FUNGSI LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA

Fungsi Lingkungan Teman Sebaya sangat besar. Menurut Vembriarto (2003) Lingkungan Teman Sebaya itu mempunyai fungsi sebagai berikut:
  1. Di dalam kelompok teman sebaya anak belajar bergaul dengan sesamanya, yakni belajar memberi dan menerima dalam pergaulannya dengan sesama temannya. Bergaul dengan Teman Sebaya merupakan persiapan penting bagi kehidupan seseorang setelah dewasa.
  2. Di dalam kelompok teman sebaya anak mempelajari kebudayaan masyarakatnya. Melalui kelompok sebaya anak belajar bagaimana menjadi manusia yang baik sesuai dengan gambaran dan cita-cita masyarakatnya; tentang kejujuran, keadilan, kerjasama, tanggung jawab; tentang peranan sosialnya sebagai pria atau wanita; memperoleh berbagai macam informasi, meskipun terkadang informasi yang menyesatkan, serta mempelajari kebudayaan khusus masyarakatnya yang bersifat etnik, keagamaan, kelas sosial dan kedaerahan.
  3. Kelompok sosial teman sebaya mengajarkan mobilitas sosial. Anak-anak dari kelas sosial bawah bergaul akrab dengan anak-anak dari kelas sosial menengah dan kelas sosial atas. Melalui pergaulan di dalam lingkungan kelompok sebaya itu anak-anak dari kelas sosial bawah menangkap nilai-nilai, cita-cita, dan pola-pola tingkah laku anak-anak dari golongan kelas menengah dan atas sehingga anak-anak dari kelompok kelas sosial bawah memiliki motivasi untuk mobilitas sosial.
  4. Di dalam kelompok teman sebaya, anak mempelajari peranan sosial yang baru. Anak yang berasal dari keluarga yang bersifat otoriter mengenal suasana kehidupan yang bersifat demokratik dalam kelompok sebaya, begitu juga sebaliknya anak yang berasal dari keluarga yang bersifat demokratik dapat mengenal suasana kehidupan yang bersifat otoriter.
  5. Di dalam kelompok teman sebaya anak belajar patuh kepada aturan sosial yang impersonal dan kewibawaan yang impersonal pula.  
Sedangkan menurut Umar (2005) fungsi Lingkungan Teman Sebaya adalah:
  1. Mengajarkan berhubungan dan menyesuaikan diri dengan orang lain.
  2. Memperkenalkan kehidupan masyarakat yang lebih luas.
  3. Menguatkan sebagian dari nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan masyarakat orang dewasa.
  4. Memberikan kepada anggota-anggotanya cara-cara untuk membebaskan diri dari pengaruh kekuatan otoritas.
  5. Memberikan pengalaman untuk mengadakan hubungan yang didasarkan pada prinsip persamaan hak.
  6. Memberikan pengetahuan yang tidak bisa diberikan oleh keluarga secara memuaskan (pengetahuan mengenai cita, rasa, cara berpakaian, musik, jenis tingkah laku, dan sebagainya)
  7. Memperluas cakrawala pengetahuan anak sehingga bisa menjadi orang yang lebih kompleks. 
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar