Pencegahan Kecelakaan Kerja

Pencegahan kecelakaan kerja adalah seharusnya menjadi prioritas utama. Tujuan utama penerapan sistem manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah untuk mengurangi atau mencegah kecelakaan yang mengakibatkan cedera atau kerugian materi (Ramli, 2010).
Pencegahan kecelakaan kerja ditujukan untuk mengenal dan menemukan sebab-sebabnya bukan gejala-gejalanya untuk kemudian sedapat mungkin dikurangi atau dihilangkan. Pencegahan dan penanggulangan kecelakaan kerja dapat dilakukan setelah ditentukan sebab-sebab terjadinya kecelakaan dalam sistem atau proses produksi, sehingga dapat disusun rekomendasi cara, sehingga dapat disusun rekomendasi cara pengendalian kecelakaan kerja yang tepat.
Pengendalian kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan antara lain:
Pendekatan Energi
Kecelakaan bermula karena adanya sumber energi yang mengalir mencapai penerima. Pendekatan energi untuk mengendalikan kecelakaan dilakukan melalui 3 titik, yaitu:
  1. Pengendalian pada sumber bahaya. Bahaya sebagai sumber terjadinya kecelakaan dapat dikendalikan langsung pada sumbernya dengan melakukan pengendalian secara teknis atau administratif. 
  2. Pendekatan pada jalan energy. Pendekatan ini dapat dilakukan dengan melakukan penetrasi pada jalan energi sehingga intesitas energi yang mengalir ke penerima dapat dikurangi. 
  3. Pengendalian pada penerima. Pendekatan ini dilakukan melalui pengendalian terhadap penerima baik manusia, benda atau material. Pendekatan ini dapat dilakukan jika pengendalian pada sumber atau jalannya energi tidak dapat dilakukan dengan efektif.
Pendekatan Manusia
Pendekatan secara manusia didasarkan  hasil statistik yang menyatakan bahwa 85 % kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia dengan tindakan yang tidak aman. Untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian mengenai K3 dilakukan berbagai pendekatan dan program K3 antara lain:
  1. Pembinaan dan Pelatihan 
  2. Promosi K3 dan kampanye K3 
  3. Pembinaan Perilaku Aman 
  4. Pengawasan dan Inspeksi K3 
  5. Audit K3 
  6. Komunikasi K3 
  7. Pengembangan prosedur kerja aman 
Pendekatan Teknis
Pendekatan teknis menyangkut kondisi fisik, peralatan, material, proses maupun lingkungan kerja yang tidak aman. Untuk mencegah kecelakaan yang bersifat teknis dilakukan upaya keselamatan antara lain:
  1. Rancang bangun yang aman yang disesuaikan dengan persyaratan teknis dan standar yang berlaku untuk menjamin kelaikan instalasi atau peralatan kerja. 
  2. Sistem pengaman pada peralatan atau instalasi untuk mencegah kecelakaan dalam pengoperasian alat atau instalasi.
Pendekatan Administratif
Pendekatan secara administratif dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain:
  1. Pengaturan waktu dan jam kerja sehingga tingkat kelelahan dan paparan bahaya dapat dikurangi. 
  2. Penyediaan alat keselamatan kerja. 
  3. Mengembangkan dan menetapkan prosedur dan peraturan tentang K3 
  4. Mengatur pola kerja, sistem produksi dan proses kerja.
Pendekatan Manajemen
Banyak kecelakaan yang disebabkan faktor manajemen yang tidak kondusif sehingga mendorong terjadinya kecelakaan. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
  1. Menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). 
  2. Mengembangkan organisasi K3 yang efektif.
  3. Mengembangkan komitmen dan kepemimpinan dalam K3, khususnya untuk manajemen tingkat atas.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar