Sumber-Sumber Mendapatkan Bahan Terjemahan

Ada beberapa sumber-sumber mendapatkan bahan terjemahan. Banyak kesempatan untuk mendapatkan bahan yang bisa diterjemahkan. Beberapa di antaranya, menurut Goridus Sukur (2009) adalah sebagai berikut:
Dari Penerbit
Salah satu sumber paling besar bahan terjemahan adalah dari penerbit. Bahan paling banyak yang hendak diterjemahkan adalah buku-buku berbahasa Inggris. Hampir setiap penerbit memiliki divisi khusus terjemahan. Semua buku laris, baik fiksi –terutama novel- maupun non-fiksi yang diterbitkan oleh para penerbit asing pasti akan diterbitkan ke dalam bahasa Indonesia. Beberapa contoh yang paling fenomenal adalah karya-karya Kahlil Gibran dan karya J.K. Rowling. Umumnya, para penerbit akan menghubungi kita sebagai penerjemah berrdasarkan karya kita yang sudah beredar di pasarran atau berdasarkan informasi dari pihak lain tentang kita.
Dari Teman
Dalam kehidupan manusia, hubungan pertemanan memainkan peranan amat sentral, termasuk dalam dunia penerjemahan. Semakin banyak memiliki teman, semakin banyak peluang mendapatkan informasi tentang apa saja, termasuk informasi tentang kebutuhan tenaga penerjemah.
Dari internet
Kita juga bisa mendapatkan bahan terjemahan dari internet. Umumnya, kalau di internet, lowongan penerjemahan online dapat diakses dengan mudah. lewat grup milis di internet pun bisa mendapatkan informasi tengant kesempatan menerjemahkan sebuah teks. Sumber dari internet ini mungkin agak terbatas jika jarang mengaksesnya.
Dari rekan kerja
Biasanya, rekan kerja pun bisa merupakan sumber informasi penerjemahan yang mungkin bisa dikerjakan. Biasanya, rekan kerja menginformasikan kepada kita rekan atau saudara mereka yang memang membutuhkan jasa menerjemahkan, bisa berupa makalah, karangansingkat, artikel untuk majalah ilmiah internasional, ataupun sekadar menerjemahkan kartu tanda penduduk.
Dari iklan di media massa
Kita juga bisa menemukan informasi tentang penerjemahan di media massa seperti majalah, koran, televisi, radio atau pamplet. Lowongan tenaga penerjemah yang dibuka lewat media massa biasanya berupa lowongan kerja permanen atau tenaga kontrak, begitu siap menekuni dunia terjemahan, terutama di perusahaan-perusahaan tertentu atau di penerbit, kita tinggal tentukan untung ruginya. Untung rugi di sini lebih kepada sisi positif dan negatif jika kita bekerja sebagai penerjemah lepas dan sebagai penerjemah berstatus karyawan. Jika sebagai penerjemah lepas, kita masih bisa memiliki pekerjaan utama yang lain. Artinya, sumber utama penghasilan bukan dari dunia penerjemahan. Sebaliknya, jika memilih menjadi penerjemah yang berstatus karyawan di sebuah perusahaan tertentu, berarti kita memutuskan untuk memilih dunia penerjemahan sebagai pekerjaan pokok. Tinggal  mana yang kita suka untuk dijalankan.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar