Klasifikasi Brokoli


Berikut adalah klasifikasi brokoli:
Kingdom  : Plantae
Divisi  : Spermatophyta
Sub divisi  : Angiospermae
Kelas  : Dicotyledoneae
Ordo  : Brassicales
Suku  : Brassicaceae
Genus  : Brassica
Spesies  : Brassica oleraceaL. var. botrytis L. (Cahyono,2001).
Brokoli (Brassica oleraceaL.  var.  botrytis  L.) merupakan tanaman sayuran subtropik yang banyak dibudidayakan di Eropa dan Asia. Tanaman brokoli termasuk tanaman musim dingin, sehingga cocok ditanam pada daerah pegunungan (dataran tinggi) yang beriklim sejuk. Di Indonesia, tanaman brokoli sebagai sayuran dibudidayakan secara luas pada daerah tinggi seperti Bukit Tinggi (Sumatera Barat), Karo (Sumatera Utara), Pangalengan (Jawa Barat) dan Sumber Brantas (Jawa Timur). Di Indonesia sayuran brokoli telah dikenal sejak abad ke-15, yaitu mulai penjajahan Belanda, sehingga lebih dikenal sebagai sayuran Eropa. Melalui kultivasi yang dilakukan telah dihasilkan jenis brokoli yang beragam, seperti kaelan (kale), brokoli (cabbage), brokoli umbi (kohlrabi), brokoli bunga(cauliflower), brokoli (broccoli) dan brokoli tunas. Meskipun kelihatannya sangat berbeda namun merupakan spesies yang sama (Muslim, 2010).
Pada mulanya bunga brokoli dikenal sebagai sayuran daerah beriklim dingin (sub tropis), sehingga di Indonesia cocok ditanam di dataran tinggi antara 1.000 – 2.000 meter dari atas permukaan laut (dpl) yang suhu udaranya dingin dan lembab. Kisaran temperatur optimum untuk pertumbuhan produksi sayuran ini antara 15,5 - 18°C dan maksimum 24°C. Setelah beberapa negara di kawasan Asia berhasil menciptakan varietas-varietas unggul baru yang tahan terhadap temperatur tinggi (panas), maka brokoli dapat ditanam di dataran menengah sampai tinggi (Rukmana, 1994). Tanaman brokoli termasuk kedalam tanaman sayuran semusim atau berumur pendek. Tanaman brokoli hanya dapat berproduksi satu kali dan setelah itu akan mati (Cahyono, B., 2001)
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar