Pengertian Batik

Pengertian Batik adalah salah satu cara pembuatan motif bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal, pertama teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian kain, dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Kedua, kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebu (termasuk penggunaan motif-motif tertentu) memiliki kekhasan (Prasetyo, 2010).
Kata “batik” berasal dari bahasa Jawa, dari kata “amba” yang berarti menggambar dan “tik” yang berarti kecil. Seperti misalnya terdapat dalam kata-kata Jawa lainnya yakni “klitik” (warung kecil), “bentik” (persinggungan kecil antara dua benda), “kitik” (kutu kecil) dan sebagainya (Teguh Suwarto, dkk, 1998). Dalam bahasa Jawa, ―batik ditulis dengan ―bathik, mengacu pada huruf jawa ―tha yang menunjukan bahwa batik adalah rangkaian dari titik-titik yang membentuk gambaran tertentu. Batik sangat identik dengan suatu tehnik (proses) dari mulai penggambaran motif hingga pelodoran. Salah satu ciri khas batik adalah cara penggambaran motif pada kain yang menggunakan proses pemalaman, yaitu menggoreskan malam (lilin) yang ditempatkan pada wadah yang bernama canting dan cap (Wulandari, 2011).
Pengertian lain dari batik menjelaskan bahwa batik merupakan suatu seni dan cara menghias kain dengan penutup lilin untuk membentuk corak hiasannya, membentuk sebuah bidang pewarnaan, sedang warna itu sendiri dicelup dengan memakai zat warna bisaa (Endik S, 1986).
Batik adalah lukisan yang dibuat pada kain dengan bahan lilin dan pewarna (naptol), menggunakan alat canting atau kuas serta teknik tutup celup. Dalam perkembangannya, untuk mempercepat proses membatik digunakan cap. Itulah sebabnya, karya batik dengan canting dan cap dikenal dengan istilah batik tulis dan batik cap. Batik memiliki fungsi ganda, yaitu kebutuhan akan pakaian, penutup tempat tidur, sarung bantal, dan sebagainya. Secara estetis, batik lukis bisa dibingkai dan dijadikan menjadi perhiasan ruangan.
Dalam Seminar Nasional Batik, di Universitas Negeri Yogyakarta pada 18 Mei 2010, Dharsono memaparkan pengertian batik sebagai berikut:
.....Orang melukis, menggambar atau menulis pada mori memakai canting disebut membatik. Membatik menghasilkan batik atau batikan berupa macam-macam motif dan mempunyai sifat-sifat khusus yang dimiliki oleh batik itu sendiri. ....... Dari uraian Dharsono tersebut dapat diketahui alasan mengapa UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan dari Indonesia, dan merupakan budaya lisan dan nonbendawi (intangible and tangible).
Berdasarkan pengertian batik di atas dapat disimpulkan bahwa batik merupakan suatu seni menghias kain dengan menggambar pola-pola tertentu di atas kain dengan menggunakan malam atau pola-pola batik lainnya pada karya-karya seni seperti lukisan batik dinding dan lain-lain.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar