedanya kalium menjaga tekanan osmotik dalam cairan intra seluler dan sebagai terikat dengan protein. Kalium juga membantu mengaktifasi reaksi enzim, seperti piruvat kinase yang dapat menghasilkan asam piruvat dalam proses metabolism karbohidrat.
Vitamin C
Kandungan minuman isotonik yang tidak kalah pentingnya vitamin C. Vitamin C adalah vitamin yang tergolong larutan dalam air dan sifatnya mudah rusak. Vitamin C dapat membentuk membentuk asam L-askrobat dan asam L- dehidroaskrobat, ke duanya mempunyai keaktifan sebagai vitamin C. Asam askrobat sangat mudah teroksidasi secara reversibel menjadi asam L- dehidroaskrobat. L-dehidroaskrobat secara kimia sangat labil dan dapat mengalami perubahan lebih lanjut menjadi asam L-deketogulonat yang tidak memiliki keaktifan vitamin C lagi.
Asam askorbat sangat penting peranannya dalam proses hidroksilasi dua asam amino prolin dan lisin menjadi hidroksi, prolin dan hidroksilisin. Kedua senyawa ini merupakan komponen kolagen yang penting. Penjagaan agar fungsi itu tetap mantap banyak dipengaruhi oleh cukup tidaknya kandungan vitamin C dalam tubuh. Peranannya adalah dalam proses penyembuhan luka serta daya tahan tubuh melawan infeksi dan stress .

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال