Hubungan Sosial Asimilasi


Apa itu hubungan sosial asimilasi? Kita tentu pernah melihat pembauran dua kebudayaan yang menghasilkan sebuah kebudayaan baru, namun disertai dengan hilangnya kebudayaan asli sebelum ia berbaur. Pembauran tersebut disebut asimilasi, yaitu  pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Suatu asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok. Untuk mengurangi perbedaan itu, asimilasi meliputi berbagai upaya mempererat kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan dan kebersamaan tujuan.
Maka, proses asimilasi, menghasilkan, yaitu semakin tipisnya batas perbedaan antarindividu dalam suatu kelompok, atau bisa juga batas-batas antarkelompok. Selanjutnya, individu melakukan identifikasi diri dengan kepentingan bersama. Artinya, menyesuaikan kemauannya dengan kemauan kelompok. Demikian pula antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.
Asimilasi dapat terbentuk apabila terdapat tiga persyaratan berikut:
  1. Adanya sejumlah kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda
  2. Munculnya pergaulan antarindividu atau kelompok secara intensif dan dalam waktu yang relatif lama
  3. Masing-masing kelompok tersebut, kebudayaannya saling berubah dan menyesuaikan diri

Kita mengenal beberapa faktor umum yang mendorong atau mempermudah terjadinya asimilasi yaitu:
  1. Kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi
  2. Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
  3. Toleransi di antara sesama kelompok yang berbeda kebudayaan
  4. Perkawinan antara kelompok yang berbeda budaya
  5. Kesediaan menghormati dan menghargai orang asing dan kebudayaan yang dibawanya.
  6. Mempunyai musuh yang sama dan meyakini kekuatan masing-masing untuk menghadapi musuh tersebut.

Lalu, kita menuju pada beberapa faktor umum yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi, tiga di antaranya yaitu:
  1. Kelompok yang terisolasi atau terasing (biasanya kelompok minoritas)
  2. Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan baru yang dihadapi
  3. Prasangka negatif terhadap pengaruh kebudayaan baru. Kekhawatiran ini dapat diatasi dengan meningkatkan fungsi lembaga-lembaga kemasyarakatan
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar