Dimensi Keterampilan Sosial

Ada beberapa dimensi keterampilan sosial. Caldarella dan Merrell (dalam Gimpel & Merrell, 1998) mengemukakan 5 (lima) dimensi paling umum yang terdapat dalam keterampilan sosial, yaitu sebagai berikut:
Hubungan dengan teman sebaya (Peer relation)
Hubungan dengan teman sebaya (Peer relation), ditunjukkan melalui perilaku yang positif terhadap teman sebaya seperti memuji atau menasehati orang lain, menawarkan bantuan kepada orang lain, dan bermain bersama orang lain.
Manajemen diri (Self-management)
Manajemen diri (Self-management), merefleksikan remaja yang memiliki emosional yang baik, yang mampu untuk mengontrol emosinya, mengikuti peraturan dan batasan-batasan yang ada, dapat menerima kritikan dengan baik.
Kemampuan akademis (Academic)
Kemampuan akademis (Academic), ditunjukkan melalui pemenuhan tugas secara mandiri, menyelesaikan tugas individual, menjalankan arahan guru dengan baik.
Kepatuhan (Compliance)
Kepatuhan (Compliance), menunjukkan remaja yang dapat mengikuti peraturan dan harapan, menggunakan waktu dengan baik, dan membagikan sesuatu.
Perilaku assertive (Assertion)
Perilaku assertive (Assertion), didominasi oleh kemampuan- kemampuan yang membuat seorang remaja dapat menampilkan perilaku yang tepat dalam situasi yang diharapkan.
Dimensi Umum Keterampilan Sosial
Dimensi
Pola Perilaku
Hubungan dengan teman sebaya (peer relation)
Interaksi sosial, prososial, empati, partisipasi sosial, sociability-leadership, kemampuan sosial pada teman sebaya.
Manajemen diri (Self-management) 
Kontrol diri, kompetensi sosial, tanggung jawab sosial, peraturan, toleransi terhadap frustasi.
Kemampuan akademis (academic)
Penyesuain sekolah, kepedulian pada peraturan sekolah, orientasi tugas, tanggung jawab akademis, kepatuhan di kelas, murid yang baik.
Kepatuhan (Compliance)
Kerjasama secara sosial, kompetensi, cooperation-compliance
Perilaku Asertif (Assertion)
Keterampilan sosial asertif, social initiation, social activator, gutsy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال