Persepsi tentang Penyandang Cacat


Ada banyak persepsi tentang penyandang cacat. Kecacatan  pada  dasarnya  merupakan  persoalan  sosial  yang  butuh penanganan  serius  sebagaimana  masalah  sosial  lainnya.  Hal  ini dikarenakan bukan saja karena kecacatan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan  saja,  namun  juga  karena  jumlah  penyandang  cacat  dinegeri  kita berbanding  lurus  dengan  frekwensi  konflik  sosial  politik  yang  marak terjadi akhir-akhir ini.Yang lebih memprihatinkan lagi a dalah fakta bahwa sebagian besar dari populasi penyandang cacat hidup dalam kemiskinan.
Kondisi  tersebut  terjadi  karena  terbatasnya  akses  mereka  dalam  bidang ekonomi, pendidikan, pelayanan umum dan politik. Disamping itu secara umum  masyarakat  kita  belum  dapat  menerima  keberadaan  kelompok penyandang cacat secara penuh sebagai bagian integral masyarakat.
Keengganan masyarakat ini sangat erat hubungannya dengan mitos dan Kepercayaan  kuno  yang  masih  melekat  dalam  masyarakat  kita  bahwa kecacatan  adalah  akibat  buruk  atau  dosa  yang  harus  ditanggung  oleh seseorang dari perbuatan yang melanggar norma sosial. Kepercayaan yang tanpa  dasar  ini  telah  ditularkan  turun  temurun  dari  generasi  ke  generasi hingga  berakibat  buruk  pada  kehidupan  para  penyandang  cacat  saat  ini.
Dalam  kehidupan  sehari-hari  isu  kecacatan  belum  menjadi  sorotan  bagi para  pemerhati  masalah  sosial  dan  pendidikan  di  Indonesia.  Begitu  pula dimata kaum agamawan, kecacatan masih dipandang sebagai kodrat, takdir dan  ujian  dari  Tuhan  yang  harus  diterima  dengan  penuh  kepasrahan.
Seruan  dari  para  agamawan  untuk  sabar  dan  menerima  keadaan  apa adanya seakan menjadi obat penentram jiwa bagi para penyandang cacat. Sehingga penyandang cacat merasa bahwa kecacatan yang melekat pada dirinya dengan segala konsekwensi sosial yang dihadapinya (diskriminasi, marginalisassi, dan pandangan negatif masyarakat) sebagai kesatuan utuh yang harus dijalani oleh penyandang cacat.
Sikap Publik terhadap Penyandang Cacat
Pandangan  publik  terhadap  penyandang  cacat  sangat  penting  karen a akan  menentukan  peranan  penyandang  cacat  di  masyarakat  dan  seluas apakah kesempatan yang seharusnya didapat oleh penyandang cacat. Sikap keluarga  dan  masyarakat  kepada  penyandang  cacat  masih  menganggap kasihan  dan  tidak  bisa  melakukan  ini  dan  itu,  mengan ggap  bahwa kecacatan adalah sebagai karma. Dari sikap tersebut maka keluarga merasa bersalah sehingga akan memilih over protective, atau membiarkan begitu saja,  membicarakan  kecacatan  merupakan  sesuatu  yang  tabu. Pengakuan hak  dasar  sebagai  seorang  manusia  terhadap  penyandang  cacat  masih sangat terbatas. Masih ada anggapan bahwa kecacatan adalah sesuatu hal yang  memalukan,  sesuatu  kekurangan  yang  harus  diperbaiki  dan dinormalkan.
Strategi menuju Perubahan 
  1. Meningkatkan kesadaran publik terhadap isu-isu penyandang cacat 
  2. kesempatan  lebih  luas  bagi  penyandang  cacat  untuk berpartisipasi aktif di masyarakat 
  3. Mengikutsertakan  penyandang  cacat  dalam  pergerakan  isu-isu  sosial lainnya 
  4. Merubah sikap sosial masyarakat terhadap penyandang cacat 
  5. Membuka  luas  kesempatan  dalam  pendidikan  dan  pelatihan  bagi penyandang cacat 
  6. Menyediakan fasilitas publik termasuk sarana transportasi umum yang aksesibel untuk semua 
  7. Pelayanan  pendidikan  dan  advokasi  bagi  penyandang  cacat  dan keluarganya 
  8. Jaringan kerjasama antar organisasi 
  9. Kesempatan bagi penyandang cacat dalam mengambil keputusan 
  10. Mengikutsertakan penyandang cacat sebagai kontrol pelayanan publik.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar