Pelaksanaan Disiplin Kerja

Pelaksanaan disiplin kerja seharusnya diterapkan diseluruh manajemen. Disiplin yang paling baik  adalah disiplin diri. Kecenderungan orang normal adalah melakukan apa yang menjadi kewajibannya dan menempati aturan permainan. Organisasi yang baik harus berupaya menciptakan peraturan atau tata tertib yang akan menjadi rambu-rambu yang harus dipenuhi oleh seluruh pegawai dalam organisasi. 
Menurut Singodimedjo peraturan-peraturan yang berkaitan dengan disiplin itu antara lain:
  1. Peraturan jam masuk, pulang, dan jam istirahat 
  2. Peraturan dasar tentang berpakaian, dan bertingkah laku dalam pekerjaan 
  3. Peraturan cara-cara melakukan pekerjaan dan berhubungan dengan unit kerja 
  4. Peraturan tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh para pegawai selama dalam organisasi dan sebagainya.
Selanjutnya  Ranupandoyo dan  Masnan (dalam  Sutrisno,  2010) mengemukakan hendaknya  peraturan  juga  dikomunikasikan sehingga  para karyawan tahu apa yang menjadi larangan dan apa yang tidak. Pendidikan lebih baik daripada hukuman  dan  koreksi  konstruktif  lebih  baik  daripada  celaan, merupakan  kunci  dari  keseluruhan  program  peningkatan  individu  yang  harus menjadi tekanan dalam pelaksanaan disiplin.
Sesuai  dengan  pengertian  disiplin  kerja  sebagai  suatu  sikap  terhadap peraturan  organisasi  dalam  rangka  pelaksanaan  kerjanya, maka disiplin  kerja dikatakan baik bila  pegawai  mengikuti  dengan  sukarela aturan atasannya dan berbagai  peraturan  organisasi.  Dan sebaliknya, dikatakan  buruk  bila  pegawai mengikuti  perintah  atasan  dengan  terpaksa  dan tidak  tunduk  pada  aturan organisasi.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar