Sejarah UML

Sejarah UML dimulai ketika model pemograman mulai berkembang. Model biasanya digambarkan dalam bahasa visual, kebanyakan informasi dalam model diekspresikan oleh simbol grafik dan sambungan. Seperti kata pepatah : 'picture says more than a thousands words" juga relevant dengan pemodelan. Dengan menggunakan deskripsi visual lebih mudah untuk mengkomunikasikan relasi yang kompleks, dan membuat pemodelan praktis lebih mudah dikerjakan. Bagaimanapun, tidak ada sesuatupun yang sesuai untuk menggambarkan secara visual, dan beberapa informasi dalam model perlu diekspresikan dalam bentuk teks.
Syarat model yang baik adalah:
  1. Benar untuk menggambarkan sistem yang dibangun
  2. Konsisten (dalam tinjauan yang berbeda seharusnya tidak mengekspresikan sesuatu yang menimbulkan konflik dengan tinjauan yang lain).
  3. Mudah dikomunikasikan dengan yang lain.
  4. Mudah diubah
  5. Mudah dimengerti (sesederhana mungkin tapi tidak lebih sederhana).
UML adalah bahasa pemodelan visual yang memiliki semua kemungkinan untuk menjadi standart formal dalam pembuatan model yang berkorespondensi dengan persyaratan model yang baik diatas.  
Salah satu ide awal dibelakang UML adalah sebagai akhir dari perang metode pada komunitas OOP. OO pertama kali ditemukan oleh bahasa pemrograman Simula, tapi tidak begitu populer, sampai akhir tahun 80-an dengan bahasa pemrograman seperti C++ dan Smalltalk. Dengan suksesnya OOP, diperlukan metode untuk mendukung pengembangan software. Metode OOP menjadi populer dan digunakan pada tahun 90-an. Beberapa metode lain yang populer adalah Booch, OMT, OOSE/Objectory, Fusion dan Coad/Yourdon.
Tiap metode memiliki notasi tersendiri (semisal simbol yang digunakan untuk menggambarkan model berorientasi obyek), proses (aktifitas apa yang dikerjakan pada bagian yang berbeda dalam pengembangan), dan alat bantu/tools (CASE-tools yang mendukung notasi dan proses). Ini membuat pemilihan metode menjadi keputusan yang sangat penting, dan seringkali menimbulkan argumentasi dan debat sampai ditemukan metode mana yang terbaik atau lebih advanced atau yang benar untuk digunakan dalam suatu proyek khusus. Sebagaimana halnya argumentasi : yang mana sistem operasi yang terbaik ? bahasa pemrograman yang terbaik ? seringkali tidak tersedia jawaban yang baik karena semua metode memiliki kekuatan dan kelemahan sendiri-sendiri. Pengembang yang berpengalaman seringkali kali menetapkan suatu metode sebagai dasar, dan memasukkan ide dan solusi dari metode yang lain. Pada prakteknya, perbedaan antara metode tidak benar-benar harus ada, metode-metode tersebut akan terus berkembang dan menjadi mirip satu sama lain. Hal ini ditemukan oleh beberapa pemilik metode dan mereka mulai berusaha untuk bekerja sama.
Grady Booch dan James Rumbaugh di perusahaan Rational Software mulai kerjanya dengan UML di tahun 1994, tujuan mereka adalah membuat metode baru, "Unified Method" yang menggabungkan metode Booch dan metode OMT-2. Dan pada tahun 1995, Ivar Jacobson penemu metode OOSE dan metode Objectory bergabung. Rational juga mengajak Objective Systems, perusahan Swedia yang mengembangkan dan mendistribusikan Objectory. Pada titik ini, pengembang UML juga merealisasikan tujuan mereka untuk membuat bahasa pemodelan standart dan yang diberi nama dengan "Unified Modelling Language". Kemudian UML versi 1.0 dilempar ke pasaran pada tahun 1997.
Selain menggabungkan tiga metode utama dari UML yaitu dari metode Booch, OMT dan OOSE, mereka juga membawa ide dari metode lain. Ide David Harel tentang state chart juga diadopsi dalam UML state diagram, bagian dari notasi Fusion untuk memberi nomer operasi dimasukkan dalam Collaboration Diagram, dan ide Gamma-Helm-Johnson-Vlissides pada pola dan bagaimana cara mendokumentasinya untuk mengilhami untuk membuat Class Diagram. Selama tahun 1996, sejumlah organisasi yang bergabung dengan Rational untuk membentuk konsorsium. Organisasi tersebut melihat UML sebagai strategi menguntungkan bagi bisnis mereka dan berharap dapat memberikan konstribusi untuk mendefinisikan UML. Perusahaan tersebut antara lain : DEC, HP, I-Logix, Intellicorp, IBM, ICON Computing, MCI Systemhouse, Microsoft, Oracle, Texas Instruments, Unisys, dan tentu saja Rational. Perusahaan tersebut juga mendukung proposal untuk mengadaptasi UML sebagai OMG (Object Management Group, organisasi yang mempelopori standart pada bidang berorientasi obyek), sebagai standart untuk bahasa pemodelan.
Rational juga membuat perjanjian dengan Microsoft, yang menyatakan bahwa perusahaan akan bekerjasama untuk mengembangkan dan memasarkan pengembangan tools. Ini berarti bahwa mereka berharap untuk menerima lisensi teknologi dari yang lain, dan itu berarti bahwa produk mereka mudah untuk bekerja sama dengan yang lain (Sebagai contoh Rational Rose akan mengintegrasikan high-end CASE tool untuk lingkungan pengembangan semisal Visual C++ atau Visual Basic).
Pada saat UML mulai menjadi standart, maka akan semakin dikenal oleh pengembang sebagai bahasa pemodelan standart. Bagaimanapun, pada saat OMG direncanakan sebagai bahasa pemodelan standart, UML juga dapat diterima sebagai standart formal. Ini menjadikan lebih banyak permintaan akan UML dan definisi formal yang lebih presisi, sehingga menaikkan kualitas bahasanya. Standardisasi formal juga merupakan hal yang penting bagi banyak industri sebelum mereka menggunakan teknologi baru.
Pada saat sekarang ini, standart OMG UML dipandang sebagai pilihan yang menyakinkan dan pasti untuk pemodelan visual, dan menggantikan bahasa pemodelan visual lainnya seperti : STEP Express/G, ER, EER, dll. Semua pemasok CASE tool bergabung untuk kontes pendukung UML. Dan setelah sebelumnya terjadi perang metode, sekarang beramai-ramai mengadakan perjanjian untuk suatu notasi yang standart, tidakkah hidup ini begitu mengagumkan?
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar