Peran Guru dalam Masyarakat

Peran guru dalam masyarakat sanga penting. Guru adalah cerminan pendidikan. Pendidikan yang baik menunjukkan unsur yang yang berjalan dengan baik, salah satunya, baiknya peran guru dalam masyarakat. sebagai pendidikan, peran guru dinilai sangat penting dalam membentuk karakter, khususnya generasi muda yang duduk di bangku sekolah. Masyarakat yang, kita bisa menyebutnya sebagai warga yang sebagiannya masih awam mengenai pendidikan, menaruh harapan besar akan kontribusi guru dalam membangun karakter anak didik.
Guru, sebagai pendidik, sudah sepantasnya memberikan contoh kepada anak didik, khususnya, atau kepada masyarakat, umumnya. Tiap gerak gerik guru adalah teladan. Setiap tutur katanya adalah –harusnya- sesuatu yang pantas ditiru. Sebagai representasi dari orang-orang yang berpendidikan dan terpelajar, segala tingkah laku guru sepantasnya jadi referensi bagi orang lain, terutama yang masih jauh dari nilai-nilai pendidikan/belum mampu mengenyam nilai-nilai pendidikan.
Kini, kita melihat ada perbedaan yang jelas antara peran guru di perkotaan dengan peran guru di pedesaan. Di perkotaan, kita melihat konsentrasi guru cukup sekadar bagaimana profesionalitas dalam mengajarkan dan mendidik di depan kelas atau di sekolah dapat dicapai dengan baik. Di luar, masyarakat tidak begitu memperhatikan bagaimana kehidupan guru. Kehidupan guru, di sana cukup bagaimana ia berprilaku semestinya sebagai guru di sekolah saat berhadapan dengan anak didik.
Di desa, berbeda. Guru adalah orang yang sangat berbeda dengan masyarakat lainnya. Ia lebih dari sekadar seorang pengajar. Akan ada banyak hal yang dilakukan oleh guru dalam masyarakat pedesaan, apatah lagi jika dalam masyarakat tersebut, hanya ada beberapa saja yang benar-benar diakui sebagai sosok yang terdidik dan bisa mendidik masyarakat.
Meski demikian, pada dasarnya, guru memiliki peran, selain sebagai pemberi contoh, ia patutnya langsung sebagai orang yang menjadi contoh. Sebagai sosok yang bisa dijadikan contoh, masyarakat jadi percaya bahwa apa yang diajarkan oleh seorang guru bukanlah sekadar muncul sekadar dari lisan, namun juga langsung diterapkan lewat perbuatan. Dalam hal ini, ia sudah selayaknya seorang guru memperlihatkan citra ideal atau semestinya, sejalan dengan status yang ia emban, yaitu sebagaiseorang guru.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar