Fisiologi Hewan Coelenterata


Ada beberapa Fisiologi Hewan Coelenterata yang perlu kita ketahui, yaitu:
Pencernaan
Cnidaria adalah karnivora yang menggunakan tentakel yang tersusun dalam suatu cincin di sekitar mulut untuk menangkap mangsa dan mendorong makanan ke dalam rongga gastrovaskuler, tempt penceraan dimulai. Sisa-sisa makanan yang tidak tercena dikeluarkan melalui mulut dan anus. Tentakel dipersenjatai dengan deretan knidosit, sel-sel khas yang berfungsi dalam pertahanan dan penangkaan mangsa. (Campbell, dkk, 2003)
A. aurita (Linnaeus) makan setiap meso dan makro-zooplankton sebagai mangsa (Omori et al. 1995). Pemeriksaan dari kantong makanan A aurita (Linneaus) dari Suez Canal engungkapka bahwa mereka menelan hapir semua zooplanton di lapangan, termasuk ciliata dan copepoda. (El-Serehy, 2005)
Reproduksi
Reproduksi Coelenterata terjadi secara aseksual dan seksual.Reproduksi aseksual ditandai dengan pembentukan tunas pada sisi tubuh polip yang lama kelamaan menjadi banyak dan membentuk suatu koloni. Sedangkan reproduksi seksual dilawali dengan pembentukan gamet (ovum dengan sperma).Gamet-gamet ini biasanya dihasilakan oleh seluruh Coelenterata pada fase medusa dan beberapa fase polip, sepertihydra sp.
Pergerakan
Kontraksi otot berpengaruh terhadap cairan dalam rongga gastrovaskuler yang berlaku sebagai rangka hidrostatik, sebagai mana mesoglea. Gerakan polyp terbatas, merayak atau meliuk-liuk, dan medusa dapat beerenang bebas. Tubuh polyp seperti halnya hydra dapat memanjang dan memendek atau melengkung ke berbagai arah. Medusa berenang dengan jalan berdenyut yang dihasilkan oleh otot melingkar dan menghasilkan gerakan vertikal, sedangkan gerakan horizontal tergantung pada arus laut, kecuali pada beberapa cubomedusa. (Setijanto, 2006)
Respirasi dan Ekskresi
Coelenterata tidak memiliki alat pernafasan dan ekskresi yang khusus. Pertukaran gas terjadi secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh.Sisa metabolisme dalam bentuk ammonia dibuang secara difusi. (Setijanto, 2006)
Peredaran Darah
Filum coelenterata tidak memiliki peredaran darah khusus. Peredaran makanan dilakukan dengan sistem difusi.
Sietem Pertahanan

Coelenterata hidup bebas secara heterotrof dengan memangsa plankton dan hewan kecil di air. Filum ini memiliki sel penyengat yang disebut cnidocyte pada tentakel. Jika ada mangsa yang menempel atau mendekati tentakel akanmengenai cnidocytit, cnidocyt mengeluarkan racun untuk melumpuhkan mangsa tersebut. Mangsa yang sudah dilumpuhkan ditangkap oleh tentakel.Tentakel kemudian menggulung dan membawa mangsa ke mulut.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar