Pengertian Psikopat

Pengertian psikopat menurut Singgih Dirgagunarsa (1998) adalah hambatan kejiwaan yang menyebabkan penderita mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri terhadap norma-norma sosial yang ada di lingkungannya. Penderita psikopat memperlihatkan sikap egosentris yang besar, seolah-olah patokan untuk semua perbuatan dirinya sendiri saja.
Menurut Kartini Kartono (1999), pengertian psikopat adalah bentul kekalutan mental (mental disorder) yang ditandai dengan tidak adanya pengorganisasian dan pengintegrasian pribadi sehingga penderita tidak pernah bisa bertanggung jawab secara moral dan selalu konflik dengan norma-norma sosial dan hukum. 
Selanjutnya Kartini Kartono menyebutkan gejala-gejala psikopat antara lain sebagai berikut:
  1. Tingkah laku dan realasi social penederita selalu asosial, eksentrik dan kronis patologis, tidak memiliki kesadaran social dan inteligensi sosial. 
  2. Sikap penderita psikopat selalu tidak menyenangkan orang lain.
  3. Penderita psikopat cenderung bersikap aneh, sering berbuat kasar bahkan ganas terhadap siapapun. 
  4. Penderita psikopat memiliki kepribadian yang labil dan emosi yang tidak matang. 
Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh Singgih Dirgagunarsa dan Kartini Kartono tersebut dapat disimpulkan pengertian mengenai psikopat sebagai berikut:
  1. Bahwa psikopat merupakan kelainan atau gangguan jiwa dengan ciri  utamanya  ketidak mampuan penderita dalam menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungan sosialnya. 
  2. Bahwa  penderita  psikopat  tidak memiliki tanggung jawab moral dan sosial. 
  3. Bahwa   perbuatan   penderita  psikopat  dilakukan dengan acuan egonya 
  4. Bahwa  penderita  psikopat  memiliki  kepribadian yang labil  dan emosi yang tidak matang.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar