Dimensi Pendidikan Islam

Ada beberapa dimensi pendidikan Islam. Meskipun berbeda-beda dalam rumusan dari beberapa pemikir/ulama’, namun satu aspek principal yang sama adalah bahwa tujuan utama Pendidikan Islam adalah agar manusia menjadi pengabdi Allah yang patuh dan setia. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam al-Qur’an, Surat Adz- Dzariyat: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (Q.S. Adz-Dzariyat: 56).
Untuk mencapai tujuan utama pendidikan yang tersebut di atas secara optimal, maka pencapaian tujuan tersebut harus dilakukan secara bertahap dan berjenjang. Sehubungan dengan hal itu, maka tujuan Pendidikan Islam harus mengacu kepada tujuan yang dapat dilihat dari berbagai dimensi, antara lain:
Dimensi Hakekat Penciptaan Manusia
Berdasarkan dimensi ini, tujuan Pendidikan Islam diarahkan kepada pencapaian target yang berkaitan dengan hakekat penciptaan manusia oleh Allah SWT. Dari sudut pandangan ini, maka Pendidikan Islam bertujuan untuk membimbing perkembangan peserta didik secara optimal agar menjadi pengabdi kepada Allah yang setia. Berangkat dari tujuan ini, maka aktivitas pendidikan diarahkan kepada upaya membimbing manusia agar dapat menempatkan diri dan berperan sebagai individu yang taat dalam menjalankan ajaran agama Allah. Jadi dimensi ini diarahkan pada pembentukan pribadi yang bersikap taat asas terhadap pengabdian kepada Allah.
Dimensi Tauhid
Mengacu kepada dimensi ini, maka tujuan Pendidikan Islam diarahkan kepada upaya pembentukan sikap takwa. Dengan demikian pendidikan ditujukan kepada upaya untuk membimbing dan mengembangkan potensi peserta didik secara optimal agar dapat menjadi hamba Allah yang bertakwa.
Dimensi Moral
Dalam dimensi ini manusia dipandang sebagai sosok individu yang memiliki potensi fitriyah. Maksudnya bahwa sejak dilahirkan, pada diri manusia sudah ada sejumlah potensi bawaan yang diperoleh secara fitrah. Menurut M. Quraish Shihab, potensi ini mengacu kepada tiga kecenderungan utama yaitu benar, baik dan indah.
Dalam hubungan dengan dimensi moral ini, maka pelaksanaan pendidikan ditujukan kepada upaya pembentukan manusia sebagai pribadi yang bermoral. Tujuan pendidikan dititikberatkan pada upaya pengenalan terhadap nilai-nilai yang baik dan kemudian menginternalisasikannya, serta mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam sikap dan perilaku melalui pembiasaan.
Dimensi Perbedaan Individu
Manusia merupakan makhluk penciptaan yang unik. Secara umum manusia memiliki sejumlah persamaan dan perbedaan antara individu yang satu dengan yang lainnya. Sehubungan dengan kondisi itu, maka tujuan pendidikan diarahkan pada usaha membimbing dan mengembangkan potensi peserta didik secara optimal dengan tidak mengabaikan adanya faktor perbedaan individu, serta menyesuaikan pengembangannya dengan kadar kemampuan dari potensi yang dimiliki masing-masing.
Dimensi individu dititikberatkan pada bimbingan dan pengembangan potensi fitrah manusia dalam statusnya sebagai insan. Dengan demikian dalam memberikan pendidikan kepada peserta didik, perlakuan terhadap individu harus pula didasarkan atas pertimbangan perbedaan ini.
Dimensi Sosial
Manusia adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang memiliki dorongan untuk hidup berkelompok secara bersama-sama. Oleh karena itu dimensi sosial mengacu kepada kepentingan sebagai makhluk sosial, yang didasarkan kepada pemahaman bahwa manusia hidup bermasyarakat.
Dalam kaitan dengan kehidupan bermasyarakat, tujuan pendidikan diarahkan kepada pembentukan manusia sosial yang memiliki sifat takwa sebagai dasar sikap dan perilaku. Berangkat dari hal inilah, maka pendidikan dalam dimensi sosial dititikberatkan pada bagaimana upaya untuk membimbing dan mengembangkan potensi peserta didik agar dapat berperan secara harmonis dan serasi dalam kehidupan bermasyarakat. Jadi secara singkat tujuan Pendidikan Islam dalam dimensi ini, adalah berupa usaha untuk memanusiakan peserta didik agar mampu berperan dalam statusnya sebagai al-Nas (makhluk sosial), abd Allah (hamba pengabdi Allah) dan sekaligus sebagai khalifah Allah.
Dimensi Profesional
Dalam hubungan dengan Dimensi Profesional, Pendidikan Islam mempunyai tujuan tersendiri. Tujuannya diarahkan kepada upaya untuk membimbing dan mengembangkan potensi peserta didik, sesuai dengan bakatnya masing-masing. Dengan demikian tujuan Pendidikan Islam dalam dimensi ini diarahkan pada pembentukan kemampuan profesional yang dilandasi keimanan serta ditujukan untuk kemaslahatan masyarakat.
Dimensi Ruang dan Waktu
Selain dimensi yang dikemukakan di atas, tujuan Pendidikan Islam juga dapat dirumuskan atas dasar pertimbangan dimensi ruang dan waktu, yaitu di mana dan kapan. Secara garis besar tujuan yang harus dicapai Pendidikan Islam harus merangkum semua tujuan yang terkait dalam rentang ruang dan waktu tersebut. Dan bila dikaitkan dengan dimensi ruang dan waktu, Pendidikan Islam diarahkan pada dua tujuan utama yaitu untuk memperoleh keselamatan di dunia dan kesejahteraan hidup di akhirat.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar