PENGUKURAN PENGALAMAN KERJA

Pengalaman kerja merupakan sebuah proses dalam sebuah pembelajaran. Pengukuran pengalaman kerja sebagai sarana untuk menganalisis dan mendorong efisiensi dalam pelaksanaan tugas pekerjaan. Beberapa hal  yang digunakan untuk mengukur pengalaman kerja seseorang adalah sebagai berikut:
  1. Gerakannya mantap dan lancar. Setiap pegawai yang berpengalaman akan melakukan gerakan yang mantap dalam bekerja tanpa disertai keraguan.
  2. Gerakannya berirama. Artinya erciptanya  dari kebiasaan dalam melakukan pekerjaan sehari – hari.
  3. Lebih  cepat  menanggapi  tanda–tanda. Artinya tanda–tanda seperti akan terjadi kecelakaan kerja
  4. Dapat menduga akan timbulnya kesulitan sehingga  lebih menghadapinya, karena didukung oleh pengalaman kerja dimilikinya maka seorang pegawai yang berpengalaman dapat menduga akan adanya kesulitan dan siap menghadapinya.
  5. Bekerja dengan tenang.  Seorang  pegawai  yang berpengalaman  akan  memiliki  rasa  percaya  diri  yang  cukup  besar  (Asri, 1986).
Selain itu ada juga beberapa faktor yang mempengaruhi pengalaman kerja pegawai. Beberapa faktor lain mungkin juga berpengaruh dalam kondisi-kondisi  tertentu, tetapi adalah tidak mungkin untuk menyatakan secara tepat semua faktor yang dicari dalam diri pegawai potensial . beberapa faktor tersebut adalah:
  1. Latar belakang pribadi, mencakup pendidikan, kursus, latihan, bekerja. Untuk menunjukkan apa yang telah dilakukan seseorang di waktu yang lalu.  
  2. Bakat dan minat, untuk memperkirakan minat dan kapasitas atau kemampuan seseorang.
  3. Sikap dan kebutuhan (attitudes and  needs)  untuk meramalkan tanggung jawab dan wewenang seseorang.
  4. Kemampuan-kemampuan analitis dan manipulatif untuk mempelajari kemampuan penilaian dan penganalisaan. 
  5. Keterampilan dan kemampuan tehnik, untuk menilai kemampuan dalam pelaksanaan aspek-aspek tehnik pekerjaan (Handoko, 1984).
Ada beberapa hal juga untuk menentukan berpengalaman tidaknya seorang pegawai yang  sekaligus sebagai indikator pengalaman kerja yaitu:
  1. Lama waktu/ masa  kerja.  Ukuran tentang lama waktu  atau  masa kerja yang telah ditempuh seseorang dapat memahami tugas-tugas suatu pekerjaan dan telah melaksanakan dengan baik.
  2. Tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Pengetahuan merujuk pada konsep, prinsip, prosedur, kebijakan atau informasi lain yang dibutuhkan oleh pegawai. Pengetahuan juga mencakup kemampuan untuk memahami dan menerapkan informasi pada tanggung jawab pekerjaan. Sedangkan keterampilan merujuk pada kemampuan fisik yang dibutuhkan untuk mencapai atau menjalankan suatu tugas atau pekerjaan.
  3. Penguasaan   terhadap  pekerjaan  dan   peralatan. Tingkat penguasaan seseorang dalam pelaksanaan aspek- aspek tehnik peralatan dan tehnik pekerjaan (Foster, 2001).  
Dari uraian tersebut dapat diketahui, bahwa seorang pegawai yang berpengalaman akan memiliki gerakan yang mantap dan lancar, gerakannya berirama, lebih cepat menanggapi tanda-tanda, dapat menduga akan timbulnya kesulitan sehingga lebih siap menghadapinya, dan bekerja dengan tenang serta dipengaruhi faktor lain yaitu : lama waktu/masa kerja seseorang, tingkat pengetahuan atau keterampilan yang telah dimiliki dan tingkat penguasaan terjadap pekerjaan dan peralatan. 
Oleh karena itu seorang  pegawai yang mempunyai pengalaman kerja adalah seseorang yang mempunyai kemampuan jasmani, memiliki pengetahuan, dan keterampilan untuk bekerja serta tidak akan membahayakan bagi dirinya dalam bekerja.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar