Teori Kemampuan Teknis

Ada beberapa teori kemampuan teknis. Kemampuan teknis terdiri dari  dua konsep, yaitu kemampuan dan teknis. Konsep mengenai kemampuan untuk pertama kalinya dipopulerkan oleh Boyatzis (1982), yang mendefinisikannya sebagai  kemampuan yang dimiliki seseorang yang nampak dalam sikapnya yang sesuai dengan kebutuhan kerja dalam parameter lingkungan organisasi dan memberikan hasil yang diinginkan. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kemampuan merupakan kesanggupan, kecakapan atau kepandaian menyelesaikan sesuatu berdasarkan tujuan. Dengan demikian  kemampuan merupakan suatu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan (Robbins , 2003).
Menurut Gibson (1992), bahwa kemampuan adalah sifat bawaan lahir atau dipelajari yang memungkinkan seseorang melakukan sesuatu yang bersifat mental atau fisik kemampuan sering kali diidentikkan dengan intelegensia, yaitu kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan, sehingga tingkat intelegensia seseorang sangat menentukan kekuasaannya dalam bekerja. Dengan demikian  maka orang-orang dengan intelegensia yang tinggi akan sanggup memecahkan kesulitan yang dihadapinya dalam bekerja, dan sebaliknya  (Erwin, 2008).
Kemampuan yang dimiliki individu dalam organisasi banyak macamnya dan berbeda antara yang satu individu dengan individu lainnya. Harsey dan Blanchart (1993), menyatakan bahwa:  ada tiga bidang kemampuan yang diperlukan individu dalam proses manajemen yaitu kemampuan teknis, kemampuan sosial, dan kemampuan konseptual. Kemampuan teknis merupakan bidang yang sangat penting dan dapat mempengaruhi kinerja seorang pegawai. Kemampuan teknis merupakan kemampuan menggunakan pengetahuan, metode tehnik, dan peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas tertentu yang diperoleh dari pengalaman, pendidikan dan pelatihan . 
Menurut Hasibuan (1996), bahwa  peningkatan kemampuan teknis akan nampak pada pribadi masing-masing dengan ciri-ciri berani menanggung resiko, bertanggung jawab, menyukai yang berpeluang baik merupakan batu loncatan mencapai sukses . Dari ciri-ciri di atas dapat disimpulkan bahwa sumber daya manusia yang memiliki kemampuan teknis yang lebih baik tidak akan canggung- canggung melakukan semua pekerjaan terlebih pekerjaan yang menantang, berani mengambil resiko tanpa menghindar dari tanggung jawab, serta tidak ragu-ragu menghadapi kegagalan demi tercapainya tujuan bersama.
Dalam sebuah sistem kemampuan teknis memberi pengaruh terhadap kinerja. Jen (2002), menyatakan bahwa  ada hubungan yang positif antara kemampuan teknis personal dengan kinerja di mana semakin tinggi kemampuan teknis personal dalam kerja akan meningkatkan kinerja . Noe, dkk (1994), menyatakan bahwa  kemampuan teknis merupakan faktor penting dalam kinerja, kemudian faktor ini ditransformasikan kedalam tujuan melalui perilaku karyawan dengan menunjukkan prestasinya hanya jika mereka memiliki pengetahuan, keahlian, dan karakteristik lain yang memadai . 
Untuk kreativitas seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan untuk membangun atau menciptakan suatu yang keseluruhannya merupakan usahanya. Seseorang mencari situasi kerja di mana dia akan memperoleh kebebasan dari aturan- aturan organisasi untuk menunjukkan kompetensi profesional teknis. Dari uraian  di atas kemampuan merupakan, keterampilan dan kecakapan yang dimiliki individu dalam melaksanakan suatu pekerjaan dan memanfaatkan suatu kesempatan dengan menyelaraskan dan memotivasi diri untuk mencapai tujuan.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar