Pengaturan Suhu Tubuh

Pengaturan suhu tubuh atau regulasi termal ialah suatu pengaturan secara kompleks dari suatu fisiologi dimana terjadi keseimbangan antara produksi panas dan kehilangan panas sehingga suhu tubuh dapat dipertahankan secara konstan (Gabriel,1996). Suhu tubuh diatur oleh hipotalamus melalui system umpan balik .Hipotalamus menerima seluruh impuls dari eferen. Saraf eferen hypotalamus terdiri atas saraf simpatik dan saraf otonom, karena itu hipotalamus dapat mengatur kegiatan otot, kelenjar keringat, peredaran darah dan ventilasi paru. Keterangan suhu bagian dalam tubuh diterima oleh reseptor panas di kulit yang diteruskan melalui sistem aferen kehipotalamus.
Keadaan suhu tubuh diolah oleh thermostat hipotalamus yang akan mengatur set point hipotalamus. Hipotalamus anterior merupakan pusat pengatur suhu yang bekerja bilaterdapat kenaikan suhu tubuh, hipotalamus anterior akan mengeluarkan impuls eferen sehinggaakan terjadi vasodilatasi di kulit dan keringat akan dikeluarkan.
Selanjutnya panas akan dikeluarkan dari tubuh. Hipotalamus posterior merupakan pusat pengaturan suhu tubuh yang bekerja pada keadaan dimana terdapat penurunan suhu tubuh.Hipotalamus posterior akan mengeluarkan impuls eferen sehingga pembentukan panas ditingkatkan dengan meningkatnya metabolisme dan aktivitas otot rangka dengan menggigil (Guyton1995).
Disamping melalui pengaturan dihipotalamus. Proses pemindahan energy panas , baik masuk kedalam tubuh maupun hilang melalui kulit dan dapat terjadi dengan beberapa cara yaitu: konduksi, konveksi, radiasi dan evaporasi Konduksi adalah pemaparan panas dari suatu obyek yang suhunya lebih tinggi ke obyek lain dengan jalan kontak langsung (Gabriel 1996). Panas yang dibuang dengan cara konduksi ini yaitu dari permukaan tubuh ke obyek lain.
Konveksi adalah pergerakan udara dalam jumlah kecil, konveksi hampir selalu terjadi disekitar tubuh dikarenakan oleh kecenderungan udara yang dekat dengan kulit bergerak ke atas waktu udara tersebut dipanasi. Radiasi adalah pemindahan panas melalu i radiasi elektromagnetik inframerah dari suatu benda yang lain dengan suhu yang berbeda tanpa mengalami kontak ke dua (2) benda tersebut (Ganong, 2002).
Evaporasi adalah pengalihan panas dari bentuk cair menjadi uap . Manusia kehilangan sekitar 9 x 10 kalori / gram melalui penguapan paru-paru. Penguapan air melalui kulit paru-paru disebut penguapan insisibel karna dapat terkontrol.
Kulit juga berperan dalam mengontrol suhu tubuh. Peran kulit dalam regulasi suhu meliputi insulasi tubuh, vasokontriksi (yang mempengaruhi jumlah aliran darah dan kehilangan panas pada kulit) dan sensasi suhu. Kulit merupakan jaringan subkutan dan lemak yang menyimpan panas dalam tubuh. Ketika aliran darah antara lapisan kulit berkurang. Kulit itu sendiri merupakan insulator yang baik.
Suhu ruangan juga sangat mempengarui penurunan suhu tubuh dan proses hilangnya panas pada tubuh. Apabila ruangan / lingkungan yang panas maka proses radiasi dan konduksi menurun serta evaporasi tidak terjadi sebab evaporasi sangat dipengaruhi oleh faktor kelembaban udara. Apabila kelembaban udara meningkat maka evaporasi berkurang selain itu emosi yang tinggi dan stress dapat mempengaruhi suhu tubuh stimulasi sistem saraf simpatis dapat memproduksi epinephrin dan norepinephrin yang akan meningkatkan aktifitas metabolik dan produksi panas (Potter, 2005).
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar