Tahap-tahap Perilaku Seksual

Ada beberapa tahap-tahap perilaku seksual. Hurlock ( 1973 ) mengemukakan bahwa pada masa remaja perhatian lebih tercurah pada lawan jenisnya sehingga perhatian kepada kelompok yang sejenisnya menjadi berkurang. Hal ini kemudian dimanifestasikan kedalam perilaku pacaran, menurut Hurlock pola - pola berpacaran remaja dibagi menjadi empat periode, yaitu:
  1. Periode pertama, seorang individu melakukan kencan dengan beberapa individu berbeda. Berkencan diartikan seperti percakapan ditelepon, pertemuan di perpustakaan, di jalan dan sebagainya. 
  2. Periode kedua, remaja mulai menyeleksi satu orang yang akan dipilih menjadi pasangan tetap. 
  3. Periode ketiga, sudah terjadi hubungan yang lebih serius dan merencanakan pertunangan. 
  4. Periode Keempat, pasangan sudah siap melangkah ke jenjang perkawinan
Besarnya hasrat yang dimiliki remaja karena telah berfungsinya hormon- hormon seksual mereka membuat remaja kemudian berusaha untuk memanifestasikannya ke dalam bentuk perilaku yang nyata.
Ehrmann (Hurlock, 1973) membagi perilaku berkencan remaja menjadi satu skala yang dimulai dari tidak ada kontak fisik sama sekali, berpegangan tangan, sampai bersenggama.
Clayton,dkk. (Newcomb dkk.,1986) dalam penelitiannya berhasil mendapatkan tipe-tipe perilaku seksual remaja yaitu berkencan, berciuman, bercumbu, masturbasi, hubungan seksual pra nikah, homoseksual dan penggunaan alat kontrasepsi.
Sementara Scofield (Simanjuntak dan Pasaribu, 1984) menyimpulkan bentuk-bentuk perilaku seksual sebagai berikut:
  1. Pergi bersama pada janji pertama 
  2. Berciuman 
  3. Kontak jasmaniah 
  4. Mempertemukan alat kelamin tetapi tidak sampai melakukan hubungan seksual 
  5. Bersenggama
Menurut Rustam (Fauziah, 1997) memberikan secara rinci mengenai tahapan perilaku heteroseksual, yaitu perilaku-perilaku seksual dengan lawan jenis yang pernah dilakukan remaja sebelum menikah.
Mulai dari tahap paling awal atau rendah sampai dengan terjadinya hubungan senggama sebagai berikut:
  1. Memandang tubuh lawan bicara tetapi menghindari adanya kontak mata 
  2. Mengadakan kontak mata 
  3. Berbincang-bincang dan membandingkan gagasan , jika pada tahap ini ada kecocokan hubungan akan berjalan terus, jika tidak maka hubungan menjadi terputus 
  4. Berpegangan tangan 
  5. Memeluk bahu, tubuh lebih didekatkan
  6. Memeluk pinggang, tubuh dalam kontak yang rapat 
  7. Ciuman di bibir 
  8. Berciuman bibir sambil berpelukan 
  9. Rabaan, elusan dan eksplorasi tubuh pasangannya 
  10. Saling meraba-raba bagian daerah erogen 
  11. Bersenggama
Menurut Vener dan Stewart (Thornburg, 1982) perilaku seksual itu dimulai dari saling berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, necking, petting, tahap ringan hingga berat sampai ke senggama dan pada akhirnya melakukan senggama pada banyak orang. Hasil penelitian Sahabat Remaja (1987) menunjukkan bahwa perilaku seksual bertahap mulai dari saling berpegangan tangan, berciuman, saling berpelukan, menempelkan alat kelamin dengan atau tanpa alas sampai pada puncaknya yaitu melakukan senggama.
Hasil penelitian GRK (Gerakan Remaja untuk Kependudukan) dalam Trisnawati (1995) mengemukakan perilaku seksual remaja meliputi:
  1. Berkunjung ke rumah pacar atau dikunjungi pacar 
  2. Berjalan berdua 
  3. Berpegangan tangan 
  4. Mencium pipi 
  5. Mencium bibir 
  6. Memegang payudara 
  7. Memegang organ seksual dari luar baju 
  8. Memegang organ seksual dari dalam baju 
  9. Melakukan hubungan seksual
Sementara Issriati (1999) mengemukakan bahwa perilaku seksual remaja terhadap lawan jenisnya dimulai dari adanya rasa tertarik, mencari dan memberi perhatian, kencan, memberikan rasa cinta, berpacaran tapi belum melakukan cumbuan, melakukan cumbuan ringan, cumbuan sedang hingga berat dan melakukan hubungan seksual.
Hasil penelitian Taruna (1999) menggambarkan bahwa tahapan perilaku seksual remaja berpacaran adalah berpegangan tangan, berpelukan, mencium kening, mencium pipi, berciuman bibir, meraba alat kelamin atau payudara, saling menempelkan alat kelamin dan berhubungan seksual. Dari hasil penelitian ini terlihat juga bahwa mayoritas responden telah berciuman pipi 27 responden (28,5%), dan telah berciuman bibir sebanyak 35 responden (36,9%). Sementara responden yang telah melakukan perilaku seksual telah membuka pakaian sampai dengan melakukan hubungan seksual sebanya 6 responden (6%).
As'ad (Andayani, 1996) mengemukakan bahwa pada masa perkembangan awal dari anak-anak ke masa remaja terjadi perkembangan hormonal yang menandai teijadinya surplus energi seksual yang sangat bervariasi dari mulai bergaul dengan lawan jenis, melakukan masturbasi, sampai dengan berhubungan intim.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku seksual remaja adalah segala bentuk kegiatan yang dilakukan dalam rangka menyalurkan dorongan seksual yang dimiliki dari tahap paling rendah sampai tahap paling tinggi yaitu:
  1. Memandang tubuh lawan bicara tetapi menghindari adanya kontak mata. 
  2. Mengadakan kontak mata 
  3. Melakukan kontak suara. 
  4. Berpegangan tangan. 
  5. Memeluk atau dipeluk bahu 
  6. Memeluk bagian pinggang 
  7. Berciuman 
  8. Berciuman sambil berpelukan. 
  9. Meraba daerah erogen pasangannya. 
  10. Mencium daerah erogen pasangan. 
  11. Menempelkan alat kelamin 
  12. Bersenggama atau melakukan hubungan seksual
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar