Tanda-Tanda Kematian Menurut Islam

Ada beberapa tanda-tanda kematian menurut Islam, yang dapat di tarik dari beberapa hadist. Walaupun tidak ada seorang pun yang dapat meramalkan datangnya kematian. Bahkan seorang nabipun, tidak dapat meramalkannya. Walaupun kematian tidak dapat diramalkan, bukan berarti bahwa kematian jauh dari kita. Justru sebaliknya, kematian sangat dekat, lebih dekat dari yang terdekat. Setiap detik, Malaikat Israil selalu siap, bahkan tidak pernah lengah akan tugasnya mengakhiri kehidupan seorang manusia jika sudah sampai saatnya. Tidak ada yang tertunda, atau tidak ada seorangpun yang dapat menundanya. Semuanya datang tepat waktu. Kedatangannya merupakan sebuah takdir yang tidak dapat ditunda oleh siapapun.
Di bawah ini sebuah pendapat KH. Katib Masyhudi, yang di kutip dari sebuah jejaring sosial tentang tanda-tanda datangnya kematian: 
  1. Adalah sangat bodoh, sangat dungu, sangat tolol, sangat gobblog, dan sangat tidak bermutu dan tidak berkualitas, atau kwalitasnya amat sangat jelek sekali apabila ada orang yang tidak mengetahui 'tanda-tanda' kematian, apalagi sampai tidak mengetahui bahwa dirinya 'akan mati'. Kalau ada orang yang seperti itu, sungguh amat sangat kasihan. Berarti ia orang yang sangat jauh dari petunjuk Allah, dekat dengan petunjuk syetan, bahkan sedang bergandengan tangan dengan syetan jalan bersama di jalan syetan. Karena kematian adalah hal yang pasti. Ayat-ayat al Quran, hadits-hadits Nabi, fakta-fakta kehidupan memberitakan itu semua. Kematian pasti datang. Maut pasti menjemput. 
  2. Adalah dusta jika ada orang yang mengaku bahwa dirinya 'mengetahui' kapan dirinya akan mati, padahal dia masih dalam keadaan hidup. Jangankan kematian orang lain. Bahkan kematiannya sendiripun dia tidak akan tahu. Kematian adalah rahasia Allah Swt.Tidak ada yang mengetahui rahasiaNya, kecuali (hanya sedikit) orang-orang yang diberi tahu olehNya. Dan ini hanya terjadi pada orang-orang yang ketaqwaanNya kepada Allah telah mencapai derajat yang amat tinggi, misalnya para nabi, para auliya, para syuhada, dan orang-orang lain yang Allah kehendaki. 
  3. Adalah suatu kebodohan yang nyata apabila kita mempercayai 'pernyataan' yang menjelaskan bahwa tanda-tanda kematian dapat diketahui (dengan pasti), apalagi sejak 100 hari sebelumnya. Pernyataan seperti ini tidak akan ditemukan dalilnya baik di dalam al Quran, al Hadits, ataupun kitab-kitab para ulama salafus shalih. Karena pernyataan seperti itu hanyalah pernyataan ngawur, pernyataan sensasional, pernyataan yang menyimpang dari kebenaran ajaran agama. Saya sendiri bahkan mengetahui (dengan pasti) tanda-tanda kematian itu bukan hanya sejak 100 hari sebelumnya, tapi bahkan sejak 'bayi lahir' dalam keadaan hidup. Sebab adanya hidup itu sendiri merupakan tanda adanya mati. 
  4. Baik ayat al Quran ataupun nash-nash al Hadits yang ada, justru memberi tahukan bahwa kematian itu datang secara tiba-tiba, tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan saatnya dan di mana tempatnya, kecuali (sedikit sekali) orang-orang yang diberitahu Allah. Hadits yang menjelaskan tentang "40 hari sebelum seseorang mati, maka daun dari pohon yang berada di bawah 'Arsy yang bertuliskan namanya, jatuh dan ditangkap dalam genggaman malaikat maut, sehingga di alam langit orang tersebut sudah dianggap mayit" juga tidak menjelaskan tanda-tanda kematian. Karena anggapan mayit itu terjadi di alam malakut (alam para malaikat) sedangkan orang yang bersangkutan sendiri bahkan tidak mengetahui apa-apa dan tidak merasakan tanda-tanda apa-apa. 
  5. Apa yang saya tuliskan ini hasil pemahaman dari ngaji saya, sehingga saya yakin semuanya ada dalil-dalilnya. Karena saya tidak pernah ngaji kecuali dengan kitab-kitab kuning karya para ulama salafus salih. Cuma karena ilmu saya tidak saya persiapkan untuk 'padudon' atau debat, tetapi hanya untuk diamalkan, maka saya tidak biasa mencantumkan dalil-dalil atau dasar-dasarnya dalam tulisan-tulisan saya. Terus terang malas untuk mencarinya di dalam kitab, sebab kadang judul kitabnyapun saya sudah lupa (mungkin karena kitab yang saya baca sangat banyak, tapi mungkin juga karena saya sudah pelupa alias sudah pikun). Yang penting anda percaya saja, bahwa saya orangnya jujur. Tapi kalau anda butuh dalil-dalilnya (baik ayat quran, hadits nabi, ataupun kitab-kitab) insya Allah saya akan carikan. 
  6. Kalau tanda-tanda kematian bisa diketahui, sehingga setiap orang tahu kapan dirinya akan mati, pasti di dunia ini (khususnya di Indonesia) tidak ada yang korupsi. Tidak ada yang miskin. Karena orang-orang kaya yang akan mati, pasti membagi-bagikan seluruh kekayaannya terlebih dahulu kepada fakir miskin untuk bekal di akherat nanti (apalagi dia mengetahui fadhilahnya sedekah). Apabila kematian bisa diketahui kapan datangnya (apalagi sejak 100 hari sebelumnya), maka saya akan merampok bank, kemudian uangnya saya bawa pergi ke Jakarta. Di Jakarta saya cari rumahnya Agnes Monica, Aura Kasih, Nikita willy, dan semua artis-artis yang cantik-cantik, dan setelah ketemu, maka akan saya perkosa satu-persatu (paling terakhir yang saya perkosa Jupe. Untuk gong) . Kemudian 100 hari sebelum saya mati, saya pulang ke rumah. 40 hari sebelum mati, saya mulai bertaubat, dan semenjak 7 hari sebelum mati, saya akan menempat di masjid untuk bertaubat nasuha. Akhirnya.......HOREEEEEE........SAYA HUSNUL KHOTIMAH...!!!!!!!!!!!!!! Wallohu a'lamu bishshowab.
Pendata KH. Katib Masyhudi diatas memang tidak disertai dalil yang jelas. Tetapi secara aqli (akal) dapat diterima.
Di bawah ini disarikan beberapa ayat Al-Qur’an yang membicarakan tentang tanda-tanda kematian:
“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin  Allah sebagai ketetapan yang tertentu waktunya” (QS Al Imron: 145).
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa   (orang) yang belum mati ketika tidurnya maka Dia tahanlah jiwa  (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan  jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.  Sesungguhnya pada  yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum  yang berfikir” (QS. Az Zumar: 42)
“… Tuhanku ialah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan” (QS Al Baqarah: 258).
Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu,  kendatipun kamu berada di dalam benteng yang kokoh” (QS An Nisaa’: 78)
Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya,  maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu” (QS Al Jumuah: 8).
“Maka jika telah datang batas waktunya (ajal), mereka tak dapat  mengundurkannya barang sedetikpun dan tidak dapat memajukannya” (QS Al A’raf: 34)
Semua ayat-ayat tersebut di atas dan banyak lagi ayat lainnya adalah qath’i tsubut yaitu bersumber pasti dari Allah dan qath’i dilalah yaitu bahwasanya Allahlah yang mematikan (makhluq).  Dan sesungguhnya sebab datangnya kematian adalah sampainya ajal bukan berupa “keadaan/kondisi” yang dapat menghantarkan pada kematian.
Kematian tidak akan menghampiri manusia kecuali sudah sampai ajalnya, dan tidak ada seorangpun yang dapat menunda atau mempercepatnya. Kematian adalah sebuah takdir Allah.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar